{"id":9960,"date":"2019-09-19T16:03:56","date_gmt":"2019-09-19T16:03:56","guid":{"rendered":"https:\/\/keblog.demoapp.xyz\/?p=9960"},"modified":"2022-11-18T16:30:15","modified_gmt":"2022-11-18T09:30:15","slug":"storytelling-adalah-salah-satu-skill-yang-harus-dimiliki-oleh-praktisi-hr-di-era-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/storytelling-adalah-salah-satu-skill-yang-harus-dimiliki-oleh-praktisi-hr-di-era-digital","title":{"rendered":"Storytelling adalah salah satu skill yang harus dimiliki oleh praktisi HR di era digital"},"content":{"rendered":"<p>Proses rekrutmen adalah soal pilihan, namun berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh\u00a0<a href=\"https:\/\/mrinetwork.com\/media\/1036\/2015_recruiter_sentiment_study_2nd_half.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">MRI Network<\/a>, saat ini HR atau\u00a0<em>User<\/em>\u00a0bukan lagi pihak yang paling berkuasa dalam memilih kandidat, tetapi kandidatlah yang memilih kesediaannya bekerja di perusahaan apa atau bekerja dengan siapa. Menurut hasil riset tersebut, diketahui bahwa 90% rekruter menyatakan bahwa kandidat mempunyai otoritas penuh untuk menolak tawaran yang diberikan.<\/p>\n<p>Untuk meningkatkan peluang diterimanya tawaran yang diberikan perusahaan kepada kandidat, ada aspek lain yang perlu disampaikan kepada kandidat yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi kandidat tersebut, seperti nilai-nilai perusahaan atau\u00a0<em>Employee Value Proposition\u00a0<\/em>yang menjadi\u00a0<em>brand uniqueness\u00a0<\/em>perusahaan. Agar pesan dari keunikan\u00a0<em>brand\u00a0<\/em>perusahaan tersampaikan secara efektif, diperlukan adanya pendekatan komunikasi yang terencana yang dinamakan sebagai\u00a0<em>Employer Branding<\/em>. Secara singkat,\u00a0<em>Employer Branding<\/em>\u00a0adalah aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk mengomunikasikan\u00a0<em>uniqueness\u00a0<\/em>atau e<em>mployer brand<\/em>-nya. Hal tersebut yang menjadikan<em>\u00a0employer branding<\/em>\u00a0menjadi hal yang sangat krusial dalam pemenangan di era\u00a0<em>Talent War<\/em>.<\/p>\n<blockquote><p>400 Perusahaan di Indonesia telah mengikuti surveiKalibrr mengenai tanggapan mereka tentang seberapa penting Employer Brandingbagi sebuah perusahaan. Baca laporan lengkapnya\u00a0<a href=\"https:\/\/www.dropbox.com\/s\/kebog2ejsuhcs29\/Kalibrr%20Talent%20Insights%20Candidate%20Experience.pdf?dl=0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>!<\/p><\/blockquote>\n<p>Para\u00a0<em>talent,<\/em>\u00a0terutama kalangan milenial dan generasi yang lebih muda, ingin merasa terhubung dengan tempat mereka bekerja. Mereka melihat\u00a0<em>value\u00a0<\/em>dalam tiap tindakan dan ingin memiliki hubungan yang bermakna dengan apa yang mereka kontribusikan pada pekerjaannya, jadi tidak hanya sekadar datang kerja lalu menerima upah. Karenanya, cara yang paling mudah dan efektif untuk memasarkan\u00a0<em>employer brand<\/em>\u00a0yang dipilih mayoritas perusahaan dewasa ini adalah secara internal dengan\u00a0<em>influencer<\/em>\u00a0terbaik mereka \u2013 tak lain adalah karyawan mereka sendiri untuk berbagi pengalaman emosional bekerja di perusahaan. Menceritakan pengalaman emosional dalam bekerja di suatu perusahaan merupakan salah satu pendekatan yang\u00a0<em>maknyus\u00a0<\/em>dalam aktivitas\u00a0<em>employer branding<\/em>\u00a0perusahaan.<\/p>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-9961\" src=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/image-10-300x61.png\" alt=\"image-10\" width=\"300\" height=\"61\" srcset=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/image-10-300x61.png 300w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/image-10-768x157.png 768w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/image-10.png 940w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/figure>\n<p>Di era media sosial, semua orang bisa melihat dan mengakses informasi secara bebas dan terbuka. Tidak bisa dipungkiri testimoni atau cerita pengalaman bekerja paling menentukan baik buruknya suatu\u00a0<em>employer brand<\/em>.\u00a0<em>Employer brand<\/em>\u00a0yang positif jika tidak diimbangi dengan cara penyampaian yang\u00a0<em>personalized\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>human-touched<\/em>\u00a0tentu hasilnya tidak akan maksimal. Salah satu cara yang dapat dipakai untuk menyampaikan\u00a0<em>brand<\/em>\u00a0secara\u00a0<em>personalize\u00a0<\/em>dengan sentuhan\u00a0<em>humane\u00a0<\/em>adalah dengan menggunakan\u00a0<em>Storytelling<\/em>. Tak ayal lagi jika s<em>torytelling\u00a0<\/em>merupakan komponen penting dari strategi\u00a0<em>talent acquisition<\/em>\u00a0dalam menarik calon-calon pelamar terbaik di masa yang akan datang.<\/p>\n<p>Dalam berkisah haruslah menghadirkan wawasan eksternal yang realistis (bukan fiktif), yang benar-benar nyata, berhubungan dengan rasa atau pengalaman yang dialami langsung oleh karakter di lingkungan kerja yang mana kisah tersebut tidak hanya asal menarik atau yang penting viral, namun tiap jenis konten harus terdapat benang merah yang jika ditarik akan ada kesesuaian pada\u00a0<em>\u201ccompany values\u201d<\/em>\u00a0yang dapat membuat talenta terbaik untuk tertarik dengan nilai perusahaan. Membuat konten yang seperti itu merupakan salah satu hal penting dalam aktivitas\u00a0<em>employer branding<\/em>. Maka pastikan narasi yang dibangun dapat dengan jelas mengartikulasikan\u00a0<em>employer brand\u00a0<\/em>sebagai pembeda dari perusahaan pesaing Anda.<\/p>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-9963\" src=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/strategi-tepat-300x61.png\" alt=\"strategi-tepat\" width=\"300\" height=\"61\" srcset=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/strategi-tepat-300x61.png 300w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/strategi-tepat-768x157.png 768w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/strategi-tepat.png 940w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/figure>\n<p><em>Storytelling<\/em>\u00a0itu sendiri merupakan gabungan dari\u00a0<em>art\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>science<\/em>, karena itu diperlukan adanya riset dan strategi yang tepat untuk sukses membangun\u00a0<em>employer brand<\/em>\u00a0yang mempunyai reputasi. Untuk melakukan riset tersebut bisa dimulai melalui observasi internal dengan menggunakan alat bantu seperti survei terlebih dahulu untuk menemukan\u00a0<em>Employee Value Proposition\u00a0<\/em>atau EVP (rangkaian\u00a0<em>unique value<\/em>\u00a0untuk memengaruhi kandidat secara positif) yang paling nyata dirasakan dan disukai oleh karyawan. Lebih lanjut EVP sangat memengaruhi resonansi dari\u00a0<em>storytelling<\/em>\u00a0yang menjadi magnet minat para kandidat terbaik untuk bergabung.\u00a0<strong>Dengan kata lain<\/strong>, EVP merupakan inti dari sebuah\u00a0<em>employer brand<\/em>\u00a0perusahaan yang dikomunikasikan melalui aktivitas\u00a0<em>employer branding.<\/em><\/p>\n<p>Setelah EVP tersebut dapat diidentifikasi, aktivitas berikutnya adalah membentuk tim kecil yang membuat program-program yang membangkitkan hasrat para karyawan untuk berpartisipasi. Partisipasi karyawan di media sosial mereka masing-masing adalah praktik terbaik dalam aktivitas\u00a0<em>employer branding\u00a0<\/em>saat ini. Salah satu contoh program yang menarik adalah dengan menyediakan \u201cpanggung\u201d bagi para &#8216;internal\u00a0<em>influencer&#8217;<\/em>\u00a0untuk berbagi dan berkolaborasi dengan sesama karyawan internal. Aktivitas tersebut kemudian dijadikan konten yang menarik dan mendapat\u00a0<em>exposure<\/em>\u00a0media perusahaan dan media lainnya. Liputan kegiatan karyawan seperti ini biasanya menjadi salah satu aktivitas\u00a0<em>employer branding<\/em>\u00a0yang mendapatkan\u00a0<em>engagement\u00a0<\/em>tertinggi.<\/p>\n<p>Jika membicarakan tentang format konten, di era kecepatan internet yang semakin bertambah saat ini, tentunya format terbaik adalah video yang dipadu dengan narasi ciamik. Adanya keterlibatan mereka di konten akan membuat audiens dengan sukarela berbagi dengan\u00a0<em>connection<\/em>\u00a0masing-masing. Jika hal ini dilakukan dengan tepat dan kontinu, tentu saja akan mendongkrak\u00a0<em>employer brand<\/em>\u00a0perusahaan.<\/p>\n<p>Salah satu cara untuk mengatur distribusi konten apa saja yang mencitrakan\u00a0<em>employer brand<\/em>\u00a0secara positif yang paling wajib dilakukan pihak perusahaan (HR) adalah dengan menghadirkan media sosial sebagai cara perusahaan berkomunikasi dengan audiens eksternal mereka. Cara tersebut bisa dilakukan dengan membuka dan mengelola akun Instagram, LinkedIn dan kanal YouTube, lengkap dengan\u00a0<em>hashtags\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>tagline<\/em>\u00a0sebagai pembeda. Di sinilah peran penting HR untuk menjadi\u00a0<em>Marketer<\/em>\u00a0yang terampil dalam memanusiakan\u00a0<em>brand<\/em>, dan dengan kehadiran media sosial, peran mereka pun bertambah menjadi \u201cMimin\u201d yang aktif dan ramah,\u00a0<em>content creator\u00a0<\/em>yang kreatif dan yang pasti sudah tidak jamannya lagi HR menjadi institusi yang tertutup dan kaku.<\/p>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-9969\" src=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/tantangan-hr-300x59.png\" alt=\"tantangan-hr\" width=\"300\" height=\"59\" srcset=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/tantangan-hr-300x59.png 300w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/tantangan-hr-768x150.png 768w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/tantangan-hr.png 940w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/figure>\n<p>Tantangan terbesarnya adalah tidak semua perusahaan mampu membangun budaya yang \u201cmenjual\u201d karena banyak pimpinan perusahaan tidak menyadari pentingnya\u00a0<em>agility<\/em>dalam merespon perubahan. Terlebih para pucuk pimpinan tidak menyadari bahwasanya pembentukan budaya dimulai secara\u00a0<em>top to down<\/em>, yaitu dimulai dari pola perilaku para pimpinan yang diturunkan ke dasar organisasi dan akhirnya menjadi budaya.<\/p>\n<p>Jika HR mau disebut sebagai\u00a0<em>Agent of Change,\u00a0<\/em>maka ia harus mampu memiliki kemampuan persuasi dan meyakinkan\u00a0<em>top management\u00a0<\/em>akan pentingnya mengelola reputasi\u00a0<em>employer brand\u00a0<\/em>di luar perusahaan, serta memberikan pandangan bahwa usaha dan biaya yang dikeluarkan untuk semua program yang bermuara pada\u00a0<em>employee service experience\u00a0<\/em>adalah sepadan di era \u2018tarik menarik\u2019 kandidat terbaik saat ini.<\/p>\n<p>Narasi bisa dibangun demi reputasi digital, namun\u00a0<em>employee service experience<\/em>\u00a0itu sendiri yang menjadi faktor penentu utama keberhasilannya. Tanpa \u201crasa dimanusiakan\u201d, visi misi perusahaan hanya sekadar sebagai hiasan dinding direksi, dan\u00a0<em>employer branding\u00a0<\/em>ibarat panggung kampanye tanpa program nyata dan tim sukses.<\/p>\n<p>Penulis:<\/p>\n<p>Roh Budianto<\/p>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-9975\" src=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Employer-Brand-1-300x123.jpeg\" alt=\"Employer-Brand-1\" width=\"300\" height=\"123\" srcset=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Employer-Brand-1-300x123.jpeg 300w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Employer-Brand-1-1024x421.jpeg 1024w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Employer-Brand-1-768x316.jpeg 768w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Employer-Brand-1.jpeg 1202w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/figure>\n<hr \/>\n<p><em>Kalibrr adalah sebuah perusahaan teknologi rekrutmen yang bertujuan untuk mentransformasi pengalaman kandidat dalam mencari kerja dan cara perusahaan dalam merekrut talenta terbaiknya. Dengan mengedepankan pengalaman kandidat dalam tiap elemen rekrutmen, kami konsisten memikat talenta-talenta berbakat dari berbagai belahan dunia, dengan lebih dari 5,5 juta profesional di\u00a0<\/em>talent pool\u00a0<em>saat ini<\/em>\u00a0<em>dan akan terus bertambah. Kalibrr menghubungkan mereka dengan perusahaan yang membutuhkan pemimpin bagi generasi selanjutnya.<\/em><\/p>\n<p><em>Sebagai satu-satunya penyedia jasa solusi rekrutmen\u00a0<\/em>end-to-end\u00a0<em>di Asia Tenggara, Kalibrr memiliki kantor pusat di Mekati, Filipina, dan juga kantor-kantor yang beroperasi di San Fransisco, California, dan Jakarta. Hadir sejak tahun 2012, Kalibrr telah membantu lebih dari 18.000 klien serta disokong oleh inkubator\u00a0<\/em>start-up\u00a0<em>terbaik di dunia dan para pemodal ventura, seperti Y Combinator, Omidyar Network, Patamar Capital, Wavemaker Partners, dan Kickstart Ventures.<\/em><\/p>\n<p><em>Untuk konsultasi bisnis dan rekrutmen lebih lanjut, silakan kunjungi dan ikuti media sosial Kalibrr Indonesia di \u00a0<\/em><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/kalibrrhub\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Instagram <\/em><\/a><em>dan\u00a0<\/em><a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kalibrr-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>LinkedIn<\/em><\/a><em>.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Proses rekrutmen adalah soal pilihan, namun berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh\u00a0MRI Network, saat ini HR atau\u00a0User\u00a0bukan lagi pihak yang paling berkuasa dalam memilih kandidat, tetapi kandidatlah yang memilih kesediaannya bekerja di perusahaan apa atau bekerja dengan siapa. Menurut hasil riset tersebut, diketahui bahwa 90% rekruter menyatakan bahwa kandidat mempunyai otoritas penuh untuk menolak tawaran yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":9978,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[16],"tags":[119,146],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9960"}],"collection":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9960"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9960\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9978"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9960"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9960"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9960"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}