{"id":7624,"date":"2021-11-28T08:45:31","date_gmt":"2021-11-28T08:45:31","guid":{"rendered":"https:\/\/keblog.demoapp.xyz\/?p=7624"},"modified":"2022-10-19T04:54:34","modified_gmt":"2022-10-19T04:54:34","slug":"membangun-tempat-kerja-yang-lebih-sehat-dan-inklusif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/membangun-tempat-kerja-yang-lebih-sehat-dan-inklusif","title":{"rendered":"Membangun Tempat Kerja yang Lebih Sehat dan Inklusif"},"content":{"rendered":"<article class=\"Post__ArticleWrapper-sc-174xy8l-0 ccdSnC\">\n<div class=\"Post__SectionWrapper-sc-174xy8l-1 jkcuFG\">\n<p>Tempat kerja inklusif didefinisikan sebagai lingkungan kerja yang membuat setiap karyawan merasa dihargai sekaligus mengakui perbedaan mereka dan bagaimana perbedaan ini berkontribusi pada budaya perusahaan dan hasil bisnis. Tempat kerja inklusif dicirikan oleh tindakan afirmatif, di mana setiap dampak bias\/diskriminasi\/kesempatan yang tidak setara dinegasikan.<\/p>\n<p>Penelitian menunjukkan bahwa tempat kerja inklusif enam kali lebih mungkin untuk menjadi inovatif dan karyawan pun memiliki \u00a0kemungkinan 42% lebih kecil untuk berencana pindah ke posisi lain dalam setahun. Pada intinya, semakin tinggi tingkat inklusi, semakin tinggi tingkat kesejahteraan dan keterlibatan karyawan Anda, yang dapat menghasilkan hasil bisnis yang lebih baik.<\/p>\n<p>Tempat kerja yang sehat, inklusif, kooperatif adalah impian setiap orang. Dengan membangun lingkungan kerja\/tempat kerja yang inklusif dapat membantu Anda membuat karyawan merasa terhubung dengan tempat kerja dan juga orang-orang di sekitar yaitu rekan kerja, atasan, junior dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>Berikut ini lima komponen inklusi yang dapat membantu Anda menciptakan tempat kerja yang lebih sehat dan inklusif:<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_26 counter-hierarchy\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">TOPICS<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/membangun-tempat-kerja-yang-lebih-sehat-dan-inklusif\/#1_Proaktif\" title=\"1. Proaktif\">1. Proaktif<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/membangun-tempat-kerja-yang-lebih-sehat-dan-inklusif\/#2_Diterima_dan_Dihargai\" title=\"2. Diterima dan Dihargai\">2. Diterima dan Dihargai<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/membangun-tempat-kerja-yang-lebih-sehat-dan-inklusif\/#3_Pembelajaran_dan_Pengembangan\" title=\"3. Pembelajaran dan Pengembangan\">3. Pembelajaran dan Pengembangan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/membangun-tempat-kerja-yang-lebih-sehat-dan-inklusif\/#4_Lingkungan_Kolaboratif\" title=\"4. Lingkungan Kolaboratif\">4. Lingkungan Kolaboratif<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/membangun-tempat-kerja-yang-lebih-sehat-dan-inklusif\/#5_Menciptakan_Rasa_Memiliki\" title=\"5. Menciptakan Rasa Memiliki\">5. Menciptakan Rasa Memiliki<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Proaktif\"><\/span><strong>1. Proaktif<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Karyawan perlu merasa bahwa mereka memiliki suara dalam keputusan yang memengaruhi pekerjaan mereka. Para pemimpin dan manajer harus secara proaktif menemukan cara untuk memberikan suara kepada karyawan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Diterima_dan_Dihargai\"><\/span><strong>2. Diterima dan Dihargai<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Karyawan perlu merasa terhubung dengan perusahaan atau tujuan bersama \u200b\u200btetapi juga diakui karena keunikan mereka. Sangat penting bahwa karyawan merasa perusahaan mereka menghargai perspektif dan keterampilan unik yang mereka miliki. Untuk menerapkan hal ini Anda dapat melakukan percakapan dengan karyawan Anda lalu jangan hanya membahas pekerjaan tapi juga membahas hal &#8211; hal lain diluar itu yang Anda juga hargai. Misalnya kemampuan karyawan untuk berkomunikasi dengan sesama rekan kerja dan membuat humor yang membuat lingkungan kerja menjadi hangat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Pembelajaran_dan_Pengembangan\"><\/span><strong>3. Pembelajaran dan Pengembangan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Karyawan harus merasa memiliki kesempatan untuk mengembangkan dan memajukan karir mereka di perusahaan. Tanpa pembelajaran dan pengembangan Anda akan menghambat pertumbuhan karyawan dan membatasi inovasi. Tawarkan kesempatan kepada karyawan mencapai tujuan profesional dan pribadi mereka seperti mendukung pendidikan lebih lanjut, mempelajari keterampilan baru, atau mengembangkan hobi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Lingkungan_Kolaboratif\"><\/span><strong>4. Lingkungan Kolaboratif<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kolaborasi adalah kunci keberhasilan bisnis Anda dan bagian besar inklusi di tempat kerja. Usahakan untuk selalu menanyakan pendapat orang lain dalam rapat sehingga ada ruang untuk berkolaborasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Menciptakan_Rasa_Memiliki\"><\/span><strong>5. Menciptakan Rasa Memiliki<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Rasa memiliki \u00a0karyawan di perusahaan dapat mempengaruhi tingkat niat mereka untuk tinggal dan berpengaruh terhadap kesejahteraan, keterlibatan, dan kesuksesan mereka secara keseluruhan dalam peran mereka. Buatlah upaya upaya atau pendekatan menarik yang dapat meningkatkan keterlibatan karyawan Anda<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.kalibrr.com\/contactus\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/mcusercontent.com\/d7bc390033302248efa8f7054\/images\/3ab4849b-9303-1fb8-224d-acb5c48aa8ad.png\" alt=\"CTA\" width=\"849\" height=\"175\" data-align=\"center\" data-entity-type=\"file\" data-entity-uuid=\"4292521c-3195-4747-b3e7-6c40cdb7c89f\" \/><\/a>Artikel dilansir dari <a href=\"https:\/\/www.forbes.com\/sites\/forbeshumanresourcescouncil\/2019\/02\/04\/what-an-inclusive-workplace-actually-looks-like-and-seven-ways-to-achieve-it\/?sh=5fab81c0316b\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Forbes<\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.toolbox.com\/hr\/diversity-inclusion\/articles\/what-is-an-inclusive-workplace\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Toolbox<\/a>.<\/p>\n<\/div>\n<\/article>\n<div class=\"Post__TagSection-sc-174xy8l-2 kKIESE\">\n<div class=\"TagCloud__TagCloudWrapper-sc-72xyss-0 kmlmNZ\"><button class=\"ant-btn ant-btn-default\" type=\"button\">#id<\/button><button class=\"ant-btn ant-btn-default\" type=\"button\">human resource<\/button><button class=\"ant-btn ant-btn-default\" type=\"button\">workplace<\/button><button class=\"ant-btn ant-btn-default\" type=\"button\">work advice<\/button><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tempat kerja inklusif didefinisikan sebagai lingkungan kerja yang membuat setiap karyawan merasa dihargai sekaligus mengakui perbedaan mereka dan bagaimana perbedaan ini berkontribusi pada budaya perusahaan dan hasil bisnis. Tempat kerja inklusif dicirikan oleh tindakan afirmatif, di mana setiap dampak bias\/diskriminasi\/kesempatan yang tidak setara dinegasikan. Penelitian menunjukkan bahwa tempat kerja inklusif enam kali lebih mungkin untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":7625,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7624"}],"collection":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7624"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7624\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7625"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7624"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7624"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7624"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}