{"id":15736,"date":"2020-01-24T12:55:25","date_gmt":"2020-01-24T12:55:25","guid":{"rendered":"https:\/\/keblog.demoapp.xyz\/?p=15736"},"modified":"2022-11-18T16:52:03","modified_gmt":"2022-11-18T09:52:03","slug":"hindari-salah-rekrut-dengan-interview-hacks-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/hindari-salah-rekrut-dengan-interview-hacks-ini","title":{"rendered":"Hindari \u2018Salah Rekrut\u2019 Dengan Interview Hacks Ini!"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-15739\" src=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/hindari-salah-rekrut-dengan-interview-hacks-ini.png\" alt=\"hindari-salah-rekrut-dengan-interview-hacks-ini\" width=\"1326\" height=\"446\" srcset=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/hindari-salah-rekrut-dengan-interview-hacks-ini.png 1326w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/hindari-salah-rekrut-dengan-interview-hacks-ini-300x101.png 300w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/hindari-salah-rekrut-dengan-interview-hacks-ini-1024x344.png 1024w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/hindari-salah-rekrut-dengan-interview-hacks-ini-768x258.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1326px) 100vw, 1326px\" \/><\/p>\n<p class=\"text-align-justify\">Proses seleksi karyawan tentu saja tidak lepas dari proses\u00a0<em>interview<\/em>. Metode interview sejauh ini dinilai sebagai metode yang paling efektif untuk mengamati secara langsung gambaran kecocokan kandidat dengan posisi yang dibutuhkan. Pertanyaannya, apakah proses\u00a0<em>interview\u00a0<\/em>yang dilakukan benar-benar sudah menggali gambaran kandidat secara utuh? Ibarat menjalin hubungan, apakah yakin dia adalah jodoh yang tepat dalam berbagai aspek untuk dilanjutkan ke jenjang pernikahan?<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Tidak jarang, proses\u00a0<em>interview\u00a0<\/em>dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak terbiasa untuk melakukan interview, sehingga\u00a0<em>interview\u00a0<\/em>dilakukan dengan &#8216;apa adanya&#8217;, dan cenderung berfokus pada hanya beberapa aspek yang ingin diketahuinya. Sebaliknya, terlalu sering melakukan\u00a0<em>interview<\/em>\u00a0sehingga proses ini menjadi sebuah &#8216;rutinitas&#8217; tanpa strategi\u2019. Alhasil, pengambilan keputusan pun tidak jarang dilakukan berdasarkan &#8216;intuisi&#8217; serta pertimbangan yang tidak matang.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Akibatnya, perusahaan gagal untuk mengidentifikasi top talent, dan justru terjadi\u00a0<em>bad hiring<\/em>.\u00a0<em>Bad hiring<\/em>\u00a0adalah kesalahan yang terjadi pada proses seleksi dimana\u00a0<em>hired-candidate<\/em>\u00a0tidak sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan pada posisi tersebut, baik secara kompetensi,\u00a0<em>culture<\/em>, kepribadian, ataupun faktor-faktor lainnya yang berdampak secara signifikan.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Jika sudah begini, tentu dampaknya akan berbuntut panjang, bukan?<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_26 counter-hierarchy\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">TOPICS<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/hindari-salah-rekrut-dengan-interview-hacks-ini\/#Apa_saja_sih_dampak_bad_hiring\" title=\"Apa saja sih dampak bad hiring?\">Apa saja sih dampak bad hiring?<\/a><ul class=\"ez-toc-list-level-3\"><li class=\"ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/hindari-salah-rekrut-dengan-interview-hacks-ini\/#Financial_loss\" title=\"Financial loss\u00a0\">Financial loss\u00a0<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/hindari-salah-rekrut-dengan-interview-hacks-ini\/#Unproductivity\" title=\"Unproductivity\u00a0\">Unproductivity\u00a0<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/hindari-salah-rekrut-dengan-interview-hacks-ini\/#Melewatkan_top_talent\" title=\"Melewatkan\u00a0top talent\">Melewatkan\u00a0top talent<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_saja_sih_dampak_bad_hiring\"><\/span><strong><em>Apa saja sih dampak bad hiring?<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li dir=\"ltr\">\n<h3 class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\" role=\"presentation\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Financial_loss\"><\/span><em><strong>Financial loss\u00a0<\/strong><\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Secara finansial, terdapat beberapa dampak yang ditimbulkan dari terjadinya bad hiring. Mulai dari<em>\u00a0hiring cost\u00a0<\/em>yang dikeluarkan selama proses rekrutmen, hingga kompensasi yang diberikan kepada karyawan tersebut. Bisa dibayangkan bukan berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk proses seleksi, dan\u00a0<em>salary\u00a0<\/em>yang harus diberikan pada karyawan yang tidak memberikan timbal balik kinerja yang optimal sesuai kebutuhan perusahaan?<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-15742\" src=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/hindari-salah-rekrut-dengan-interview-hacks-ini.jpg\" alt=\"hindari-salah-rekrut-dengan-interview-hacks-ini\" width=\"1200\" height=\"440\" srcset=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/hindari-salah-rekrut-dengan-interview-hacks-ini.jpg 1200w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/hindari-salah-rekrut-dengan-interview-hacks-ini-300x110.jpg 300w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/hindari-salah-rekrut-dengan-interview-hacks-ini-1024x375.jpg 1024w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/hindari-salah-rekrut-dengan-interview-hacks-ini-768x282.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li dir=\"ltr\">\n<h3 class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\" role=\"presentation\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Unproductivity\"><\/span><em><strong>Unproductivity\u00a0<\/strong><\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Apabila kita melihat lebih jauh, terjadinya bad hiring tidak hanya berdampak secara finansial, namun juga berdampak pada produktivitas perusahaan.\u00a0 Ketika kandidat yang direkrut tidak sesuai dengan standar yang dibutuhkan, tentu saja akan mempengaruhi kemampuannya dalam mengerjakan pekerjaannya. Ketika karyawan tersebut menunjukkan kinerja yang kurang optimal, tentu akan berimbas pada pencapaian\u00a0 target perusahaan.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Sebagai contoh, kandidat pada bagian\u00a0<em>packaging<\/em>\u00a0direkrut karena dinilai memiliki kemampuan berhitung yang baik. Namun,\u00a0<em>user\u00a0<\/em>belum mempertimbangkan aspek kepribadian yang juga memiliki peran penting dalam implementasi pekerjaannya. Akibatnya, kandidat yang memiliki tipe kepribadian yang tidak sesuai dengan pekerjaannya, contoh tipe plegmatis melankolis yang sangat berhati-hati tersebut, cenderung membutuhkan waktu yang\u00a0 lebih lama dalam menyelesaikan pekerjaannya. Hal tersebut berdampak pada pencapaian target jumlah produk yang harus dikemas setiap harinya, yang tentu akan berimbas pada produktivitas perusahaan secara keseluruhan.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Jika sudah begini, hal ini akan memberikan dampak yang paling menonjol pada<em>\u00a0quality-of-hire\u00a0<\/em>sebagai salah satu metrik utama dalam proses rekrutmen.<\/p>\n<ul dir=\"ltr\">\n<li class=\"text-align-justify\">\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Melewatkan_top_talent\"><\/span><strong>Melewatkan\u00a0<em>top talent<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Selain mempengaruhi produktivitas dan kerugian secara finansial, terjadinya<em>\u00a0bad hiring\u00a0<\/em>juga berdampak pada melewatkan kesempatan mendapatkan\u00a0<em>top talent.<\/em>\u00a0Kurangnya kemampuan\u00a0<em>interviewer<\/em>\u00a0dalam menggali kemampuan dan potensi kandidat seringkali membuat kandidat kurang memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan yang dimilikinya. Akibatnya, kandidat yang memiliki potensi tinggi dan kompeten\u00a0 seringkali terlewatkan untuk memilih kandidat lain yang lebih \u2018manis\u2019. Ibarat menjalin hubungan, pendekatan yang dangkal seringkali mengarahkan kita pada keputusan yang kurang tepat. Padahal pada kenyataannya, orang tersebut memiliki kualitas yang kita harap, namun gagal untuk diungkap.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Secara keseluruhan, terdapat tiga aspek yang paling menggambarkan kualitas<em>\u00a0top talent\u00a0<\/em>\u00a0yang wajib digali dalam proses\u00a0<em>interview<\/em>. Lalu, apa saja formula interview yang bisa digunakan untuk menggali potensi kandidat secara utuh dan menghindari\u00a0<em>bad hiring<\/em>?<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\"><em><strong>Here we go!\u00a0<\/strong><\/em><\/p>\n<ul>\n<li class=\"text-align-justify\"><em><strong>Technical Skill\u00a0<\/strong><\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Dalam hal ini, technical\u00a0<em>skill<\/em>\u00a0adalah kemampuan teknis atau kompetensi dasar yang wajib dimiliki oleh kandidat untuk dapat menyelesaikan pekerjaan pada posisi tertentu. Sebagai\u00a0<em>interviewer<\/em>, sangat penting untuk mengidentifikasi\u00a0<em>\u00a0job description<\/em>\u00a0dan kompetensi yang dibutuhkan pada posisi yang di dicari secara detail dan jelas sebelum dimulainya\u00a0<em>interview<\/em>.<\/p>\n<ul dir=\"ltr\">\n<li class=\"text-align-justify\"><em><strong>Personality\u00a0<\/strong><\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Bagi beberapa orang kepribadian seringkali dipandang sebelah mata karena dianggap tidak menentukan kinerja karyawan. Padahal, kepribadian kandidat memiliki peran yang penting dalam kesesuaian kandidat dengan jenis pekerjaannya. Sebagai contoh, apabila kandidat\u00a0 memiliki kepribadian sanguin yang berarti senang berinteraksi dan menjalin relasi, biasanya cenderung mudah jenuh terhadap pekerjaan administratif. Apabila diterima untuk pekerjaan yang bersifat administratif, karyawan tersebut akan mudah jenuh terhadap pekerjaannya,\u00a0 dan perhatiannya pun akan mudah teralihkan oleh lingkungan sekitar, yang berdampak pada waktu penyelesaian tugasnya.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Jadi,\u00a0 kepribadian kandidat juga berpengaruh terhadap produktivitasnya, bukan?<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Untuk menggali kepribadian kandidat, seringkali akan lebih valid jika menggunakan bantuan tes psikologi, yang\u00a0 kemudian interpretasi hasil tes kepribadian kandidat dapat divalidasi dalam proses interview. Pertanyaan yang digunakan untuk memvalidasi hasil tes kepribadian kandidat, dapat diberikan dalam bentuk studi kasus yang sederhana untuk melihat kecenderungan kandidat terkait aspek tersebut.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Misalnya, jika diminta untuk memilih mengerjakan pekerjaan yang yang bersifat administratif,\u00a0 atau memasarkan produk dan berinteraksi dengan customer dalam jangka waktu 4 jam, manakah yang membuat kandidat merasa lebih nyaman? Minta kandidat untuk menguraikan alasannya. Hal ini akan membantu interviewer untuk mengidentifikasi minat dan kesesuaian kandidat terhadap \u00a0 karakteristik pekerjaan yang yang ditawarkan.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Selain untuk melihat kecocokan kandidat dengan karakteristik pekerjaan yang ditawarkan, kepribadian ini juga bermanfaat untuk mempertimbangkan dinamika kelompok, dengan\u00a0 melihat kesesuaian kandidat dengan kepribadian timnya.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Tidak hanya dinamika kelompok,<em>\u00a0culture fit\u00a0<\/em>pun akan sangat dipengaruhi oleh kepribadian kandidat. Sebagai contoh, apabila kandidat memiliki tipe kepribadian plegmatis yang cenderung senang dengan situasi yang statis, tentu akan sulit jika harus bekerja pada perusahaan yang memiliki ritme kerja yang cepat dan dinamis. Jika dipaksakan, bukankah hanya akan menjadi bom waktu bagi karyawan maupun perusahaannya?<\/p>\n<ul dir=\"ltr\">\n<li class=\"text-align-justify\" role=\"presentation\"><em><strong>Softskill\u00a0<\/strong><\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Kesesuaian kandidat dalam hal kompetensi dan tipe kepribadian, tentu akan \u2018pincang\u2019 jika tidak disertai dengan\u00a0<em>softskill\u00a0<\/em>yang \u2018mumpuni\u2019. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengidentifikasi softskill yang dibutuhkan pada posisi terkait. Misalnya, apabila posisi tersebut sangat dibutuhkan kemampuan untuk mempersuasi dan bargaining, tentu kemampuan persuasi merupakan salah satu softskill yang sangat diprioritaskan.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Cara untuk menggali\u00a0<em>softskill\u00a0<\/em>tersebut dalam proses interview dapat dilakukan dengan memberikan pertanyaan sederhana seperti \u201cceritakan pengalaman Anda ketika harus meyakinkan orang lain untuk mengikuti keinginan Anda?\u201d. Jawaban pengalaman yang diuraikan oleh kandidat mengenai pertanyaan tersebut nantinya akan memberikan gambaran pada interviewer agar dapat memprediksikan potensi yang dimiliki kandidat terkait\u00a0<em>softskill\u00a0<\/em>tersebut.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Agar\u00a0 terdapat\u00a0 standarisasi yang konsisten pada proses\u00a0<em>interview<\/em>, identifikasi\u00a0<em>technical skill, personality,<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>soft skill<\/em>\u00a0yang dibutuhkan pada posisi tertentu dapat dituangkan dalam daftar pertanyaan yang dapat dijadikan panduan dalam proses interview. Teknik dalam menggali potensi dan keunggulan kandidat lebih dalam untuk menunjukkan jika kandidat tersebut benar-benar layak untuk direkrut dapat Anda pelajari lebih lanjut dalam\u00a0Ebook: 15 Pertanyaan Interview Untuk Menggali Potensi Kandidat.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-15744\" src=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/hindari-salah-rekrut-dengan-interview-hacks-ini-.jpg\" alt=\"hindari-salah-rekrut-dengan-interview-hacks-ini\" width=\"1200\" height=\"628\" srcset=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/hindari-salah-rekrut-dengan-interview-hacks-ini-.jpg 1200w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/hindari-salah-rekrut-dengan-interview-hacks-ini--300x157.jpg 300w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/hindari-salah-rekrut-dengan-interview-hacks-ini--1024x536.jpg 1024w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/hindari-salah-rekrut-dengan-interview-hacks-ini--768x402.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\"><a href=\"https:\/\/kalibrr.lpages.co\/15-pertanyaan-interview-efektif-menggali-potensi-kandidat\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">\u00a0<\/a><\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Hal ini dilakukan agar setiap\u00a0<em>interviewer\u00a0<\/em>berada di \u2018frekuensi\u2019 yang sama, menghindari adanya informasi penting yang terlewatkan, serta setiap kandidat memiliki kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang sama dalam proses\u00a0<em>interview<\/em>. Selain untuk mengurangi subjektivitas, hal ini juga akan membantu\u00a0<em>interviewer\u00a0<\/em>agar dapat menggali potensi dan kemampuan kandidat secara holistik, dan relevan dengan kebutuhan pada posisi terkait.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Dalam menghindari terjadi beberapa kesalahan dalam rekrutmen, dapat juga dihindari dengan\u00a0<strong><a href=\"\/blog\/hal-penting-yang-perlu-diketahui-tentang-blind-hiring\">mengimplementasikan\u00a0<em>blind hiring<\/em><\/a><\/strong>\u00a0dimana perusahaan HSBC, Deloitte, BBC, dan Google juga mulai mengaplikasikan teknik rekrutmen baru ini.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\"><em>Recruiting is a science not an art. Intuition often leads to bad hiring.<\/em><\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\"><em>Thus, don\u2019t forget to put your logic in it!\u00a0<\/em>Jangan sampai salah rekrut ya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Proses seleksi karyawan tentu saja tidak lepas dari proses\u00a0interview. Metode interview sejauh ini dinilai sebagai metode yang paling efektif untuk mengamati secara langsung gambaran kecocokan kandidat dengan posisi yang dibutuhkan. Pertanyaannya, apakah proses\u00a0interview\u00a0yang dilakukan benar-benar sudah menggali gambaran kandidat secara utuh? Ibarat menjalin hubungan, apakah yakin dia adalah jodoh yang tepat dalam berbagai aspek untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[16],"tags":[152],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15736"}],"collection":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15736"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15736\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15736"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15736"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15736"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}