{"id":9029,"date":"2020-10-16T07:32:49","date_gmt":"2020-10-16T07:32:49","guid":{"rendered":"https:\/\/keblog.demoapp.xyz\/?p=9029"},"modified":"2022-11-24T14:22:55","modified_gmt":"2022-11-24T07:22:55","slug":"manfaat-ats-untuk-rekruter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/manfaat-ats-untuk-rekruter","title":{"rendered":"Manfaat ATS untuk Rekruter"},"content":{"rendered":"<p>Rekruter pasti pernah merasakan lelahnya memilah dan memilih ratusan hingga ribuan talent untuk beberapa atau sebuah posisi di perusahaan. Dari ratusan hingga ribuan\u00a0<em>talent<\/em>\u00a0tersebut harus dieliminasi satu per satu dan diteliti resumenya agar ditemukan talent terbaik yang paling berkualitas untuk perusahaan. Tentu saja, proses ini bisa memakan waktu berhari-hari bahkan hingga bulanan, karena benar-benar murni mengandalkan\u00a0<em>tools<\/em>\u00a0manual dalam memproses seluruh informasi yang ada.<\/p>\n<p>Namun kini, ada sebuah sistem yang dapat mempersingkat waktu penyeleksian resume dan mempermudah rekruter untuk memilah talent-talent terbaik yang sesuai dengan kebutuhan dan posisi yang terbuka di perusahaan.\u00a0<em>Applicant Tracking System\u00a0<\/em>atau ATS diciptakan untuk membantu rekruter dalam melakukan\u00a0<em>tracking<\/em>\u00a0resume\u00a0<em>talent<\/em>. ATS didesain untuk secara otomatis menyeleksi\u00a0<em>talent<\/em>\u00a0yang tidak memenuhi syarat yang diminta rekruter dan mensimplifikasi proses rekrutmen yang seringkali memakan waktu yang panjang.<\/p>\n<p>Ada beberapa hal yang patut dipertimbangkan rekruter sebelum menggunakan ATS:<\/p>\n<ol>\n<li>Berapa banyak waktu yang dihabiskan hanya untuk menyeleksi\u00a0<em>talent<\/em>?<\/li>\n<li>Berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk mem-posting lowongan kerja terbaru di beberapa\u00a0<em>channel<\/em>\u00a0sekaligus?<\/li>\n<li>Berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk\u00a0<em>follow-up<\/em>\u00a0<em>talent<\/em>\u00a0untuk\u00a0<em>interview<\/em>?<\/li>\n<li>Apakah waktu yang dihabiskan sepadan?<\/li>\n<\/ol>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img class=\"kg-image\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/_-3MbgqQBXLP1CcsrNDUXDt62iEUEzA3a0XpbRtPVwRtVd6j7UkTNtnTqP8SsDdns8VJRRSjFgzY9zfu69frlPT4AXpCaLhJYAo-NXrkru0ZRhU08ArsI24wbUX8CPsieF1RLpui\" alt=\"\" \/><\/figure>\n<p>Cara kerja ATS pun memang tergolong mempermudah rekruter dalam seleksi\u00a0<em>talent<\/em>. Setelah\u00a0<em>talent<\/em>\u00a0selesai memasukkan seluruh data yang diminta sistem, ATS dapat membantu membaca data dan melakukan\u00a0<em>filter<\/em>\u00a0kepada\u00a0<em>talent<\/em>\u00a0mana saja yang memenuhi syarat serta ketentutan posisi pekerjaan yang dibutuhkan rekruter. Rekruter tinggal memilih mana\u00a0<em>talent<\/em>\u00a0yang paling cocok dengan posisi yang ditawarkan dan membuat jadwal\u00a0<em>interview&#8211;juga<\/em>\u00a0lewat ATS. Lewat ATS pula, rekruter bisa mengirimkan pesan komunikasi yang baik kepada\u00a0<em>talent<\/em>, apakah lamaran sudah diterima, apakah kandidat lolos ke tahap berikutnya, diterima kerja atau ditolak.<\/p>\n<p>Lalu, apa saja nilai positif yang rekruter bisa dapatkan lewat ATS, selain mempermudah proses perekrutan?<\/p>\n<p>1. Meningkatkan<em>\u00a0Employer Branding<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>Engagement<\/em><\/p>\n<p>ATS dapat mengukur, menganalisa, dan memperbaiki strategi\u00a0<em>employer branding<\/em>\u00a0yang perusahaan miliki lewat data aplikan yang ada. ATS juga dapat meningkatkan\u00a0<em>engagement<\/em>\u00a0dengan\u00a0<em>talent<\/em>, karena dapat secara otomatis mengirimkan pesan informasi mengenai status lamaran mereka serta keputusan perusahaan untuk menerima atau menolaknya untuk posisi yang dilamar.<\/p>\n<p>2. Hemat Waktu<\/p>\n<p>Rekruter bisa mempersingkat waktu menyeleksi kandidat sesuai dengan informasi yang ada. ATS juga dapat mengurangi bias informasi yang mempersulit rekruter mendapatkan\u00a0<em>talent<\/em>\u00a0terbaik.<\/p>\n<p>3. Hemat Uang<\/p>\n<p>ATS dapat membantu rekruter dalam menganalisa seberapa sukses sebuah iklan lowongan kerja yang terpasang. Rekruter pun bisa memilih peletakkan iklan lowongan pekerjaan terbaik agar mendapatkan lamaran dari talent-talent terbaik lewat data yang diberikan ATS<\/p>\n<p>4. Meningkatkan Jangkauan Talent<\/p>\n<p>ATS menggunakan teknik SEO dalam menyasar konsumen iklan lowongan, sehingga sasaran iklan tepat dan\u00a0<em>talent-talent<\/em>\u00a0yang melamar pun merupakan\u00a0<em>talent-talent<\/em>\u00a0yang tepat sesuai dengan informasi yang dimasukkan rekruter ke dalam ATS.<\/p>\n<p>5. Gambaran Informasi Talent Lebih Baik<\/p>\n<p>Seluruh informasi sudah tersimpan dan terlacak dengan baik oleh ATS. Bahkan, dengan ATS, rekruter bisa membandingkan resume antara\u00a0<em>talent<\/em>, mencari\u00a0<em>talent<\/em>\u00a0terbaik lewat filter yang diinginkan, dan mengurangi kemungkinan tidak terbacanya resume\u00a0<em>talent<\/em>\u00a0karena terselip di dokumen yang berceceran di meja kerja.<\/p>\n<p>Masih banyak lagi keuntungan yang bisa rekruter dapatkan lewat penggunaan ATS. ATS pun dapat menyimpan data\u00a0<em>talent-talent<\/em>\u00a0yang tidak terpilih jadi pekerja, yang suatu saat mungkin akan dibutuhkan rekruter untuk lowongan pekerjaan yang lain.<\/p>\n<p>Jika rekruter ingin lebih tahu mengenai ATS dan bagaimana cara kerjanya serta manfaat apa yang bisa didapatkan dari penggunaan ATS, Kalibrr bisa memberikan jawaban! Hubungi Kalibrr lewat banner di bawah ini atau klik informasi ini untuk langsung berbicara dengan\u00a0<a href=\"https:\/\/tap.link\/@kalibrrhub\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">Sales Representative<\/a>\u00a0kami!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rekruter pasti pernah merasakan lelahnya memilah dan memilih ratusan hingga ribuan talent untuk beberapa atau sebuah posisi di perusahaan. Dari ratusan hingga ribuan\u00a0talent\u00a0tersebut harus dieliminasi satu per satu dan diteliti resumenya agar ditemukan talent terbaik yang paling berkualitas untuk perusahaan. Tentu saja, proses ini bisa memakan waktu berhari-hari bahkan hingga bulanan, karena benar-benar murni mengandalkan\u00a0tools\u00a0manual [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":9030,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[16],"tags":[164],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9029"}],"collection":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9029"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9029\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9030"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9029"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9029"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9029"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}