{"id":8651,"date":"2020-11-28T01:03:41","date_gmt":"2020-11-28T01:03:41","guid":{"rendered":"https:\/\/keblog.demoapp.xyz\/?p=8651"},"modified":"2022-10-19T03:56:08","modified_gmt":"2022-10-19T03:56:08","slug":"proses-rekrutment-yang-baik-pentingkah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/proses-rekrutment-yang-baik-pentingkah","title":{"rendered":"Proses Rekrutment yang Baik, Pentingkah?"},"content":{"rendered":"<p>Banyaknya orang yang membutuhkan pekerjaan sekarang memang tidak sebanding dengan sedikitnya lowongan pekerjaan yang ada. Namun, bukan berarti rekruter bisa dengan mudah menemukan talenta berkualitas yang diinginkan dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Bukan berarti juga, rekruter bisa memperlakukan kandidat semaunya. Justru, sebagai garda terdepan perusahaan di para kandidat, rekruter harus bisa memposisikan diri sebagai wakil perusahaan yang baik di mata kandidat.<\/p>\n<p>Kandidat yang memiliki pengalaman buruk dengan proses rekrutmen sebuah perusahaan memiliki kemungkinan untuk menyebarkan pengalamannya di media sosial atau situs review perusahaan, dan membuat kandidat-kandidat lainnya yang berpotensi menjadi pekerja berkualitas di perusahaan enggan melamar.\u00a0<em>Review<\/em>\u00a0negatif mengenai proses rekrutmen yang buruk tidak hanya terjadi di perusahaan kecil, namun juga terjadi pada perusahaan besar atau bahkan terkenal.\u00a0<a href=\"https:\/\/beamery.com\/academy\/talent-attraction-index-exec-summary\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hanya ada 59 perusahaan dari Fortune Global 500 yang memiliki skor 80 persen dalam kategori \u201c<em>would recommend to a friend<\/em>\u201d di situs Glassdoor<\/a>.<\/p>\n<p>Rekruter pun jadi kesulitan untuk mendapatkan pekerja yang berkualitas dan berkompetensi untuk perusahaan karena proses rekrutmen buruk yang dialami seorang kandidat. Tentu saja, hal ini merugikan perusahaan dari sisi biaya rekrutmen dan reputasinya.<\/p>\n<p>Perusahaan harus merogoh kocek lebih dalam untuk sekadar melakukan iklan lowongan pekerjaan di seluruh\u00a0<em>platform<\/em>\u00a0pencarian kerja, mengeluarkan lebih banyak biaya untuk memperbaiki reputasinya di mata kandidat, dan masih banyak lagi kerugian-kerugian yang harus ditanggung perusahaan akibat buruknya proses rekrutmen yang dirasakan oleh kandidat.<\/p>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img class=\"kg-image\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/8LPYe57rq1mYMHdw5Cw1phBDaH1wk07aCuypNDzBNY4dT_c3g4_ymjr6IdTlJnxHCtPcTjQJKaY1cVdLKFlcAogyvYcmhNb-tEw9x-TYed1VfdFpzENhagYW2klG51KLHY-vT5FM\" alt=\"\" \/><\/figure>\n<p>Dampak negatif inilah yang menjadi alasan pentingnya good candidate experience alias pengalaman rekrutmen yang baik. Lewat\u00a0<em>good candidate experience<\/em>, rekruter bisa menghindari kemungkinan-kemungkinan terburuk yang bisa terjadi akibat pengalaman proses rekrutmen yang buruk yang dirasakan oleh kandidat.. Terdapat lima fakta menarik yang bisa menjadi alasan kuat sebuah perusahaan untuk menerapkan\u00a0<em>good candidate experience\u00a0<\/em>untuk kandidatnya:<\/p>\n<ol>\n<li><a href=\"http:\/\/www.careerarc.com\/blog\/2016\/06\/candidate-experience-study-infographic\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">60 persen dari 1200 kandidat profesional yang disurvei pernah mengalami pengalaman proses rekrutmen yang buruk<\/a>, di mana 72 persen dari mereka memutuskan untuk membagi pengalaman buruk mereka secara\u00a0<em>online<\/em>\u00a0atau ke orang lain secara langsung.<\/li>\n<li><a href=\"http:\/\/www.careerarc.com\/blog\/2016\/06\/candidate-experience-study-infographic\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">60 persen dari 374 HR profesional pernah membaca\u00a0<em>review<\/em>\u00a0negatif\u00a0<\/a>yang ditujukan ke proses rekrutmen perusahaannya.<\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.lever.co\/blog\/7-stats-to-convince-your-team-of-the-importance-of-candidate-experience\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">80 persen kandidat yang tidak mendapat kabar tentang kelanjutan aplikasi lamarannya<\/a>\u00a0memutuskan untuk tidak kembali melamar ke perusahaan tersebut..<\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.shrm.org\/resourcesandtools\/hr-topics\/technology\/pages\/study-most-job-seekers-abandon-online-job-applications.aspx\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">60 persen kandidat memutuskan batal melamar kerja<\/a>\u00a0karena proses aplikasi lamaran yang berbelit dan panjang<\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/business.linkedin.com\/content\/dam\/business\/talent-solutions\/global\/en_us\/c\/pdfs\/global-talent-trends-report.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">83 persen kandidat yang mengalami pengalaman buruk\u00a0<em>interview<\/em>\u00a0dengan rekruter biasa akan berpikir ulang<\/a>\u00a0untuk melanjutkan lamarannya atau bahkan melamar di perusahaan tersebut lagi.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Jika rekruter ingin meraih kandidat berkualitas dan berkompetensi sebanyaknya untuk\u00a0<em>talent pool<\/em>\u00a0dan merekrut mereka-mereka yang memiliki potensi dalam mengembangkan perusahaan, maka diperlukan proses rekrutmen yang baik pula. Beberapa pertanyaan ini bisa membantu rekruter untuk melakukan serta menerapkan proses rekrutmen yang baik:<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_26 counter-hierarchy\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">TOPICS<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/proses-rekrutment-yang-baik-pentingkah\/#1_Apa_ekspektasi_kandidat_terbaik_menurut_perusahaan\" title=\"1. Apa ekspektasi kandidat terbaik menurut perusahaan?\">1. Apa ekspektasi kandidat terbaik menurut perusahaan?<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/proses-rekrutment-yang-baik-pentingkah\/#2_Apa_impresi_yang_ingin_disampaikan_ke_kandidat\" title=\"2. Apa impresi yang ingin disampaikan ke kandidat?\">2. Apa impresi yang ingin disampaikan ke kandidat?<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/proses-rekrutment-yang-baik-pentingkah\/#3_Bagaimana_cara_rekruter_bangun_hubungan_dengan_kandidat\" title=\"3. Bagaimana cara rekruter bangun hubungan dengan kandidat?\">3. Bagaimana cara rekruter bangun hubungan dengan kandidat?<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/proses-rekrutment-yang-baik-pentingkah\/#4_Seperti_apa_bentuk_dan_tingkat_kesulitan_pengisian_aplikasi_lamaran_yang_nanti_diisi_oleh_kandidat\" title=\"4. Seperti apa bentuk dan tingkat kesulitan pengisian aplikasi lamaran yang nanti diisi oleh kandidat?\">4. Seperti apa bentuk dan tingkat kesulitan pengisian aplikasi lamaran yang nanti diisi oleh kandidat?<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/proses-rekrutment-yang-baik-pentingkah\/#5_Bagaimana_proses_interview_kandidat_akan_berjalan\" title=\"5. Bagaimana proses\u00a0interview\u00a0kandidat akan berjalan?\">5. Bagaimana proses\u00a0interview\u00a0kandidat akan berjalan?<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Apa_ekspektasi_kandidat_terbaik_menurut_perusahaan\"><\/span>1. Apa ekspektasi kandidat terbaik menurut perusahaan?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sebelum terjun ke lapangan, rekruter bisa membuat daftar ekspektasi mengenai kandidat untuk sebuah posisi. Hal ini dilakukan agar rekruter dan perusahaan dapat mendapat gambaran yang jelas mengenai ekspektasi yang diharapkan dari kandidat-kandidat yang mereka inginkan. Misalnya, ekspektasi yang dipasang untuk kandidat level eksekutif harus berbeda dengan ekspektasi untuk kandidat di level<em>\u00a0junior staff<\/em>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Apa_impresi_yang_ingin_disampaikan_ke_kandidat\"><\/span>2. Apa impresi yang ingin disampaikan ke kandidat?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menurut penelitian, impresi \u00a0pertama terbentuk dalam kurang dari 7 detik sejak pertama kali orang bertemu. Maka dari itu penting untuk membangun impresi tentang perusahaan lewat\u00a0<a href=\"\/blog\/strategi-employer-branding-untuk-perusahaan\"><em>employer branding<\/em><\/a>\u00a0dan\u00a0<em>employee value proposition<\/em>, agar kandidat semakin tertarik untuk melamar ke perusahaan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Bagaimana_cara_rekruter_bangun_hubungan_dengan_kandidat\"><\/span>3. Bagaimana cara rekruter bangun hubungan dengan kandidat?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Hubungan yang baik dengan calon kandidat bisa dimulai dari mana saja. Sebut saja media sosial atau membuat\u00a0<em>event<\/em>\u00a0untuk calon kandidat atau\u00a0<em>newsletter<\/em>\u00a0untuk calon kandidat yang pernah masuk ke dalam situs perusahaan. Lewat kegiatan-kegiatan ini, calon kandidat bisa mempertimbangkan diri untuk melamar di perusahaan. Hubungan yang erat dengan calon kandidat juga dapat meningkatkan\u00a0<em>awareness<\/em>\u00a0mereka terhadap perusahaan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Seperti_apa_bentuk_dan_tingkat_kesulitan_pengisian_aplikasi_lamaran_yang_nanti_diisi_oleh_kandidat\"><\/span>4. Seperti apa bentuk dan tingkat kesulitan pengisian aplikasi lamaran yang nanti diisi oleh kandidat?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><em>Good candidate experience<\/em>\u00a0biasanya melibatkan pertanyaan dan obrolan seputar proses aplikasi lamaran. Rata-rata,\u00a0<a href=\"http:\/\/www.careerarc.com\/blog\/2016\/06\/candidate-experience-study-infographic\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">seorang kandidat menghabiskan sekitar 3 sampai 4 jam untuk membuat aplikasi lamaran<\/a>\u00a0dan jika\u00a0<a href=\"https:\/\/www.shrm.org\/resourcesandtools\/hr-topics\/technology\/pages\/study-most-job-seekers-abandon-online-job-applications.aspx\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">aplikasi dirasa berbelit dan panjang, kandidat biasa memutuskan untuk tidak melanjutkan proses aplikasi lamaran<\/a>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Bagaimana_proses_interview_kandidat_akan_berjalan\"><\/span>5. Bagaimana proses\u00a0<em>interview<\/em>\u00a0kandidat akan berjalan?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pengalaman rekrutmen yang baik juga melibatkan proses\u00a0<em>interview<\/em>, malah proses\u00a0<em>interview<\/em>\u00a0menjadi bagian yang paling krusial dari proses rekrutmen. Jika rekruter gagal memberi impresi dan ekspektasi kepada kandidat, hal ini bisa menyebabkan kandidat yang rekruter inginkan dan sesuai dengan kualifikasi batal melanjutkan lamarannya dan memilih mencari perusahaan lain.<\/p>\n<p>Penerapan proses rekrutmen yang mudah dan baik tidak hanya menguntungkan dari sisi kandidat, namun dapat meningkatkan reputasi perusahaan di mata calon kandidat lainnya, sehingga perusahaan dapat menghasilkan pekerja-pekerja berkompetensi tinggi dan daya saing yang baik.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-8390 aligncenter\" src=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/CTA-contact-us-300x70.jpeg\" alt=\"CTA-contact-us\" width=\"827\" height=\"193\" \/><\/p>\n<p>Artikel ini dilansir dari\u00a0<a href=\"https:\/\/beamery.com\/blog\/candidate-experience\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Beamery<\/a>,\u00a0<a href=\"https:\/\/www.lever.co\/blog\/7-stats-to-convince-your-team-of-the-importance-of-candidate-experience\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Lever<\/a>, dan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.smartrecruiters.com\/resources\/glossary\/candidate-experience\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Smart Recruiters<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyaknya orang yang membutuhkan pekerjaan sekarang memang tidak sebanding dengan sedikitnya lowongan pekerjaan yang ada. Namun, bukan berarti rekruter bisa dengan mudah menemukan talenta berkualitas yang diinginkan dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Bukan berarti juga, rekruter bisa memperlakukan kandidat semaunya. Justru, sebagai garda terdepan perusahaan di para kandidat, rekruter harus bisa memposisikan diri sebagai wakil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":8657,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8651"}],"collection":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8651"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8651\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8657"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8651"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8651"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8651"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}