{"id":7772,"date":"2021-03-01T14:09:08","date_gmt":"2021-03-01T14:09:08","guid":{"rendered":"https:\/\/keblog.demoapp.xyz\/?p=7772"},"modified":"2022-10-19T04:54:42","modified_gmt":"2022-10-19T04:54:42","slug":"mitos-job-burnout-percaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/mitos-job-burnout-percaya","title":{"rendered":"5 Mitos Job Burnout, Percaya?"},"content":{"rendered":"<p>Minggu malam sudah menjelang. Anda mulai merasa uring-uringan dan takut untuk menyongsong pagi di hari Senin. Ada perasaan negatif yang menyeruak ketika otak Anda memikirkan lima hari kerja yang sudah menunggu di depan mata ketika Senin tiba. Dulu, Anda merasa sanggup dan selalu semangat dalam menyambut hari Senin beserta pekerjaan yang ada. Tapi, sekarang, ada sesuatu yang hilang dan membuat Anda terseok-seok dalam menyambut Senin dan pekerjaan. Namun, Anda tidak memiliki pilihan untuk mengambil cuti atau malah berganti pekerjaan.<\/p>\n<p>Jika skenario di atas sering terjadi pada Anda, bisa jadi Anda sudah terjebak dalam <em>job burnout<\/em>. Seperti yang sudah dijelaskan dalam artikel-artikel sebelumnya, <em>job burnout<\/em> adalah stres kronis yang terjadi akibat pekerjaan dan membuat Anda merasa terputus alias disengagement dengan pekerjaan atau bahkan rekan kerja Anda serta tidak dapat ditangani dengan baik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurut studi dari Gallup tentang <em>job burnout<\/em>, dari sekitar 12,5 ribu pekerja yang menjadi responden, 48 persen dari mereka mengaku lumayan sering terjebak dalam kondisi <em>job burnout<\/em>, dan 21 persen lainnya mengaku sering terjebak dalam kondisi <em>job burnout<\/em>. Tujuh persen lainnya mengaku sedang atau selalu terjebak dalam kondisi <em>job burnout<\/em>.<\/p>\n<p>Resiko untuk terkena <em>job burnout<\/em> dapat naik signifikan jika pekerja sudah bekerja selama 50 jam hingga 60 jam dalam seminggu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Untuk menyelesaikan dan keluar dari jebakan <em>job burnout<\/em> ini, tentu saja pekerja harus melakukan hal ekstra dan menyadari terlebih dahulu bahwa dirinya terjebak dalam <em>burnout<\/em>. Sebelum itu, ada beberapa mitos tentang <em>job burnout<\/em> yang harus dipatahkan:<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_26 counter-hierarchy\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">TOPICS<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/mitos-job-burnout-percaya\/#1_Hanya_orang_lemah_yang_burnout\" title=\"1. Hanya orang lemah yang burnout\">1. Hanya orang lemah yang burnout<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/mitos-job-burnout-percaya\/#2_Anda_hanya_butuh_liburan_untuk_atasi_burnout\" title=\"2. Anda hanya butuh liburan untuk atasi burnout\">2. Anda hanya butuh liburan untuk atasi burnout<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/mitos-job-burnout-percaya\/#3_Burnout_bisa_sembuh_dengan_sendirinya\" title=\"3. Burnout bisa sembuh dengan sendirinya\">3. Burnout bisa sembuh dengan sendirinya<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/mitos-job-burnout-percaya\/#4_Ubah_hidup_untuk_bangkit_dari_burnout\" title=\"4. Ubah hidup untuk bangkit dari burnout\">4. Ubah hidup untuk bangkit dari burnout<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/mitos-job-burnout-percaya\/#5_Burnout_depresi\" title=\"5. Burnout = depresi\">5. Burnout = depresi<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Hanya_orang_lemah_yang_burnout\"><\/span>1. Hanya orang lemah yang <em>burnout<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tidak ada kata lemah untuk orang yang terjebak <em>burnout<\/em>. Anda bukan orang yang lemah dari karena terjebak <em>burnout<\/em>.<\/p>\n<p>Atasi perasaan lemah ini dengan memikirkan dampak yang akan dihasilkan jika Anda membuat perubahan di pekerjaan Anda. Lewat mengetahui dampak yang dihasilkan dari perubahan yang Anda buat, Anda dapat mengatasi perasaan lemah tersebut. Anda juga bisa atasi perasaan lemah Anda dengan membantu orang lain. Lewat membantu, Anda melepaskan hormon yang dapat membuat Anda bahagia dan tidak merasa \u201clemah\u201d.<\/p>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img class=\"kg-image\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/dT2RF4QEg2cVoDFYaaU094S866mMIWX6uiM-MPYRrlPeVAAOp2_UfMrVZzBtEsoeDAj_Bb1dthpHQvCiP6fKhKCPI5icransvADoxwT1s7Wf5D9Ve9sxOcm4C7Ajn75DdZ9s5fk4\" alt=\"\" \/><\/figure>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Anda_hanya_butuh_liburan_untuk_atasi_burnout\"><\/span>2. Anda hanya butuh liburan untuk atasi <em>burnout<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ini mitos cara mengatasi <em>burnout<\/em> yang sudah mendarah daging sejak lama. Faktanya, liburan tidak akan membantu Anda menyelesaikan <em>burnout<\/em> yang sedang dialami.<\/p>\n<p>Sebuah penelitian dari <a href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/profile\/Mina-Westman\/publication\/13850676_Effects_of_a_respite_from_Work_on_burnout_Vacation_relief_and_fade-out\/links\/0912f51011b594f34d000000\/Effects-of-a-respite-from-Work-on-burnout-Vacation-relief-and-fade-out.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Journal of Applied Psychology<\/a> menyebut bahwa liburan hanya akan mengatasi burnout sementara. Sekembalinya Anda dari liburan, <em>burnout<\/em> akan kembali muncul dalam waktu seminggu hingga dua minggu setelah liburan selesai.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Burnout_bisa_sembuh_dengan_sendirinya\"><\/span>3.<em> Burnout<\/em> bisa sembuh dengan sendirinya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tidak. <em>Burnout<\/em> tidak akan bisa sembuh sendiri jika tidak ditangani dengan usaha. Justru, semakin Anda diamkan kondisi <em>burnout<\/em> Anda, semakin Anda akan terjebak dalam lingkaran <em>burnout<\/em>.<\/p>\n<p><em>Burnout<\/em> merupakan cara diri Anda memperingatkan Anda akan ancaman-ancaman yang akan menyerang Anda, yaitu kesehatan fisik dan mental. Jika Anda tiba-tiba merasakan perasaan apatis dan negativitas, itu bisa jadi tanda-tanda diri Anda sedang memperingatkan bahwa ada ancaman yang bisa mengganggu Anda.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Ubah_hidup_untuk_bangkit_dari_burnout\"><\/span>4. Ubah hidup untuk bangkit dari <em>burnout<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Terjebak kondisi <em>burnout<\/em> dan usaha untuk keluar dari <em>burnout<\/em> tidak membutuhkan Anda untuk <em>resign\u00a0<\/em>dari kantor.<\/p>\n<p>Anda hanya perlu untuk membuat batasan untuk diri Anda sendiri dan pekerjaan serta beristirahat untuk mengumpulkan kembali energi dan membangun kembali kekuatan Anda untuk menangkal stres. Jika beristirahat tidak memungkinkan, Anda bisa mencoba <em>job crafting<\/em>, yaitu cara untuk mengatur kembali pekerjaan Anda agar lebih fleksibel dengan keadaan Anda.<\/p>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img class=\"kg-image\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/YKn_qqM80pdO3gRP9OUTeMpxqFD_ZV8S8kQupsyDGAZXFNEbGoA1oWxU-zaoaLyE4FXCS_Ablqef8WaUEGS2His1q3TTKfolVdBHAmdX8ThoLrJ5LcH7mepweGh56REGXqpdE7YD\" alt=\"\" \/><\/figure>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Burnout_depresi\"><\/span>5.<em> Burnout<\/em> = depresi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><em>Burnout<\/em> dan depresi memang saling berkaitan dalam beberapa aspek. Menurut hipotesis dari penelitian yang sudah ada, 20 persen dari kasus <em>burnout<\/em> memang dapat ditemukan kaitannya dengan depresi. Namun, 80 persen dari kasus <em>burnout<\/em> yang ada, tidak ada kaitannya dengan depresi.<\/p>\n<p><em>Burnout<\/em> merupakan kondisi permasalahan kesehatan mental yang kompleks. Dampak dari <em>burnout<\/em> tidak selalu berakhir depresi, namun sering menjadi \u201cpintu\u201d bagi kondisi permasalahan kesehatan yang lain. Bisa jadi dampak burnout untuk seseorang adalah kesehatan fisiknya terganggu, ada pula yang hormon tubuhnya jadi terganggu. Ada yang terkena burnout jadi sering terkena serangan panik.<\/p>\n<p>Penting untuk diketahui, resiko untuk terjebak dalam <em>job burnou<\/em>t dapat menurun dengan signifikan jika pekerja merasa terinspirasi, termotivasi, serta didukung dalam melakukan pekerjaannya. Selain itu, pekerja yang mendapat motivasi, inspirasi, dan didukung oleh rekan serta atasannya akan tidak akan merasa stres dan tertekan dalam bekerja. Kesejahteraan dan kesehatan mereka pun lebih terjamin dan mereka lebih bahagia dalam bekerja.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.kalibrr.com\/contactus\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/35.234.31.133\/sites\/default\/files\/inline-images\/01%20CTA%20Blog_13.jpg\" alt=\"CTA\" width=\"849\" height=\"175\" data-align=\"center\" data-entity-type=\"file\" data-entity-uuid=\"4292521c-3195-4747-b3e7-6c40cdb7c89f\" \/><\/a><\/p>\n<p>Artikel dilansir dari <a href=\"https:\/\/www.fastcompany.com\/3051699\/5-myths-about-burnout\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fast Company<\/a>, <a href=\"https:\/\/www.psychologytoday.com\/us\/blog\/pressure-proof\/201510\/5-myths-about-burnout-and-the-truth-we-need-understand\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Psychology Today<\/a>, dan <a href=\"https:\/\/www.headspace.com\/blog\/2017\/01\/10\/job-burnout\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Headspace<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Minggu malam sudah menjelang. Anda mulai merasa uring-uringan dan takut untuk menyongsong pagi di hari Senin. Ada perasaan negatif yang menyeruak ketika otak Anda memikirkan lima hari kerja yang sudah menunggu di depan mata ketika Senin tiba. Dulu, Anda merasa sanggup dan selalu semangat dalam menyambut hari Senin beserta pekerjaan yang ada. Tapi, sekarang, ada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":7774,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7772"}],"collection":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7772"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7772\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7774"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7772"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7772"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7772"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}