{"id":3886,"date":"2021-06-03T08:43:53","date_gmt":"2021-06-03T08:43:53","guid":{"rendered":"https:\/\/keblog.demoapp.xyz\/?p=3886"},"modified":"2022-10-19T04:54:37","modified_gmt":"2022-10-19T04:54:37","slug":"kenali-budaya-toxic-di-perusahaan-dan-cara-hadapinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/kenali-budaya-toxic-di-perusahaan-dan-cara-hadapinya","title":{"rendered":"Kenali Budaya Toxic Di Perusahaan Dan Cara Hadapinya"},"content":{"rendered":"<p>Perusahaan tempat kita bekerja, area yang menjadi tempat beraktivitas setiap hari dan bisa dikatakan sebagai rumah kedua kita, seharusnya memiliki suasana yang nyaman bukan? Tapi bagaimana jika masuk ke kantor saja harus terbayang &#8211; bayang budaya kantor yang mengganggu atau <em>toxic<\/em>? Tentu rasanya tidak nyaman.<\/p>\n<p>Budaya toxic di perusahaan adalah budaya di tempat kerja yang terganggu dengan hal &#8211; hal yang membuat karyawan merasa kurang nyaman seperti pertengkaran, drama atau gosip di kantor. Budaya kerja atau <em>company culture<\/em> dapat berdampak besar pada produktivitas dan hasil pekerjaan karyawan dan bahkan dapat membawa dampak buruk di luar pekerjaan mereka.<\/p>\n<p>Berikut adalah tanda &#8211; tanda dari budaya kerja yang <em>toxic<\/em> di perusahaan :<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_26 counter-hierarchy\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">TOPICS<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/kenali-budaya-toxic-di-perusahaan-dan-cara-hadapinya\/#1_Jam_kerja_yang_tidak_ada_batasannya\" title=\"1. Jam kerja yang tidak ada batasannya\">1. Jam kerja yang tidak ada batasannya<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/kenali-budaya-toxic-di-perusahaan-dan-cara-hadapinya\/#2_Kesalahan_dianggap_sebagai_hal_yang_buruk\" title=\"2. Kesalahan dianggap sebagai hal yang buruk\">2. Kesalahan dianggap sebagai hal yang buruk<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/kenali-budaya-toxic-di-perusahaan-dan-cara-hadapinya\/#3_Tidak_berani_berpendapat_karena_atasan_terlalu_strict\" title=\"3. Tidak berani berpendapat karena atasan terlalu strict\">3. Tidak berani berpendapat karena atasan terlalu strict<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/kenali-budaya-toxic-di-perusahaan-dan-cara-hadapinya\/#4_Banyak_task_diluar_job_desc\" title=\"4. Banyak task diluar job desc\">4. Banyak task diluar job desc<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/kenali-budaya-toxic-di-perusahaan-dan-cara-hadapinya\/#5_Rekan_kerja_yang_mengganggu\" title=\"5. Rekan kerja yang mengganggu\">5. Rekan kerja yang mengganggu<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Jam_kerja_yang_tidak_ada_batasannya\"><\/span><strong>1. Jam kerja yang tidak ada batasannya<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jam kerja tidak jelas, setiap hari lembur atau ada saja hal\/tugas yang harus dilakukan di luar waktu kerja. Jika Anda mengalami hal &#8211; hal seperti itu, anda patut waspada karena Anda baru saja masuk ke dalam budaya kerja yang <em>toxic<\/em>. Jam kerja di perusahaan tentu memiliki aturan dan tidak semua pekerjaan harus dibawa lembur.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Kesalahan_dianggap_sebagai_hal_yang_buruk\"><\/span><strong>2. Kesalahan dianggap sebagai hal yang buruk<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tidak ada yang ingin melakukan kesalahan di tempat kerja. Tapi jika hal itu terjadi, \u00a0jika saat melakukan suatu kesalahan dan atasan Anda men-cap Anda sebagai pribadi yang buruk itu adalah hal yang salah. Karena hal ini anda akan kesulitan untuk meng<em>explore<\/em> hal &#8211; hal lain di dalam kantor karena hanya akan dilihat buruk.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Tidak_berani_berpendapat_karena_atasan_terlalu_strict\"><\/span><strong>3. Tidak berani berpendapat karena atasan terlalu <em>strict<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Karyawan takut berpendapat atau memberi komentar. Saat dalam suasana <em>meeting<\/em> atau rapat Anda dan rekan kerja Anda hanya duduk diam dan kurang interaksi dengan atasan ini merupakan salah satu tanda budaya kerja di perusahaan anda itu <em>toxic<\/em>. Saat hal itu terjadi, berarti perusahaan bukan tempat yang tepat untuk berkembang.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Banyak_task_diluar_job_desc\"><\/span><strong>4. Banyak task diluar <em>job desc<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tidak ada aturan yang jelas terkait peran atau tanggung jawab anda. Anda seringkali mendapatkan pekerjaan di luar tugas atau posisi anda. Jika sesekali mungkin bukan masalah, tapi jika Anda terus &#8211; menerus berada di situasi ini, ini merupakan tanda anda dimanfaatkan oleh perusahaan dan tidak menghargai posisi Anda.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Rekan_kerja_yang_mengganggu\"><\/span><strong>5. Rekan kerja yang mengganggu<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Gosip dan drama dapat terjadi di mana saja termasuk dunia perkantoran. Rekan kerja dengan sifat yang suka bergosip atau mengganggu aktivitas Anda di kantor sangat berpengaruh buruk terhadap kesehatan mental Anda.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-3887\" src=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Blog-B2C-Toxic-2.jpg\" alt=\"\" width=\"2000\" height=\"997\" srcset=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Blog-B2C-Toxic-2.jpg 2000w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Blog-B2C-Toxic-2-300x150.jpg 300w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Blog-B2C-Toxic-2-1024x510.jpg 1024w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Blog-B2C-Toxic-2-768x383.jpg 768w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Blog-B2C-Toxic-2-1536x766.jpg 1536w\" sizes=\"(max-width: 2000px) 100vw, 2000px\" \/><\/p>\n<p>Setelah mengetahui tanda &#8211; tanda dari budaya kerja yang <em>toxic<\/em> Anda juga harus tahu bagaimana cara menghadapinya karena, budaya kerja yang <em>toxic<\/em> tentu bukan keinginan setiap orang. Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini :<\/p>\n<p><strong>1. Prioritaskan kepentingan diri<\/strong><\/p>\n<p>Pikirkan diri Anda terlebih dahulu. Jika diminta melakukan pekerjaan di luar jam kerja yang tidak terlalu <em>urgent<\/em> cobalah tolak dengan halus dan atasan seharusnya mengerti hal tersebut.<\/p>\n<p><strong>2. Mengubah sudut pandang<\/strong><\/p>\n<p>Kesalahan adalah hal yang biasa terjadi di tempat kerja apalagi saat pertama kali melakukan suatu hal atau tugas, tapi kesalahan juga tidak boleh diulangi karena dapat mengganggu performa Anda. Saat melakukan kesalahan, mulai lihat kesalahan sebagai sarana pembelajaran dan buktikan bahwa anda bisa jadi lebih baik.<\/p>\n<p><strong>3. Berdiskusi dengan atasan<\/strong><\/p>\n<p>Luangkan waktu untuk mulai berdiskusi dengan atasan tentang apa saja yang dapat membuat hasil kerja Anda lebih baik. Jika anda takut, coba cari waktu yang pas saat atasan sedang dalam kondisi hati yang baik atau saat tidak terlalu banyak pekerjaan.<\/p>\n<p><strong>4. Pahami kontrak kerja<\/strong><\/p>\n<p>Sebelum menerima suatu pekerjaan pastinya Anda diberikan perjanjian kerja atau kontrak kerja yang digunakan sebagai patokan dalam memulai pekerjaan di suatu perusahaan. Pastikan Anda telah mempelajari dan memahami dengan jelas apa yang menjadi tanggung jawab Anda sebelum menandatanganinya.<\/p>\n<p><strong>5. Fokus pada pekerjaan<\/strong><\/p>\n<p>Memiliki teman kerja adalah hal yang baik karena dapat <em>sharing<\/em> tentang pekerjaan di kantor dan membantu saat ada hal atau tugas yang dirasa berat. Tapi jika pertemanan di kantor dipenuhi dengan drama sebaiknya hindari hal ini dengan fokus pada diri sendiri dan pekerjaan di kantor. Tidak perlu untuk masuk ke dalam lingkungan pertemanan <em>toxic <\/em>yang membawa pengaruh buruk.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artikel ini dilansir dari <a href=\"https:\/\/www.atlassian.com\/blog\/teamwork\/toxic-work-culture\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Atlassian<\/a>, <a href=\"https:\/\/employmenthero.com\/blog\/hr\/7-signs-of-a-toxic-workplace-culture\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Employmenthero<\/a> dan <a href=\"https:\/\/inside.6q.io\/toxic-work-culture\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Inside.6q.io<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perusahaan tempat kita bekerja, area yang menjadi tempat beraktivitas setiap hari dan bisa dikatakan sebagai rumah kedua kita, seharusnya memiliki suasana yang nyaman bukan? Tapi bagaimana jika masuk ke kantor saja harus terbayang &#8211; bayang budaya kantor yang mengganggu atau toxic? Tentu rasanya tidak nyaman. Budaya toxic di perusahaan adalah budaya di tempat kerja yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":3890,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[18],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3886"}],"collection":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3886"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3886\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3890"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3886"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3886"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3886"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}