{"id":10117,"date":"2019-11-01T09:11:05","date_gmt":"2019-11-01T09:11:05","guid":{"rendered":"https:\/\/keblog.demoapp.xyz\/?p=10117"},"modified":"2022-11-24T14:10:54","modified_gmt":"2022-11-24T07:10:54","slug":"winning-the-love-hate-relationship-with-millennials-dan-gen-z-through-interview","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/winning-the-love-hate-relationship-with-millennials-dan-gen-z-through-interview","title":{"rendered":"Winning The Love-Hate Relationship With Millennials dan Gen Z Through Interview"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400\">Siapa sih yang tidak mengenal <em>millennials <\/em>dan <em>gen Z<\/em>? Berbagai diskusi terkait <em>millennials <\/em>seringkali memicu pro dan kontra bagi sebagian orang. Pada era disrupsi ini, kedua generasi tersebut seringkali dipandang memiliki berbagai macam karakteristik negatif seperti manja, serba instan, kutu loncat, dan berbagai stigma negatif lainnya. Hal ini dikarenakan generasi tersebut dianggap terbiasa hidup dalam kemudahan dengan kemanjaan teknologi.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Namun di sisi lain, bukankah ini yang perusahaan butuhkan untuk bersaing di revolusi industri 4.0 dimana semuanya sudah serba digitalisasi dan otomasi? Karakteristik <em>millennials <\/em>dan <em>gen Z<\/em> yang <em>tech-savvy, passionate<\/em>, dan inovatif menjadi bekal yang dibutuhkan perusahaan untuk tetap bersaing dengan pengembangan strategi dan transformasi digital yang masif. Jika sudah begini, <em>love-hate relationship<\/em>perusahaan dengan <em>millennials <\/em>dan <em>gen Z<\/em> tentu tidak bisa dihindari.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Selain itu, berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), jumlah populasi penduduk kategori generasi <em>millennials <\/em>dan <em>gen Z<\/em> mencapai lebih dari 50% dari total penduduk di Indonesia, sehingga generasi ini diasumsikan akan mendominasi industri dan lapangan kerja di Indonesia. Artinya, <em>we have no choice but to embrace them!<\/em><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\"><em>Hence<\/em>, beberapa perusahaan mulai terdorong untuk melakukan perubahan <em>approach<\/em> pada proses rekrutmen, demi bersaing dalam memikat hati <em>millennials<\/em> dan <em>gen Z<\/em>. Bahkan investasi secara finansial pun tidak segan dilakukan untuk mendukung <em>effort<\/em> para perusahaan dalam\u00a0memenangkan <em>millennials-gen Z<\/em> talent war, lho.<br \/>\nBerbagai usaha seperti EVP (<em>Employee Value Preposition<\/em>), <em>Employer Branding<\/em>, dan penggunaan <em>E-Recruitment<\/em> mulai dijajal sebagai langkah awal \u2018PDKT\u2019. Namun, usaha \u2018PDKT\u2019 sejak awal proses rekrutmen tentu saja akan sia-sia jika tidak diimbangi dengan cara <em>interview <\/em>yang tepat.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Lantas, bagaimana sih cara merebut hati para <em>millennials <\/em>dan <em>gen Z<\/em>?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Jika dianalogikan dengan dunia <em>sales marketing<\/em>, tentunya <em>marketer<\/em> harus paham dengan kebutuhan market agar produk yang ditawarkan dapat menjawab kebutuhan pasar.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\"><em>Well<\/em>, artinya perusahaan pun wajib memahami kebutuhan atau hal-hal yang menjadi <em>concern<\/em> para <em>millennials<\/em> dan <em>gen Z<\/em>, agar dapat memenangkan <em>love-hate relationship war<\/em> ini. Dengan begitu, ada baiknya proses <em>interview <\/em>tidak hanya dilakukan semata-mata untuk menggali informasi dari kandidat, <em>but give them more information related to their needs as well!<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Bagaimana sih caranya? <em>Here we go!<\/em><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_26 counter-hierarchy\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">TOPICS<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/winning-the-love-hate-relationship-with-millennials-dan-gen-z-through-interview\/#1_Build_millennials-friendly_communication_style\" title=\"1. Build millennials-friendly communication style\">1. Build millennials-friendly communication style<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/winning-the-love-hate-relationship-with-millennials-dan-gen-z-through-interview\/#2_Explain_their_growth_opportunities\" title=\"2. Explain their growth opportunities\">2. Explain their growth opportunities<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/winning-the-love-hate-relationship-with-millennials-dan-gen-z-through-interview\/#3_Describe_culture_and_value_in_your_company\" title=\"3. Describe culture and value in your company\">3. Describe culture and value in your company<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/winning-the-love-hate-relationship-with-millennials-dan-gen-z-through-interview\/#4_Show_them_how_far_they_will_contribute_to_social_impact\" title=\"4. Show them how far they will contribute to social impact\">4. Show them how far they will contribute to social impact<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/winning-the-love-hate-relationship-with-millennials-dan-gen-z-through-interview\/#5_Give_and_ask_them_for_feedback\" title=\"5. Give and ask them for feedback\">5. Give and ask them for feedback<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Build_millennials-friendly_communication_style\"><\/span><em>1. Build millennials-friendly communication style<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400\">Penggunaan bahasa dalam proses <em>interview <\/em>seringkali menjadi acuan kandidat dalam memproyeksikan <em>culture <\/em>dalam suatu perusahaan. Karakteristik <em>millennials <\/em>dan <em>gen Z<\/em> yang cenderung berorientasi pada <em>equality <\/em>dan non-formal menjadi tantangan tersendiri bagi <em>interviewer<\/em>. Oleh karena itu, <em>interviewer <\/em>pun perlu mengimbangi cara komunikasi yang sesuai dengan orientasi kandidat, agar tercipta kesan positif terkait perusahaan. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan menggunakan gaya komunikasi semi formal yang tidak menimbulkan tekanan secara otoriter bagi kandidat. Dengan demikian, akan tercipta kesan kesetaraan antara <em>interviewer <\/em>dan kandidat yang membuat kandidat merasakan adanya kesesuaian dan penerimaan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Penggunaan media komunikasi dan <em>interview <\/em>pun perlu dipertimbangkan, mengingat karakteristik generasi yang <em>tech-savvy<\/em> seringkali mengutamakan efisiensi dan pemanfaatan digital seperti <em>video call interview<\/em> atau pun <em>interview by phone<\/em>. Bukankah \u2018nyambung\u2019 atau tidaknya komunikasi merupakan indikator utama dalam menentukan kelanjutan proses PDKT?<\/p>\n<h2><\/h2>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Explain_their_growth_opportunities\"><\/span><em>2. Explain their growth opportunities<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400\">Berikan gambaran kesempatan untuk berkembang sejak awal, baik secara network, <em>personal development<\/em>, maupun <em>career development<\/em>.\u00a0Jika pada generasi sebelumnya &#8216;bekerja&#8217; dianggap sebagai \u2018<em>end goal<\/em>\u2019, berbeda hal nya dengan generasi saat ini yang lebih memandang bekerja sebagai \u2018<em>life experience<\/em>\u2019. Thus, mereka akan cenderung mencari kesempatan untuk memperkaya <em>life experience<\/em>-nya sebagai modal untuk berkembang pesat dalam waktu yang lebih singkat.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Berkembangnya era digital pun mempermudah mereka untuk mempertimbangkan kesempatan dari perusahaan lain, sehingga memberikan gambaran kesempatan untuk berkembang sejak awal akan menjadi poin lebih bagi perusahaan untuk memenangkan talent war.<\/p>\n<h2><\/h2>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Describe_culture_and_value_in_your_company\"><\/span><em>3. Describe culture and value in your company<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400\"><em>Millennials<\/em> dan <em>Gen Z<\/em> <em>tends to value company culture more than any other previous generation<\/em>. Jika generasi sebelumnya mempertimbangkan gaji sebagai prioritas dalam memilih pekerjaan, <em>millennials<\/em>dan <em>gen Z<\/em> seringkali lebih mengutamakan kesesuaian <em>culture <\/em>dan <em>value<\/em> dalam lingkungan kerja. Hal ini dikarenakan adanya kesesuaian <em>culture <\/em>dan <em>value<\/em> diasumsikan sebagai salah satu sumber kenyamanan yang pada akhirnya berdampak pada produktivitas kerja. <em>Hence, it would be great<\/em> jika informasi terkait <em>culture<\/em> dan <em>value<\/em> ini bisa disampaikan sejak proses <em>interview<\/em> untuk <em>attracting their interest.<\/em><\/p>\n<h2><\/h2>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Show_them_how_far_they_will_contribute_to_social_impact\"><\/span><em>4. Show them how far they will contribute to social impact<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400\">Seiring dengan berkembangnya kepekaan <em>millennials <\/em>dan <em>gen Z<\/em> terhadap lingkungan sosial, kesempatan untuk berkontribusi dalam <em>social impact<\/em> pun seringkali menjadi salah satu aspek yang dipertimbangkan oleh <em>millennials<\/em> dan <em>gen Z<\/em>. Mereka cenderung untuk berfokus pada <em>strategic investments with the intention of positively impacting the world<\/em> untuk meningkatkan perasaan <em>fulfilled<\/em>. Bahkan, berdasarkan survei yang dilakukan oleh TODAY, sebesar 60% dari 4.000 karyawan <em>millennials <\/em>mengungkapkan bahwa <em>social responsibility<\/em> memiliki peran yang signifikan dalam memilih tempat untuk bekerja. <em>Hence<\/em>, menceritakan terkait kesempatan apa saja yang dimiliki kandidat untuk dapat berkontribusi dalam social impact bisa menjadi salah satu <em>ultimate power to attracting millennials<\/em> and <em>gen Z interest.<\/em><\/p>\n<h2><\/h2>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Give_and_ask_them_for_feedback\"><\/span><em>5. Give and ask them for feedback<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400\">Salah satu ciri generasi <em>millennials <\/em>dan <em>gen Z<\/em> adalah membutuhkan feedback untuk pengembangan dirinya secara profesional. Oleh karena itu, biasakan untuk memberikan <em>feedback <\/em>kepada kandidat di akhir <em>interview<\/em>, terkait aspek-aspek yang memerlukan <em>improvement <\/em>pada diri kandidat berdasarkan proses <em>interview<\/em> yang baru saja dilakukan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Selain memberikan <em>feedback<\/em>, berikan kesempatan pada kandidat untuk mengajukan pertanyaan agar tidak menimbulkan <em>uncertainty <\/em>pada kandidat. Hal ini bertujuan sebagai tindakan preventif terkait potensi terbentuknya asumsi-asumsi tidak benar yang dapat menurunkan minat kandidat terhadap perusahaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Kalibrr di bulan Maret 2019 telah mengadakan riset yang berjudul &#8220;<b><strong>Indonesia\u2019s Milennial Recruitment Guide&#8221;<\/strong><\/b>\u00a0terhadap 500 kandidat <em>millennials <\/em>yang tersebar di Pulau Jawa. Ada berbagai <em>insight <\/em>menarik yang bisa didapatkan terkait perilaku <em>millennials <\/em>dan bagaimana cara terbaik dalam menyikapinya. Salah satu poin menariknya adalah saat ini kandidat <em>millennials <\/em>sangat ingin dimanjakan layaknya konsumen, sehingga hanya perusahaan yang dapat memberikan <em>candidate experience<\/em> terbaik dalam proses rekrutmenlah yang dapat memenangkan kandidat <em>millennials<\/em> and <em>gen Z<\/em> yang terbaik.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\"><em>Thus, winning the love-hate relationship with millennials<\/em> and <em>gen Z<\/em> <em>through interview doesn\u2019t always about the questions to ask, but be the answer of their needs.<\/em> Pertanyaannya, apakah si <em>interviewer <\/em>siap untuk menjawab kebutuhan para <em>millennials and gen Z<\/em> di proses <em>interview<\/em>?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa sih yang tidak mengenal millennials dan gen Z? Berbagai diskusi terkait millennials seringkali memicu pro dan kontra bagi sebagian orang. Pada era disrupsi ini, kedua generasi tersebut seringkali dipandang memiliki berbagai macam karakteristik negatif seperti manja, serba instan, kutu loncat, dan berbagai stigma negatif lainnya. Hal ini dikarenakan generasi tersebut dianggap terbiasa hidup dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":10121,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[16],"tags":[162],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10117"}],"collection":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10117"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10117\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10121"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10117"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10117"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10117"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}