{"id":6710,"date":"2019-08-01T03:27:05","date_gmt":"2019-08-01T03:27:05","guid":{"rendered":"https:\/\/keblog.demoapp.xyz\/?p=6710"},"modified":"2022-10-19T03:45:30","modified_gmt":"2022-10-19T03:45:30","slug":"cara-menjadi-pemimpin-yang-enggak-egois","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/cara-menjadi-pemimpin-yang-enggak-egois","title":{"rendered":"5 Cara Menjadi Pemimpin yang Enggak Egois"},"content":{"rendered":"<p>Yang namanya pemimpin, pasti butuh membuat berbagai keputusan penting setiap harinya. Bukan cuma keputusan yang berhubungan dengan perkembangan perusahaan saja, tapi juga soal internal dalam tim. Yes, selain soal perkembangan perusahaan, pemimpin yang baik juga harus memerhatikan dinamika situasi di dalam tim juga, dong! Jangan sampai deh perusahaannya berkembang bagus, tapi situasi personalnya malah enggak enak.<\/p>\n<p>Bicara soal pengambilan keputusan dan serangkaian tugas seorang pemimpin dalam tim, tentunya butuh ego yang cukup tinggi juga. Ego yang tinggi terkadang memang dibutuhkan karena berpengaruh banget sama seberapa kuat seorang pemimpin berani mengambil keputusan. Tapi, ketika ego seorang pemimpin itu terlalu tinggi, ya enggak bagus juga untuk stabilitas tim kamu sendiri.<\/p>\n<p>Jadi, harus gimana dong? Nah, biar kamu enggak jadi pemimpin yang terlalu egois, berikut ini beberapa tips dan cara jadi pemimpin yang enggak egois, yang bisa kamu coba.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_26 counter-hierarchy\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">TOPICS<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/cara-menjadi-pemimpin-yang-enggak-egois\/#1_Pilih_Gaya_Kepemimpinan\" title=\"1.\u00a0\u00a0 \u00a0Pilih Gaya Kepemimpinan\">1.\u00a0\u00a0 \u00a0Pilih Gaya Kepemimpinan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/cara-menjadi-pemimpin-yang-enggak-egois\/#2_Perencanaan_Visi\" title=\"2.\u00a0\u00a0 \u00a0Perencanaan Visi\">2.\u00a0\u00a0 \u00a0Perencanaan Visi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/cara-menjadi-pemimpin-yang-enggak-egois\/#3_Team_Building\" title=\"3.\u00a0\u00a0 \u00a0Team Building\">3.\u00a0\u00a0 \u00a0Team Building<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/cara-menjadi-pemimpin-yang-enggak-egois\/#4_Atur_Pola_Komunikasi\" title=\"4.\u00a0\u00a0 \u00a0Atur Pola Komunikasi\">4.\u00a0\u00a0 \u00a0Atur Pola Komunikasi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/cara-menjadi-pemimpin-yang-enggak-egois\/#5_Evaluasi_Performance\" title=\"5.\u00a0\u00a0 \u00a0Evaluasi Performance\">5.\u00a0\u00a0 \u00a0Evaluasi Performance<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pilih_Gaya_Kepemimpinan\"><\/span><strong>1.\u00a0\u00a0 \u00a0Pilih Gaya Kepemimpinan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalam memimpin sebuah tim kerja, gaya kepemimpinan adalah hal yang cukup penting untuk diterapkan. Melalui gaya kepemimpinan yang tepat, kita bisa menjaga situasi tim dengan baik, sehingga sebuah tim bisa lebih fokus dalam mencapai tujuan mereka.<\/p>\n<p>Kamu bisa memulainya dari dirimu sendiri sebagai pemimpin. Kenali dirimu sendiri dahulu, apa yang jadi kelebihan dan kekuranganmu, lalu hubungkan dengan goal atau pencapaian yang ingin kamu raih bersama tim kamu ke depan. Kemudian, lihat juga kondisi ke dalam tim kamu, seperti apa karakter mereka. Dengan begitu, kamu akan bisa menilai gaya kepemipinan apa yang cocok untuk diterapkan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Perencanaan_Visi\"><\/span><strong>2.\u00a0\u00a0 \u00a0Perencanaan Visi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kalau bicara soal target dan progress, pasti enggak akan jauh-jauh dari yang namanya visi. Ya, yang namanya pemimpin ya harus punya visi sih. Kalau kamu enggak punya visi, setidaknya untuk dirimu sendiri, bagaimana kamu bisa menjadi pemimpin yang baik untuk tim kamu?<\/p>\n<p>Karena jika kamu tidak berfokus pada visi dan misi, kamu hanya akan menjadi pemimpin untuk nafsumu sendiri, yang berujung pada rasa egois yang tinggi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Team_Building\"><\/span><strong>3.\u00a0\u00a0 \u00a0Team Building<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-6713\" src=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/cara-menjadi-pemimpin-yang-enggak-egois.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/cara-menjadi-pemimpin-yang-enggak-egois.jpg 800w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/cara-menjadi-pemimpin-yang-enggak-egois-300x203.jpg 300w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/cara-menjadi-pemimpin-yang-enggak-egois-768x518.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p>Jika kamu ingin menjadi pemimpin yang enggak egois dan dihargai oleh seluruh tim kamu, tentunya kamu harus mengerti dan mengenal tim kamu secara keseluruhan. Ada banyak cara yang bisa kamu coba untuk hal ini. Salah satunya adalah team building.<\/p>\n<p>Melalui team building dan meluangkan waktu yang lebih untuk mengenal satu tim kamu, kamu akan lebih menyatu dengan tim kamu. Dengan begitu, kamu akan mengurangi tingkat egoism kamu dan lebih menghargai satu tim.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Atur_Pola_Komunikasi\"><\/span><strong>4.\u00a0\u00a0 \u00a0Atur Pola Komunikasi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jika ngomongin soal tim, pasti erat juga ngomongin soal cara berkomunikasi. Percaya atau enggak, pola atau cara kamu berkomunikasi juga berpengaruh pada seberapa egoisnya kamu di mata tim kamu sendiri.<\/p>\n<p>Mungkin saja kamu tidak berniat menjadi egois, namun karena pola komunikasi kamu yang salah, kamu terkesan menjadi orang yang egois. Untuk itu, mungkin kamu bisa mencoba dengan menyeting pola komunikasi dalam tim kamu sendiri.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Evaluasi_Performance\"><\/span><strong>5.\u00a0\u00a0 \u00a0Evaluasi Performance<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sama seperti team building, untuk poin yang satu ini juga berguna banget untukmu membaur dengan tim kamu sendiri dan mengenal karakter dan segala hal tentang tim kamu sendiri.<\/p>\n<p>Bedanya, evaluasi berbicara soal apa yang sudah dilakukan dan apa yang perlu diperbaiki. Kamu dan tim kamu akan berbicara soal apa yang harus diubah dalam tim ke depannya. Biarkan mereka menyampaikan isi hati, dan biarkan dirimu mendengar semuanya.<\/p>\n<p>Jadi, gimana, apakah ini membantumu menjadi pemimpin yang enggak egois? Semoga membantu, yah!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yang namanya pemimpin, pasti butuh membuat berbagai keputusan penting setiap harinya. Bukan cuma keputusan yang berhubungan dengan perkembangan perusahaan saja, tapi juga soal internal dalam tim. Yes, selain soal perkembangan perusahaan, pemimpin yang baik juga harus memerhatikan dinamika situasi di dalam tim juga, dong! Jangan sampai deh perusahaannya berkembang bagus, tapi situasi personalnya malah enggak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":6711,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6710"}],"collection":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6710"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6710\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6711"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6710"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6710"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6710"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}