{"id":7843,"date":"2021-01-04T15:16:47","date_gmt":"2021-01-04T15:16:47","guid":{"rendered":"https:\/\/keblog.demoapp.xyz\/?p=7843"},"modified":"2022-10-19T04:54:49","modified_gmt":"2022-10-19T04:54:49","slug":"poin-penting-bangun-employee-experience-kekinian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/poin-penting-bangun-employee-experience-kekinian","title":{"rendered":"4 Poin Penting Bangun Employee Experience Kekinian"},"content":{"rendered":"<p><em>Workforce trend<\/em> 2017 mengangkat <em>employee experience<\/em> sebagai salah satu trend yang akan berkembang di tahun 2018, dan ternyata tidak hanya menjadi tren untuk tahun 2018. <em>Employee experience<\/em> masih menjadi tren dan menjadi salah satu prioritas unggulan HR dan manajemen hingga kini. Walaupun angka pengangguran kembali mencapai puncaknya akibat pandemi dan banyak orang berbondong-bondong mencari kerja, namun hanya sedikit yang dapat memenuhi kualifikasi perusahaan.<\/p>\n<p>Menurut survei yang dibuat Mercer dalam 2019 Global Talent Trends Study, <a href=\"https:\/\/www.mercer.us\/our-thinking\/career\/global-talent-hr-trends.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">97 persen manajemen perusahaan bersiap<\/a> mengantisipasi kompetisi dalam memperebutkan kandidat-kandidat bertalenta. Angka <em>turnover<\/em> pekerja yang tinggi pun masih menjadi momok tersendiri bagi perusahaan.<\/p>\n<p>Perusahaan pun mulai berusaha menginvestasikan program terbaik untuk menjaga pekerja agar tetap \u201cbetah\u201d. Mulai dari bonus tahunan, pemberian barang inventaris kekinian, asuransi kesehatan untuk pekerja dan keluarganya, hingga inisiatif-inisiatif lain untuk meningkatkan pengalaman positif pekerja dan meningkatkan engagement antara pekerja dan perusahaan.<\/p>\n<p>Sayangnya, dalam Global Talent Trends Study: Connectivity in the Human Age, tetap saja, <a href=\"https:\/\/www.mercer.us\/our-thinking\/career\/global-talent-hr-trends.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">1 dari 3 pekerja memilih untuk resign<\/a> jika ada perusahaan lain yang dirasa lebih cocok dengan jati diri mereka. Fakta ini jadi alasan perusahaan mulai fokus kepada <em>employee experience<\/em> mereka.<\/p>\n<p>Perusahaan mulai menyadari bahwa pekerja pun ingin diperlakukan sama seperti perusahaan memperlakukan customer mereka. <em>Employee experience<\/em> adalah \u201c<em>user experience<\/em>\u201d dari sebuah perusahaan. HR dan manajemen harus mengubah <em>mindset<\/em> mereka dari mengoptimalisasi segala <em>benefits<\/em> bagi pekerja, dan mulai mendesain <em>end-to-end experience<\/em> untuk pekerja.<\/p>\n<p>Dalam bangun <em>employee experience<\/em> pun, HR dan manajemen patut mempertimbangkan hal-hal yang awalnya tidak terlalu menjadi perhatian serius dari HR dan manajemen. Lantas, apa yang diinginkan pekerja era kini untuk membangun <em>employee experience<\/em>? Ingat selalu 4 E ini:<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_26 counter-hierarchy\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">TOPICS<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/poin-penting-bangun-employee-experience-kekinian\/#1_Enriching\" title=\"1. Enriching\">1. Enriching<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/poin-penting-bangun-employee-experience-kekinian\/#2_Efficient\" title=\"2. Efficient\">2. Efficient<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/poin-penting-bangun-employee-experience-kekinian\/#3_Embracing\" title=\"3. Embracing\">3. Embracing<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/poin-penting-bangun-employee-experience-kekinian\/#4_Empathetic\" title=\"4. Empathetic\">4. Empathetic<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Enriching\"><\/span><em>1. Enriching<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pekerja kini mencari arti dan pemenuhan rasa keingintahuan dari pekerjaan mereka. Pekerja ingin memiliki pekerjaan yang punya tujuan jelas. HR dan manajemen bisa menyelaraskan <em>company\u2019s purpose<\/em>dan membantu pekerja untuk mengembangkan diri, belajar, dan memberikan kontribusi kepada <em>company\u2019s purpose<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Efficient\"><\/span>2. <em>Efficient<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pekerja menginginkan fasilitas dan sumber daya yang dapat membantu mereka mengerjakan pekerjaan lebih baik dan lebih cepat. Pastikan, inventaris yang diberikan perusahaan dapat membantu kinerja pekerja dalam efisiensi dan produktivitas mereka.<\/p>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img class=\"kg-image\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/7c6J_AyjnHsIzHjX49su6fGJDe5rQiQF-4cgTb99MFfadZXXtMLpLWxs0IQoq-6Ag8CCyPUSYPlHtYQh4X6aeliVSR8OTPSJisSZ8O-02kltttk0A_Idg8SeR18lLB6Jm6geR7pu\" alt=\"\" \/><\/figure>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Embracing\"><\/span>3.<em> Embracing<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pekerja menginginkan lingkungan kerja yang memiliki <em>sense of belonging<\/em> dan <em>community<\/em>. Selain itu, pekerja juga menginginkan budaya kerja yang sehat untuk membuat mereka merasa diterima oleh lingkungan pekerjaan dan juga perusahaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Empathetic\"><\/span>4.<em> Empathetic<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Teknologi telah membuat manusia memiliki jarak antar satu sama lain. Pekerja merasa hanya terhubung dengan teknologi, tanpa adanya interaksi nyata dan rasa empati antar sesama pekerja. Padahal, sebagai manusia, pekerja juga butuh terkoneksi dengan sesama pekerja dan menumbuhkan rasa empati.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Keempat poin tersebut dapat diterjemahkan kembali untuk membangun strategi yang tepat dalam penerapan <em>employee experience<\/em>:<\/p>\n<ol>\n<li>Perlakukan pekerja seperti customer<\/li>\n<\/ol>\n<p>Langkah pertama dalam bangun strategi <em>employee experienc<\/em>e adalah mengerti apa yang diinginkan pekerja dan kesulitan pekerja dalam menciptakan pengalaman positif selama bekerja. Atasi kesulitan pekerja sama seperti ketika manajemen mengatasi kesulitan yang dialami customer.<\/p>\n<p>Buat persona seakan pekerja adalah customer juga. Dengan begitu, HR dan manajemen dapat lebih mudah dalam mencari penyelesaian masalah yang dihadapi pekerja dalam merasakan <em>employee experience<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>2. Gunakan \u201ckacamata\u201d pekerja<\/p>\n<p>Dalam menyusun strategi <em>employee experience<\/em>, HR dan manajemen bisa memposisikan diri sebagai pekerja. Dengan memposisikan diri sebagai pekerja dan melihat permasalahan yang dialami pekerja dari <em>point of view<\/em> pekerja, HR dan manajemen bisa membuka pandangan dan mencari solusi terbaik untuk pekerja.<\/p>\n<p>Semisal, dalam proses <em>onboarding<\/em> yang tidak efektif, permasalahan bukan terletak pada materi <em>onboarding<\/em>, namun di biaya perjalanan atau ongkos internet untuk <em>video call<\/em> yang terasa berat bagi pekerja. Dari sini, HR dan manajemen bisa berkoordinasi untuk melakukan <em>reimburse<\/em> untuk peserta <em>onboarding<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>3. Selaraskan <em>employee experience<\/em> sesuai divisi<\/p>\n<p>Menciptakan <em>employee experience<\/em> untuk pekerja divisi marketing mungkin akan berbeda dengan menciptakan <em>employee experience<\/em> untuk pekerja divisi IT. selain membangun <em>employee experience<\/em>yang diperuntukkan secara general untuk seluruh pekerja, selaraskan <em>employee experience<\/em> sesuai dengan divisi yang ada di perusahaan.<\/p>\n<p>Jangan lupakan, nilai efisiensi dalam penerapan <em>employee experience<\/em>. HR dan manajemen bisa mengembangkan atau berlangganan aplikasi yang dapat mempermudah pekerja dalam menikmati <em>employee experience<\/em>, seperti pengajuan cuti <em>online<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>4. Bangun solusi<\/p>\n<p>HR dan manajemen bisa bawa permasalahan yang dihadapi pekerja dan strategi pemecahannya untuk menghasilkan <em>employee experience<\/em> yang optimal ke level eksekutif.<\/p>\n<p>Ajak jajaran eksekutif untuk ikut mengimplementasikan employee experience dan memfasilitasi <em>employee experience<\/em> untuk membawa perubahan dalam tubuh organisasi pekerja.<\/p>\n<p>Seperti kata Richard Branson, seorang <em>entrepreneur<\/em> kenamaan pemilik Virgin Group, \u201c<em>Clients do not come first. Employees come first. If you take care of your employees, they will take care of the clients.<\/em>\u201d<\/p>\n<p>Untuk memuaskan customer, perusahaan harus terlebih dahulu memuaskan pekerja dengan <em>employee experience<\/em> yang tepat. Ini merupakan langkah pertama untuk menciptakan <em>customer satisfaction<\/em>.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.kalibrr.com\/contactus\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/35.234.31.133\/sites\/default\/files\/inline-images\/01%20CTA%20Blog_13.jpg\" alt=\"CTA\" width=\"849\" height=\"175\" data-align=\"center\" data-entity-type=\"file\" data-entity-uuid=\"4292521c-3195-4747-b3e7-6c40cdb7c89f\" \/><\/a><\/p>\n<p>Artikel ini dilansir dari <a href=\"https:\/\/www.mercer.com\/our-thinking\/career\/voice-on-talent\/building-a-better-employee-experience.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mercer<\/a>, <a href=\"https:\/\/blog.vantagecircle.com\/employee-experience\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Vantage Circle<\/a>, dan <a href=\"https:\/\/www.qualtrics.com\/blog\/10-ways-to-improve-employee-experience\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Qualtrics<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Workforce trend 2017 mengangkat employee experience sebagai salah satu trend yang akan berkembang di tahun 2018, dan ternyata tidak hanya menjadi tren untuk tahun 2018. Employee experience masih menjadi tren dan menjadi salah satu prioritas unggulan HR dan manajemen hingga kini. Walaupun angka pengangguran kembali mencapai puncaknya akibat pandemi dan banyak orang berbondong-bondong mencari kerja, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":7852,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7843"}],"collection":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7843"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7843\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7852"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7843"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7843"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7843"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}