{"id":8389,"date":"2020-12-30T18:46:48","date_gmt":"2020-12-30T18:46:48","guid":{"rendered":"https:\/\/keblog.demoapp.xyz\/?p=8389"},"modified":"2022-11-18T15:35:48","modified_gmt":"2022-11-18T08:35:48","slug":"kelebihan-dan-kekurangan-remote-work","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/kelebihan-dan-kekurangan-remote-work","title":{"rendered":"Kelebihan dan Kekurangan Remote Work"},"content":{"rendered":"<p>Setiap kebijakan yang diambil dan diimplementasikan oleh manusia, baik dalam kehidupannya sehari-hari, maupun dalam pekerjaan, pasti memiliki konsekuensinya tersendiri&#8211;entah itu baik atau buruk. Tidak terkecuali, ketika HR memutuskan untuk mengubah gaya kerja dan kebiasaan para pekerja, dari datang ke kantor menjadi bekerja jarak jauh, alias\u00a0<em>remote working<\/em>.<\/p>\n<p><em>Remote working<\/em>, atau yang bisa juga dikenal sebagai\u00a0<em>telecommuting<\/em>\u00a0atau kerja fleksibel, merupakan gaya manajemen ketenagakerjaan yang memungkinkan para profesional untuk bekerja di luar perkantoran tradisional, seperti di rumah.<\/p>\n<p>Konsep manajemen ketenagakerjaan ini didasari oleh pemahaman bahwa untuk sukses, bekerja tidak perlu dilakukan di suatu tempat tertentu agar bisa menghasilkan hasil kerja yang produktif dan efektif. Alih-alih pergi ke kantor setiap hari untuk bekerja dari meja yang telah dipilih atau ditentukan, pekerja jarak jauh ini dapat melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan mereka dan meraih target kerja mereka, di mana pun pekerja inginkan.<\/p>\n<p>Pandemi virus COVID-19 juga membantu mempopulerkan\u00a0<em>remote work<\/em>. Sejak pandemi melanda dan dikatakan mudah menular dan menjangkiti manusia tiap manusia, hampir seluruh negara di dunia menerapkan pembatasan sosial dan aktivitas dari rumah, termasuk Indonesia.<\/p>\n<p>Menariknya, walaupun di Indonesia, gaya manajemen kerja ini terbilang baru dan beberapa dari perusahaan juga masih beradaptasi, di Amerika, gaya manajemen kerja ini sudah terbilang biasa dilakukan. Survei yang dilakukan Gallup pada 2016 mengatakan bahwa<a href=\"https:\/\/blog.jostle.me\/blog\/the-pros-and-cons-of-working-remotely\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">\u00a043 persen pekerja di Amerika telah menghabiskan sebagian waktu bekerjanya untuk bekerja secara\u00a0<em>remote<\/em><\/a>.<\/p>\n<p>Bahkan, secara global, menurut survei yang melibatkan 18 ribu pekerja profesional di 96 perusahaan internasional, menyebut bahwa hampir\u00a0<a href=\"https:\/\/www.cnbc.com\/2018\/05\/30\/70-percent-of-people-globally-work-remotely-at-least-once-a-week-iwg-study.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">70 persen pekerja profesional sudah melakukan\u00a0<em>remote working<\/em>\u00a0seminggu sekali<\/a>, dan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.cnbc.com\/2018\/05\/30\/70-percent-of-people-globally-work-remotely-at-least-once-a-week-iwg-study.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">53 persen lainnya melakukan\u00a0<em>remote work<\/em>\u00a0sebanyak 3-4 hari dalam seminggu<\/a>.<\/p>\n<p>Tapi, tentu saja, ada kelebihan serta kekurangan yang akan dirasakan HR dan perusahaan ketika memutuskan untuk menerapkan kebijakan\u00a0<em>remote work<\/em>. Anda pun harus tahu kelebihan serta kekurangan dari\u00a0<em>remote work<\/em>, apalagi\u00a0<em>remote work<\/em>\u00a0digadang-gadang akan menjadi tren yang masih akan berlanjut di tahun 2021, atau bahkan menjadi tren menetap.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_26 counter-hierarchy\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">TOPICS<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/kelebihan-dan-kekurangan-remote-work\/#Kelebihan_dari_remote_work\" title=\"Kelebihan dari\u00a0remote work\">Kelebihan dari\u00a0remote work<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/kelebihan-dan-kekurangan-remote-work\/#1_Irit_biaya\" title=\"1. Irit biaya\">1. Irit biaya<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/kelebihan-dan-kekurangan-remote-work\/#2_Permudah_rekrutmen\" title=\"2. Permudah rekrutmen\">2. Permudah rekrutmen<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/kelebihan-dan-kekurangan-remote-work\/#3_Kepuasan_bekerja\" title=\"3. Kepuasan bekerja\">3. Kepuasan bekerja<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/kelebihan-dan-kekurangan-remote-work\/#4_Produktivitas\" title=\"4. Produktivitas\">4. Produktivitas<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/kelebihan-dan-kekurangan-remote-work\/#Kekurangan_dari_remote_work\" title=\"Kekurangan dari\u00a0remote work\">Kekurangan dari\u00a0remote work<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/kelebihan-dan-kekurangan-remote-work\/#1_Tidak_untuk_semua_pekerjaan\" title=\"1. Tidak untuk semua pekerjaan\">1. Tidak untuk semua pekerjaan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/kelebihan-dan-kekurangan-remote-work\/#2_Sulit_berkoordinasi\" title=\"2. Sulit berkoordinasi\">2. Sulit berkoordinasi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/kelebihan-dan-kekurangan-remote-work\/#3_Sulit_menerapkan_budaya_kerja\" title=\"3. Sulit menerapkan budaya kerja\">3. Sulit menerapkan budaya kerja<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/kelebihan-dan-kekurangan-remote-work\/#4_Waktu_kerja_yang_tidak_terbatas\" title=\"4. Waktu kerja yang tidak terbatas\">4. Waktu kerja yang tidak terbatas<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kelebihan_dari_remote_work\"><\/span><strong>Kelebihan dari\u00a0<em>remote work<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Irit_biaya\"><\/span>1. Irit biaya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Dengan menerapkan kebijakan\u00a0<em>remote work<\/em>, perusahaan tidak perlu lagi menanggung biaya transportasi pekerjanya. Perusahaan juga tidak perlu menyewa banyak ruang di sebuah perkantoran untuk menempatkan pekerjanya serta membeli banyak peralatan kerja, seperti meja, kursi, atau pengeluaran esensial lainnya seperti listrik dan biaya berlangganan internet.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Permudah_rekrutmen\"><\/span>2. Permudah rekrutmen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ada kalanya, perusahaan sulit menemukan kandidat yang siap untuk datang ke kantor dan tepat untuk mengisi celah keterampilan yang ada. Terkadang, kandidat yang memenuhi kualifikasi dan kebutuhan malah tinggal di kota lain yang memiliki jarak yang cukup jauh dari kantor.<\/p>\n<p>Dengan menerapkan kebijakan kerja jarak jauh, bukan hal yang tidak mungkin bagi perusahaan untuk bisa merekrut kandidat yang memiliki kualifikasi dan memenuhi kebutuhan perusahaan walaupun kandidat tersebut tinggal jauh dari kantor perusahaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Kepuasan_bekerja\"><\/span>3. Kepuasan bekerja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Perusahaan dapat meningkatkan tingkat kepuasan pekerjanya dengan menerapkan kebijakan bekerja jarak jauh. Lewat kebijakan ini, pekerja bisa lebih leluasa dalam mempergunakan waktunya dan mencari tempat terbaiknya untuk tetap produktif dan menghasilkan hasil pekerjaan yang efektif. Tingginya tingkat kepuasan pekerja juga bisa meningkatkan angka retensi pekerja dan meningkatkan angka produktivitas yang dimiliki pekerja<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Produktivitas\"><\/span>4. Produktivitas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Menurut penelitian yang dilakukan oleh Harvard Business Review, 4,4 persen hasil pekerjaan dari pekerja mengalami peningkatkan setelah perusahaan menerapkan kebijakan\u00a0<em>remote working<\/em>. Kemudian, penelitian yang dilakukan oleh Universitas Stanford juga mengatakan bahwa 13 persen dari 16 ribu pekerja yang bekerja secara remote mengalami peningkatkan produktivitas.<\/p>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img class=\"kg-image\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/tD6Dn_M3mj9qmpxvYsXqUeRmPDM8YDi0NgLXH9SCoo1l0nwaKBj4nAKdcHZ7M90BVVDKStpvKFzqt4Fy61NKSnc8nvkWt0F-o9NbuPiZC0Yr4HsBUxbHAirOlN4KzaOnUNlD5h31\" alt=\"\" \/><\/figure>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kekurangan_dari_remote_work\"><\/span><strong>Kekurangan dari\u00a0<em>remote work<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Tidak_untuk_semua_pekerjaan\"><\/span>1. Tidak untuk semua pekerjaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sayangnya, kebijakan manajemen untuk melakukan\u00a0<em>remote work<\/em>\u00a0tidak untuk semua jenis perusahaan.\u00a0<em>Remote work<\/em>\u00a0lebih cocok untuk diterapkan di perusahaan yang dapat memberikan hak otonomi kepada pekerjanya, seperti perusahaan\u00a0<em>start-up<\/em>\u00a0dan teknologi. Sedangkan pekerjaan seperti akuntan, tenaga kesehatan,\u00a0<em>frontliner<\/em>\u00a0bank, memiliki kemungkinan yang sedikit dalam menerapkan kebijakan\u00a0<em>remote work<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Sulit_berkoordinasi\"><\/span>2. Sulit berkoordinasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Karena pekerja yang tersebar di berbagai daerah dan kota, atau bahkan negara, koordinasi menjadi hal yang sulit bagi sebuah tim. Pekerja harus sudah paham akan penggunaan teknologi yang bisa menunjang koordinasi antar rekan setimnya. Jika koordinasi ini menjadi masalah yang tidak dapat diselesaikan, maka kebijakan\u00a0<em>remote working<\/em>\u00a0bukanlah kebijakan kerja yang cocok untuk perusahaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Sulit_menerapkan_budaya_kerja\"><\/span>3. Sulit menerapkan budaya kerja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>HR akan kesulitan dalam menanamkan nilai-nilai budaya kerja jika pekerja tidak berada di satu tempat yang sama. Padahal, budaya kerja yang kuat tertanam di pekerja dapat menjadi aspek penting untuk\u00a0<em>employer branding<\/em>\u00a0sebuah perusahaan. Tapi, tentu saja, ada beberapa cara untuk mempertahankan budaya kerja walaupun seluruh pekerja bekerja secara\u00a0<em>remote<\/em>.\u00a0<a href=\"https:\/\/www.kalibrr.com\/blog\/2020\/11\/5-langkah-pertahankan-budaya-tempat-kerja-di-tengah-pandemi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Artikel ini bisa membantu Anda dalam terus mengukuhkan budaya kerja perusahaan<\/a>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Waktu_kerja_yang_tidak_terbatas\"><\/span>4. Waktu kerja yang tidak terbatas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><em>Remote work<\/em>\u00a0membuat garis antara beristirahat dan bekerja menjadi samar. Banyak pekerja yang bahkan masih bekerja ketika jam kantor sudah lewat. Ada pekerja yang bahkan masih dihubungi oleh atasannya bahkan ketika hari sudah larut malam. Di Indonesia, sebuah\u00a0<a href=\"https:\/\/vanaya.co.id\/public\/why-remote-working-wont-last\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">survei yang dilakukan oleh perusahaan\u00a0<em>coaching<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>leadership<\/em>\u00a0menyatakan dari 100 pekerja profesional yang bekerja secara\u00a0<em>remote<\/em>, 70 persen dari mereka mengatakan sering kelelahan akibat jam kerja yang tidak beraturan<\/a>.<\/p>\n<p>Setiap keputusan yang diambil oleh perusahaan pasti memiliki konsekuensi bagi pekerja atau manajemen. Jika\u00a0<em>remote work<\/em>\u00a0tidak dilaksanakan sesuai standar operasional, pekerja bahkan bisa mengalami kelelahan secara fisik dan mental, serta mempengaruhi kinerjanya dalam bekerja, yang pada akhirnya, akan berdampak pada keuntungan perusahaan.<\/p>\n<p>Ada baiknya, HR dan manajemen untuk menyusun secara matang SOP yang akan digunakan selama perusahaan menjalankan\u00a0<em>remote work<\/em>\u00a0di tengah pandemi. Pertimbangkan juga pengeluaran yang akan dikeluarkan oleh pekerja seandainya\u00a0<em>remote work<\/em>\u00a0akan menjadi kebijakan perusahaan yang tetap dan apakah perusahaan akan menanggungnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone  wp-image-8390\" src=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/CTA-contact-us-300x70.jpeg\" alt=\"CTA-contact-us\" width=\"836\" height=\"195\" \/><\/p>\n<p>Artikel ini dilansir dari\u00a0<a href=\"https:\/\/www.forbes.com\/sites\/bryanrobinson\/2020\/06\/19\/is-working-remote-a-blessing-or-burden-weighing-the-pros-and-cons\/?sh=3a184a3540a9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Forbes<\/a>,\u00a0<a href=\"https:\/\/blog.wellable.co\/pros-and-cons-of-remote-work\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Wellable<\/a>, dan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.indeed.com\/career-advice\/finding-a-job\/the-pros-and-cons-of-working-from-home\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Indeed<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap kebijakan yang diambil dan diimplementasikan oleh manusia, baik dalam kehidupannya sehari-hari, maupun dalam pekerjaan, pasti memiliki konsekuensinya tersendiri&#8211;entah itu baik atau buruk. Tidak terkecuali, ketika HR memutuskan untuk mengubah gaya kerja dan kebiasaan para pekerja, dari datang ke kantor menjadi bekerja jarak jauh, alias\u00a0remote working. Remote working, atau yang bisa juga dikenal sebagai\u00a0telecommuting\u00a0atau kerja [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":8395,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[16],"tags":[131],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8389"}],"collection":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8389"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8389\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8395"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8389"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8389"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8389"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}