{"id":9806,"date":"2019-10-28T13:27:52","date_gmt":"2019-10-28T13:27:52","guid":{"rendered":"https:\/\/keblog.demoapp.xyz\/?p=9806"},"modified":"2022-10-19T03:56:15","modified_gmt":"2022-10-19T03:56:15","slug":"awas-kandidat-ghosting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/awas-kandidat-ghosting","title":{"rendered":"Awas Kandidat Ghosting!"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400\">Pernahkah Anda menghadapi kandidat yang mundur tanpa kabar dari proses seleksi? Sudah susah-susah menjaring\u00a0<em>top talent<\/em>, namun tiba-tiba kandidat tersebut menghilang tanpa kabar setelah mengonfirmasi akan hadir di jadwal seleksi yang sudah disepakati? Atau bahkan menghilang setelah proses nego gaji dan tidak ada respon ketika dihubungi?<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\"><em>Well, congratulations<\/em>! Anda adalah korban kandidat ghosting!<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Fenomena\u00a0<em>ghosting<\/em>\u00a0di dunia rekrutmen saat ini bukan lagi merupakan hal asing. Bahkan, fenomena ini adalah salah satu tantangan rekrutmen \u2018kekinian\u2019 yang membawa kerugian bagi perusahaan secara biaya,\u00a0<em>effort<\/em>, dan waktu.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Bagi Anda yang belum familiar dengan istilah ini, kandidat\u00a0<em>ghosting\u00a0<\/em>adalah suatu kondisi \u2018bertepuk sebelah tangan\u2019 dimana kandidat mundur dari proses rekrutmen tanpa pemberitahuan yang jelas, serta tidak merespon segala bentuk komunikasi yang dilakukan oleh pihak perusahaan. Apakah Anda pernah menjadi salah satu korbannya?<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Nah, lantas apa saja sih dampak dari kandidat yang ghosting?<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Kehilangan kesempatan mendapatkan<em>\u00a0top talent<\/em>. Ketika alokasi waktu dan\u00a0<em>effort\u00a0<\/em>untuk proses seleksi dan\u00a0<em>interview\u00a0<\/em>difokuskan pada kandidat yang dianggap paling potensial, tentu saja akan ada kandidat-kandidat lain yang belum diproses lebih lanjut. Maka, ketika kandidat paling potensial tersebut \u2018menghilang\u2019, maka kandidat lain lah yang akan diproses lebih lanjut. Namun, apa jadinya jika kandidat potensial lainnya pun ternyata sudah terlanjur bekerja di perusahaan lain?<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\"><em>Extended fulfillment duration<\/em>. Hilangnya kandidat tersebut tentu saja akan memperpanjang waktu pemenuhan kebutuhan karyawan. Bagaimana tidak? Proses rekrutmen harus kembali dimulai lagi sejak awal untuk mencari pengganti<em>\u00a0top talent<\/em>\u00a0yang ghosting.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\"><em>Lost time<\/em>. Bisa dibayangkan bukan, waktu yang terbuang untuk proses seleksi yang tidak \u2018menghasilkan\u2019?<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Dari\u00a0<em>workload\u00a0<\/em>turun ke\u00a0<em>turnover<\/em>. Jika dibutuhkan waktu lebih lama untuk menggantikan kandidat yang\u00a0<em>ghosting<\/em>, maka tentu akan berdampak pada meningkatnya\u00a0<em>workload<\/em>\u00a0pada bagian terkait. Akibatnya, akan mengganggu aktivitas operasional dan bahkan pekerjaan tersebut harus di-handle oleh tim yang ada. Bukankah sangat mungkin jika tim yang ada justru memilih untuk resign karena merasa\u00a0<em>overload<\/em>?<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\"><em>Well<\/em>, nggak mau dong jadi korban ghosting lagi dan berdampak seperti uraian di atas!<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Kabar gembiranya,\u00a0<em>ghosting\u00a0<\/em>ini bisa diminimalisir lho. Tentunya perlu dipahami terlebih dahulu\u00a0<em>root cause<\/em>-nya untuk memberikan solusi yang tepat. Yuk, kita kenali kemungkinan-kemungkinan alasan\u00a0<em>ghosting\u00a0<\/em>dari perspektif kandidat, serta cara meminimalisirnya.\u00a0<em>Check it out!<\/em><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\">\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_26 counter-hierarchy\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">TOPICS<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/awas-kandidat-ghosting\/#Theiseng-iseng_beruntung_or_passive_candidate\" title=\"The\u2018iseng-iseng beruntung\u2019\u00a0or passive candidate.\">The\u2018iseng-iseng beruntung\u2019\u00a0or passive candidate.<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/awas-kandidat-ghosting\/#Uncomfortable_to_tell_the_truth\" title=\"Uncomfortable to tell the truth\">Uncomfortable to tell the truth<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/awas-kandidat-ghosting\/#Better_opportunity_in_another_company_during_waiting_period\" title=\"Better opportunity in another company during \u2018waiting period\u2019\u00a0\">Better opportunity in another company during \u2018waiting period\u2019\u00a0<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/awas-kandidat-ghosting\/#Uncertainty\" title=\"Uncertainty\">Uncertainty<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/awas-kandidat-ghosting\/#Merasa_tidak_dihargai\" title=\"Merasa tidak dihargai\">Merasa tidak dihargai<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/awas-kandidat-ghosting\/#Bad_or_unclear_companys_reputation\" title=\"Bad or unclear company\u2019s reputation\">Bad or unclear company\u2019s reputation<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Theiseng-iseng_beruntung_or_passive_candidate\"><\/span><em>The<\/em>\u2018iseng-iseng beruntung\u2019\u00a0<em>or passive candidate.<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400\">Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Kalibrr Indonesia, sebesar 86%\u00a0<em>top talent<\/em>\u00a0adalah karyawan yang telah bekerja dan tidak secara aktif mencari pekerjaan (<em>passive candidate<\/em>). Artinya, terdapat kemungkinan bahwa\u00a0<em>passive candidate\u00a0<\/em>tersebut hanya bertujuan untuk mencoba \u2018peruntungan\u2019 di perusahaan lain, bukan membutuhkan pekerjaan. Dengan demikian, ketika kandidat merasa pekerjaan atau benefit yang ditawarkan tidak lebih baik dibandingkan dengan di tempat bekerjanya saat ini, maka kandidat dapat dengan mudah memutuskan untuk berhenti dari proses seleksi.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Salah satu cara yang bisa digunakan untuk menghindari\u00a0<em>ghosting\u00a0<\/em>ketika menghadapi\u00a0<em>passive candidate<\/em>\u00a0adalah dengan menceritakan pengalaman\u00a0<em>ghosting\u00a0<\/em>yang pernah dialami, serta konsekuensinya terhadap reputasi kandidat sejak awal. Pada dasarnya, kandidat akan berfokus pada dampak terhadap dirinya dibandingkan dampak terhadap perusahaan. Oleh karena itu, dengan membagikan pengalaman tersebut dan meningkatkan\u00a0<em>awareness\u00a0<\/em>kandidat terkait\u00a0<em>ghosting<\/em>, kandidat akan berpikir lebih panjang sebelum menghilang tanpa kabar dari proses seleksi.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><b><\/b><br \/>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Uncomfortable_to_tell_the_truth\"><\/span><em>Uncomfortable to tell the truth<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400\">Bagi kandidat penganut \u2018diam itu emas\u2019,\u00a0<em>ghosting\u00a0<\/em>adalah pilihan paling ideal untuk menghindari penyampaian\u00a0<em>sad truth<\/em>, konflik atau argumen. Adanya perasaan tidak nyaman untuk menyampaikan alasan sebenarnya, mendorong kandidat untuk\u00a0<em>stay silent and flight<\/em>. Dengan demikian, sebagai\u00a0<em>recruiter<\/em>, ada baiknya berusaha untuk menciptakan\u00a0<em>safe environment and tell them if they\u2019re secure to tell the truth from the very beginning.<\/em>\u00a0Kalimat sederhana seperti \u201cjika ada kendala atau kesulitan apapun selama proses seleksi berlangsung,\u00a0<em>don\u2019t be hesitate to let me know<\/em>, ya\u201d seringkali cukup untuk menunjukkan keterbukaan dan membuat mereka merasa aman. Langkah ini juga bisa digunakan untuk melengkapi cara di poin A tadi lho.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><b><\/b><br \/>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Better_opportunity_in_another_company_during_waiting_period\"><\/span><em>Better opportunity in another company during \u2018waiting period\u2019\u00a0<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400\">Seringkali\u00a0<em>ghosting\u00a0<\/em>terjadi apabila kandidat mendapatkan kesempatan yang lebih baik di perusahaan lain ketika sedang dalam \u2018masa tunggu\u2019 untuk proses atau keputusan lebih lanjut.\u00a0<em>Thus, it\u2019s really important to make the process quick &amp; painless<\/em>. Sistem\u00a0<em>one day hiring<\/em>\u00a0adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi waktu dalam proses seleksi.\u00a0<em>One day hiring<\/em>\u00a0adalah strategi untuk menyelesaikan seluruh rangkaian proses seleksi karyawan dalam satu hari, termasuk dalam pengambilan keputusan lolos atau tidaknya. Dengan demikian, sistem ini dapat meminimalisir kesempatan perusahaan lain untuk \u2018merebut\u2019\u00a0<em>top talent\u00a0<\/em>yang sedang diproses.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><b><\/b><br \/>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Uncertainty\"><\/span><em>Uncertainty<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400\">Seringkali ketidakpastian adalah salah satu alasan kandidat untuk melakukan\u00a0<em>ghosting<\/em>, dikarenakan hilangnya ketertarikan pada posisi yang ditawarkan. Oleh karena itu, berikut beberapa langkah untuk mencegah perasaan ketidakpastian pada kandidat:<\/p>\n<ul style=\"font-weight: 400\">\n<li>Jelaskan\u00a0<em>benefit, timeline<\/em>, kejelasan posisi yang ditawarkan (terutama untuk\u00a0<em>passive candidate<\/em>) sejak awal proses\u00a0<em>recruitment<\/em>.<\/li>\n<li><em>Let them track their progress,<\/em>\u00a0manfaatkan<em>\u00a0recruitment platform\u00a0<\/em>yang memungkinkan kandidat untuk melihat sejauh mana progress dari lamarannya. Seperti di platform Kalibrr yang menyediakan fitur notifikasi bukan hanya untuk memberi notifikasi ketika lamaran kandidat diterima atau pun tidak, tetapi juga notifikasi ketika lamaran tersebut sedang\u00a0<em>reviewed\u00a0<\/em>oleh perusahaan. Dengan begitu, kandidat akan mengetahui ketika lamarannya diproses.<\/li>\n<li><em>Keep in touch periodically<\/em>, apabila belum terdapat keputusan lebih lanjut, hubungi kandidat untuk memberikan informasi ter-update terkait statusnya.<\/li>\n<li>Beri kandidat kesempatan untuk bertanya, dan usahakan untuk memberikan respon sesegera mungkin.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400\">\n<ol start=\"5\">\n<li style=\"font-weight: 400\">\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Merasa_tidak_dihargai\"><\/span>Merasa tidak dihargai<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400\">Tendensi kandidat untuk melakukan ghosting akan semakin besar apabila terdapat perasaan tidak dihargai oleh\u00a0<em>recruiter<\/em>.\u00a0<em>Hence, treat candidate the way you want to be treated. Remember, both of us<\/em>\u00a0memiliki kedudukan yang sama lho! Jangan menganggap\u00a0<em>recruiter\u00a0<\/em>memiliki power lebih, karena kandidat pun memiliki kesempatan yang sama untuk membuat keputusan. Jika pada akhirnya kandidat\u00a0<em>ghosting<\/em>, bukankah ia sudah menunjukkan\u00a0<em>power<\/em>-nya untuk menimbulkan kerugian pada pihak perusahaan?<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Cara sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan memperlakukan kandidat layaknya\u00a0<em>customer\u00a0<\/em>atau\u00a0<em>future customer<\/em>, merespon dengan cepat, dan tunjukkan\u00a0<em>respect<\/em>\u00a0pada kandidat dengan mengucapkan terima kasih atas waktu yang telah diluangkan, ataupun kalimat positif seperti \u2018<em>hope you are having a great day!<\/em>\u2019.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Sederhana bukan?<\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li style=\"font-weight: 400\"><b><\/b><br \/>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bad_or_unclear_companys_reputation\"><\/span><em>Bad or unclear company\u2019s reputation<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400\">Seringkali kandidat akan berusaha untuk mencari informasi terkait perusahaan yang mengundangnya untuk proses seleksi. Apabila informasi\u00a0<em>company profile\u00a0<\/em>sangat minim di internet, bukankah kandidat sama saja seperti \u2018blind date\u2019? Tentu saja hal ini akan mempengaruhi ketertarikan kandidat untuk proses seleksi lebih lanjut.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Nah, untuk meminimalisir hal seperti ini, tentunya<em>\u00a0Employee Value Proposition<\/em>\u00a0(EVP) dan\u00a0<em>Employer Branding<\/em>\u00a0adalah salah satu cara yang wajib untuk dilakukan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\"><em>Employee Value Proposition<\/em>\u00a0(EVP) adalah strategi yang dilakukan organisasi atau perusahaan dengan cara menawarkan seperangkat nilai sebagai magnet, untuk menarik minat talent baru dan memenangkan<em>\u00a0talent war.<\/em>\u00a0Sedangkan\u00a0<em>Employer Branding<\/em>\u00a0adalah gambaran situasi bagi para kandidat untuk dapat \u2018menjual\u2019 dan meyakinkan kandidat untuk memilih bekerja di perusahaan tertentu. Banyaknya fitur yang mendukung program EVP pada\u00a0<em>recruitment platform<\/em>\u00a0saat ini tentu saja mempermudah untuk mengimplementasikan program tersebut.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai\u00a0<em>Employer Branding\u00a0<\/em>dan bagaimana cara terbaik untuk dapat mengimplementasikannya ke dalam perusahaan Anda, download E-Book Kalibrr: Panduan Lengkap Implementasi Employer Branding sekarang.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-9811\" src=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Ebook-300x80.jpeg\" alt=\"Ebook\" width=\"300\" height=\"80\" srcset=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Ebook-300x80.jpeg 300w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Ebook-1024x273.jpeg 1024w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Ebook-768x205.jpeg 768w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Ebook.jpeg 1200w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Selain uraian\u00a0<em>unclear company\u2019s reputation\u00a0<\/em>di atas, bisa saja lho kandidat juga mendapatkan informasi yang kurang baik mengenai perusahaan tersebut setelah mengikuti proses seleksi. Berdasarkan survey Kalibrr Indonesia, sebesar 58% kandidat yang memiliki pengalaman negatif akan membagikan pengalamannya kepada koneksi personal dan profesionalnya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Jika demikian, bukankah\u00a0<em>ghosting\u00a0<\/em>adalah pilihan paling ideal bagi kandidat?<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Oleh karena itu, sangat penting untuk mengimplementasikan cara pada poin E yaitu memperlakukan kandidat layaknya\u00a0<em>customer<\/em>\u00a0atau<em>\u00a0future customer<\/em>. Ciptakan kesan positif pada kandidat, baik lolos maupun tidak dalam proses seleksi.<br \/>\n<em>Thus, treat candidate the way you want to be treated. Keep the \u2018human\u2019 while utilizing \u2018technology\u2019. Don&#8217;t replace human touch with technology, embrace it instead.<\/em>\u00a0Pertanyaannya, kontrol kandidat\u00a0<em>ghosting\u00a0<\/em>ada di kandidat kah? Atau justru di\u00a0<em>recruiter<\/em>?<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-9809\" src=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/CTA_Blog_B2B-300x79.jpeg\" alt=\"CTA_Blog_B2B\" width=\"300\" height=\"79\" srcset=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/CTA_Blog_B2B-300x79.jpeg 300w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/CTA_Blog_B2B-1024x269.jpeg 1024w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/CTA_Blog_B2B-768x202.jpeg 768w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/CTA_Blog_B2B.jpeg 1200w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernahkah Anda menghadapi kandidat yang mundur tanpa kabar dari proses seleksi? Sudah susah-susah menjaring\u00a0top talent, namun tiba-tiba kandidat tersebut menghilang tanpa kabar setelah mengonfirmasi akan hadir di jadwal seleksi yang sudah disepakati? Atau bahkan menghilang setelah proses nego gaji dan tidak ada respon ketika dihubungi? Well, congratulations! Anda adalah korban kandidat ghosting! Fenomena\u00a0ghosting\u00a0di dunia rekrutmen [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":9807,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9806"}],"collection":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9806"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9806\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9807"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9806"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9806"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9806"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}