{"id":9621,"date":"2019-12-02T16:17:35","date_gmt":"2019-12-02T16:17:35","guid":{"rendered":"https:\/\/keblog.demoapp.xyz\/?p=9621"},"modified":"2022-10-19T04:54:55","modified_gmt":"2022-10-19T04:54:55","slug":"kenapa-harus-ghosting-kalau-bisa-caspering","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/kenapa-harus-ghosting-kalau-bisa-caspering","title":{"rendered":"Kenapa Harus Ghosting Kalau Bisa Caspering?"},"content":{"rendered":"<p class=\"text-align-justify\">Sudah bukan rahasia lagi jika saat ini ada banyak keluhan <em>jobseeker <\/em>yang mengaku menjadi korban <em>ghosting <\/em>atau yang lebih dikenal dengan istilah PHP (Pemberian Harapan Palsu) oleh <em>recruiter<\/em>. Istilah <em>ghosting <\/em>ini umumnya dikenal penggunaannya dalam <em>romantic relationship<\/em>. Namun, istilah ini juga berlaku dalam menggambarkan hubungan antara <em>recruiter <\/em>dan kandidat loh. Jika diuraikan dalam konteks rekrutmen, <em>ghosting <\/em>adalah suatu kondisi yang menggambarkan dimana salah satu pihak atau\u00a0 <em>recruiter<\/em>, memutuskan hubungan dengan kandidat tanpa pemberitahuan yang jelas, serta tidak merespon segala bentuk komunikasi yang dilakukan oleh pihak kandidat.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Tidak bisa dipungkiri, hal ini pun sudah menjadi <em>concern <\/em>sebagian <em>recruiter <\/em>sebagai bentuk perbaikan agar lebih \u2018memanusiakan manusia\u2019. Tidak sedikit pula <em>recruiter <\/em>yang \u2018melek\u2019 akan fenomena ini, namun belum menemukan cara yang efektif untuk mengatasinya karena beberapa tantangan terkait waktu, <em>workload<\/em>, dan sumber daya. Namun, ada pula <em>recruiter <\/em>yang\u00a0 belum sadar akan pentingnya pengaruh ini terhadap kandidat maupun perusahaan itu sendiri.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Padahal, hal ini membawa beberapa dampak negatif tidak hanya kepada kandidat, namun juga menjadi <em>boomerang <\/em>untuk perusahaan itu sendiri loh! Selain berdampak pada <em>company brand<\/em> dan <em>candidate experience<\/em> yang kurang menyenangkan seperti yang diuraikan pada artikel <a href=\"\/blog\/employer-candidate-toxic-relationship\"><strong><em>Employer-Candidate Toxic Relationship<\/em><\/strong><\/a>, hal tersebut juga berdampak pada semakin menyempitnya talent pipeline yang mengurangi kesempatan untuk mendapatkan top talent.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\"><em>Talent pipeline<\/em> adalah sekumpulan data kandidat yang pernah memenuhi syarat namun belum benar-benar diterima bekerja dengan alasan-alasan tertentu. Misalnya ada dua kandidat yang kompeten, namun hanya ada satu lowongan untuk posisi tersebut. Adapun alasan lainnya adalah posisi yang sesuai tidak sedang kosong sehingga tidak memungkinkan apabila kandidat tersebut diproses lebih lanjut.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\"><em>The way we treat the candidate<\/em> dalam hal ini memiliki peran penting dalam menentukan <em>candidate experience<\/em>. Jika <em>recruiter <\/em>ternyata <em>zombie<\/em>-ing atau muncul kembali setelah menghilang tanpa memberikan <em>closure <\/em>kepada kandidat yang pernah diproses sebelumnya, apakah mungkin kandidat masih bersedia untuk kembali diproses lebih lanjut?<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Jika demikian, tidak salah bukan jika <em>top talent<\/em> yang berpotensi untuk mengisi posisi tertentu justru menerapkan prinsip <em>\u2018no turning back\u2019<\/em> ketika kembali hubungi oleh <em>recruiter <\/em>tersebut?<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Tentunya hal tersebut akan berdampak pada <em>shrinking talent pipeline<\/em> yang berujung pada semakin panjangnya <em>time-to-hire<\/em>, dan semakin tingginya <em>cost-to-hire<\/em>, karena harus kembali memulai proses sejak awal yaitu melakukan <em>sourcing <\/em>kandidat .<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Nah, untuk menghindari risiko tersebut, recruiter tentu perlu merefleksikan kembali, serta mengidentifikasi <em>\u2018why we do what we do\u2019<\/em> terlebih dahulu agar dapat menghindari dan mengatasi terjadinya <em>ghosting<\/em>.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_26 counter-hierarchy\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">TOPICS<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/kenapa-harus-ghosting-kalau-bisa-caspering\/#A_Overwhelmed_by_workload\" title=\"A. Overwhelmed by workload\">A. Overwhelmed by workload<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/kenapa-harus-ghosting-kalau-bisa-caspering\/#B_Not-so-important_thing_to_do_yet\" title=\"B. Not-so-important thing to do yet\">B. Not-so-important thing to do yet<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/kenapa-harus-ghosting-kalau-bisa-caspering\/#C_From_consideration_to_benching\" title=\"C. From consideration to benching\">C. From consideration to benching<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/kenapa-harus-ghosting-kalau-bisa-caspering\/#D_A_change_in_priorities\" title=\"D. A change in priorities\">D. A change in priorities<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"A_Overwhelmed_by_workload\"><\/span><strong>A. <em>Overwhelmed by workload<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/35.234.31.133\/sites\/default\/files\/inline-images\/01%20Overwhelmed%20Workload.jpg\" alt=\"ghosting and caspering\" width=\"848\" height=\"558\" data-align=\"center\" data-entity-type=\"file\" data-entity-uuid=\"15c15b2a-6e39-4598-a51d-d251abe2c894\" \/><\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Seringkali beberapa <em>recruiter <\/em>cenderung berkutat dengan tingginya aktivitas pekerjaan ditambah lagi dengan adanya begitu banyak kandidat yang menguras perhatian dalam proses rekrutmen.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Oleh karena itu, akan ada beberapa kandidat yang luput dari perhatian sehingga <em>recruiter <\/em>lalai untuk memberikan informasi lebih lanjut pada kandidat yang belum lolos proses seleksi. Oleh karena itu, seringkali <em>recruiter <\/em>melakukan <em>ghosting <\/em>atau menghilang tanpa kejelasan tanpa benar-benar bermaksud demikian, melainkan untuk murni karena kelalaian yang mengakibatkan adanya kandidat yang luput dari informasi lebih lanjut.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\n<h2 class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"B_Not-so-important_thing_to_do_yet\"><\/span><strong>B. <em>Not-so-important thing to do yet<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Jika poin pertama lebih terkait dengan kendala waktu dan sumber daya, berbeda halnya dengan poin ini. Seringkali beberapa <em>recruiter <\/em>belum menyadari pentingnya memberikan <em>closure <\/em>pada kandidat yang tidak diproses lebih lanjut, karena belum menyadari dampak yang ditimbulkan dari hal tersebut. Akibatnya, memberikan <em>closure <\/em>pada kandidat bukanlah merupakan suatu prioritas dalam pekerjaannya. <em>Well, priority matters.<\/em><\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Jika anda adalah <em>recruiter <\/em>yang relevan dengan poin ini, ada baiknya untuk kembali mengevaluasi dampak yang telah ditimbulkan dari ghosting yang disengaja ataupun tidak disengaja tersebut. Evaluasi dapat dilakukan baik secara <em>time-to-hire<\/em>, <em>cost-to-hire<\/em>, maupun reputasi perusahaan yang mungkin saja tersebar di berbagai media sosial atau forum diskusi online.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Pada dasarnya, <em>treat the human as a human, and don\u2019t play games. Just give a closure so you\u2019re both on the same page.<\/em><\/p>\n<p dir=\"ltr\">\n<h2 class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"C_From_consideration_to_benching\"><\/span><strong>C.<\/strong><em> <strong>From consideration to benching<\/strong><\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Dalam istilah modern <em>dating<\/em>, <em>benching <\/em>adalah proses pendekatan yang tidak memberikan <em>effort <\/em>lebih meskipun terdapat ketertarikan, karena ingin mencari pembanding lainnya. Apabila dikaitkan dengan proses seleksi, seringkali terdapat beberapa kandidat yang cukup memenuhi kualifikasi, namun dibutuhkan kandidat pembanding sebelum dilakukan pengambilan keputusan. Dengan kata lain, akan dibutuhkan waktu untuk mencari pembanding\u00a0 karena belum tercapainya kesepakatan dengan pihak user. Oleh karena belum adanya suatu keputusan, maka recruiter seringkali memilih untuk menunggu final <em>decision <\/em>sebelum memberikan kepastian pada kandidat yang dipertimbangkan tersebut. Akibatnya, kandidat tersebut akan menunggu dalam jangka waktu yang cukup panjang, dan terkadang berakhir luput dari perhatian <em>recruiter<\/em>.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\n<h2 class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"D_A_change_in_priorities\"><\/span><strong>D. <em>A change in priorities<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/35.234.31.133\/sites\/default\/files\/inline-images\/02%20A%20change%20in%20priorities.jpg\" alt=\"ghosting and caspering\" width=\"849\" height=\"558\" data-align=\"center\" data-entity-type=\"file\" data-entity-uuid=\"fffd9ae7-11e8-4235-81c8-90ed817216b7\" \/><\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Sebagai <em>recruiter <\/em>yang memberikan pelayanan pada user layaknya <em>internal customer<\/em>, seringkali menghadapi berbagai macam perubahan mendadak sesuai dengan kebutuhan <em>customer<\/em>. Dalam hal ini, perubahan seringkali terjadi pada posisi yang dibutuhkan, dikarenakan perubahan rencana seperti memaksimalkan karyawan internal untuk mengisi posisi tersebut. Selain itu, terdapat pula perubahan pada <em>job description<\/em> yang seringkali berdampak pada kualifikasi yang dibutuhkan.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Akibatnya, kandidat yang telah diproses sebelumnya, tidak dapat diproses lebih lanjut dikarenakan adanya perbedaan kualifikasi yang dibutuhkan <em>due to the change in priorities<\/em>. Hal tersebut seringkali menjadi alasan <em>recruiter <\/em>untuk memilih melakukan <em>ghosting <\/em>atau menghilang dari proses rekrutmen dibanding memberikan <em>closure <\/em>pada kandidat demi menghindari penyampaian <em>sad truth<\/em>. Namun, bukankah pasti ada cara lain untuk memberikan kepastian pada kandidat?<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Lantas, apakah Anda adalah <em>recruiter <\/em>yang mengalami kendala seperti beberapa poin di atas? Untuk dapat memberikan <em>candidate experience<\/em> yang positif dan mengelola <em>talent pipeline<\/em> dengan baik, <em>recruiter <\/em>dapat menerapkan cara <em>caspering <\/em>yang berarti memberikan <em>closure <\/em>pada kandidat meskipun kandidat tersebut tidak diproses lebih lanjut. Dengan adanya <em>closure <\/em>yang jelas, kandidat akan merasa dihargai oleh pihak perusahaan, dan membantu kandidat untuk mengatur ulang <em>career planning<\/em> dan <em>timeline <\/em>yang mungkin telah mereka <em>arrange <\/em>sebelumnya. Selain itu, dengan adanya <em>candidate experience<\/em> yang positif, kandidat pun tidak akan ragu untuk kembali mengikuti proses seleksi jika terdapat posisi yang sesuai ke depannya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Jika merasa terkendala karena poin-poin di atas, <em>well, it\u2019s time to remove yourself from the process and let the automation tools do the rest!<\/em><\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Dengan menggunakan sistem E-Recruitment atau ATS, recruiter akan lebih mudah mengorganisir seluruh kandidat pada setiap tahapan seleksi karena adanya informasi terkait seluruh kandidat yang sedang terlibat dalam proses seleksi. Dengan demikian, tentu akan meminimalisir adanya kandidat yang luput dari perhatian <em>recruiter<\/em>.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Selain untuk mengorganisir kandidat, adanya <em>automation tools<\/em> seperti itu akan memungkinkan kandidat untuk melacak status proses seleksinya dengan mudah. Sehingga, ketika kandidat tertentu dipindahkan pada <em>folder rejected<\/em>, maka kandidat tersebut dapat melihat statusnya pada akun pribadinya, atau mendapatkan notifikasi secara otomatis dari sistem E-Recruitment atau ATS.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Semua fitur tersebut yang memudahkan Anda dalam melakukan proses <em>recruitment <\/em>secara cepat, mudah, dan tepat dapat ditemukan pada <em>platform recruitment<\/em> Kalibrr, yang tak hanya membantu Anda mengelola pipeline namun sampai <em>hiring the right talent<\/em> yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dengan menggunakan fitur-fitur yang ada di Kalibrr, Anda dapat meningkatkan pengalaman kandidat ketika melamar pekerjaan di perusahaan Anda dan mengurangi proses administrasi yang melelahkan hingga 90%!<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\"><strong><em>Thus, there\u2019s no more too much effort and being overwhelmed by the process, right?<\/em><\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.kalibrr.com\/contactus\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/35.234.31.133\/sites\/default\/files\/inline-images\/02%20CTA%20blog_0_18.jpg\" alt=\"cta\" width=\"850\" height=\"223\" data-align=\"center\" data-entity-type=\"file\" data-entity-uuid=\"349f416e-6509-41cc-8cda-d103b2a1a6be\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.kalibrr.com\/contactus\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">\u00a0<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sudah bukan rahasia lagi jika saat ini ada banyak keluhan jobseeker yang mengaku menjadi korban ghosting atau yang lebih dikenal dengan istilah PHP (Pemberian Harapan Palsu) oleh recruiter. Istilah ghosting ini umumnya dikenal penggunaannya dalam romantic relationship. Namun, istilah ini juga berlaku dalam menggambarkan hubungan antara recruiter dan kandidat loh. Jika diuraikan dalam konteks rekrutmen, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":9632,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9621"}],"collection":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9621"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9621\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9632"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9621"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9621"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9621"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}