{"id":8344,"date":"2020-02-29T18:46:03","date_gmt":"2020-02-29T18:46:03","guid":{"rendered":"https:\/\/keblog.demoapp.xyz\/?p=8344"},"modified":"2022-10-19T03:56:14","modified_gmt":"2022-10-19T03:56:14","slug":"ditanya-sama-calon-rekruter-soal-kelemahan-kamu-saat-wawancara-harus-jawab-bagaimana-yah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/ditanya-sama-calon-rekruter-soal-kelemahan-kamu-saat-wawancara-harus-jawab-bagaimana-yah","title":{"rendered":"Ditanya Sama Calon Rekruter Soal Kelemahan Kamu Saat Wawancara, Harus Jawab Bagaimana, yah?"},"content":{"rendered":"<p>Proses wawancara kerja nggak bisa dipungkiri masih menjadi hal yang krusial saat mencari kerja. Dalam proses ini, seperti yang kita ketahui, adalah sebuah proses bagi calon rekruter untuk \u00a0mengenal kita lebih dekat, mulai dari soal karakter hingga kecakapan kita saat bekerja. Dan bicara soal wawancara kerja, biasanya ada satu pertanyaan yang cukup menjebak, yaitu pertanyaan tentang kelemahan yang kamu miliki.<\/p>\n<p>Setiap orang pasti kelemahan yang nggak bisa dihindari. Bahkan seorang superhero pun terkadang memiliki kelemahan. Dalam dunia kerja, memiliki kelemahan itu adalah sebuah hal yang alamiah, namun juga bisa menjadi peluang besar untuk ditolak. Lalu, bagaimana yah cara menjawabnya? Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan jika kamu bertemu dengan pertanyaan ini saat interview.<\/p>\n<p><em><strong>Baca Juga: Dapat dua panggilan kerja sekaligus, harus bagaimana, yah?<\/strong><\/em><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_26 counter-hierarchy\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">TOPICS<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/ditanya-sama-calon-rekruter-soal-kelemahan-kamu-saat-wawancara-harus-jawab-bagaimana-yah\/#1_Jadikan_ini_sebagai_kelebihan\" title=\"1. Jadikan ini sebagai kelebihan\">1. Jadikan ini sebagai kelebihan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/ditanya-sama-calon-rekruter-soal-kelemahan-kamu-saat-wawancara-harus-jawab-bagaimana-yah\/#2_Jangan_curhat_soal_pribadi\" title=\"2. Jangan curhat soal pribadi\">2. Jangan curhat soal pribadi<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/ditanya-sama-calon-rekruter-soal-kelemahan-kamu-saat-wawancara-harus-jawab-bagaimana-yah\/#3_Jawablah_dengan_optimis\" title=\"3. Jawablah dengan optimis\">3. Jawablah dengan optimis<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/ditanya-sama-calon-rekruter-soal-kelemahan-kamu-saat-wawancara-harus-jawab-bagaimana-yah\/#4_Tunjukkan_semangat_dan_integritas\" title=\"4. Tunjukkan semangat, dan integritas\">4. Tunjukkan semangat, dan integritas<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/ditanya-sama-calon-rekruter-soal-kelemahan-kamu-saat-wawancara-harus-jawab-bagaimana-yah\/#5_Tetap_jujur_dan_rendah_hati\" title=\"5. Tetap jujur dan rendah hati\">5. Tetap jujur dan rendah hati<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Jadikan_ini_sebagai_kelebihan\"><\/span><strong>1. Jadikan ini sebagai kelebihan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sekilas memang hal ini terlihat cukup membingungkan dan sedikit sombong. Namun, hal ini memang menjadi trik yang cukup ampuh jika kamu menghadapi pertanyaan seperti ini saat wawancara kerja.<\/p>\n<p>Memiliki kelemahan bukan berarti harus terlihat lemah, justru kamu harus terlihat mampu mengatasi kelemahan tersebut. Salah satu contoh yang bisa kamu coba adalah dengan mencari kelemahan yang bisa diolah menjadi hal positif, seperti kerja lupa waktu, ambisius, dan risih dengan hal yang melenceng sekecil apapun.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Jangan_curhat_soal_pribadi\"><\/span><strong>2. Jangan curhat soal pribadi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kita tahu kok, kalau semua orang pasti punya masalah masing-masing. Tenang saja, kita juga sadar kok kalau hidup itu nggak semulus yang kita kira, pasti ada saja aral melintang yang akan kita hadapi.<\/p>\n<p><img src=\"http:\/\/35.234.31.133:80\/sites\/default\/files\/inline-images\/Blog-Maret-Ditanya-Kelemahan-2.jpg\" alt=\"ditanya kelemahan saat interview\" data-entity-type=\"file\" data-entity-uuid=\"68adcadf-a71b-4f3f-b8aa-bb1623d25575\" \/><\/p>\n<p>Tapi, perlu kamu ingat juga kalau ini bukan sesi konsultasi psikologi yang bisa kamu pakai untuk curhat. Jadi, jangan sampai momen untuk menunjukkan kelemahan kamu justru kamu pakai untuk curhat colongan tentang masalah pribadi kamu. Selain bikin calon rekruter bete, ini juga bisa menunjukkan bahwa kamu lemah dan nggak bisa berjuang untuk kondisi kamu saat ini.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Jawablah_dengan_optimis\"><\/span><strong>3. Jawablah dengan optimis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sejak lama rasa optimis dianggap sebagai sebuah hal yang mampu meningkatkan energi positif di sekeliling kita. Maka dari itu, rasa optimis selalu dicari oleh banyak lingkungan kerja. Terbukti dari tingginya orang-orang mencari kutipan motivasi.<\/p>\n<p>Hal ini juga bisa kamu tunjukkan saat kamu sedang menjalani proses wawancara kerja. Saat kamu menyebutkan kelemahan, jawablah dengan rasa penuh optimis dan penuh percaya diri, sambil kamu menyertakan tekad kamu untuk memperbaiki setiap kelemahan yang kamu miliki.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Tunjukkan_semangat_dan_integritas\"><\/span><strong>4. Tunjukkan semangat, dan integritas<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Rasa semangat sudah sejak lama dianggap sebagai pemberi energi positif yang optimal. Maka dari itu, hampir setiap orang senang banget kalau bertemu orang lain yang penuh semangat.<\/p>\n<p>Begitu juga dengan para rekruter, meskipun kamu ditanya soal kelemahan, tetap tunjukkan kalau kamu masih punya semangat di tengah keterbatasan kamu. Tunjukkan juga kalau kamu punya integritas dan kemampuan untuk mengatasi kekurangan kamu tersebut.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Tetap_jujur_dan_rendah_hati\"><\/span><strong>5. Tetap jujur dan rendah hati<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Banyak sekali pencari kerja atau calon karyawan yang memanipulasi setiap penampilannya, baik secara penampilan fisik atau tutur kata dan karakter. Tujuannya sih sama, supaya kelemahannya tertutupi dan tetap dilihat bagus oleh calon rekruter.<\/p>\n<p>Padahal, nggak sedikit pula calon rekruter yang melihat kandidatnya apa adanya. Tahu nggak, percaya atau nggak, calon rekruter itu biasanya justru lebih suka kandidat yang jujur apa adanya. Jadi jika kamu bingung ketika bertemu dengan pertanyaan tentang kelemahan kamu, coba saja kamu jawab dengan sejujurnya dan tetap rendah hati.<\/p>\n<p>Itu beberapa tips buat kamu yang masih bingung menjawab saat ditanya tentang kelemahan kamu. Semoga bermanfaat yah, dan mampu membuat kamu lebih cepat \u00a0menemukan pekerjaan yang pas untuk karirmu.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-8083\" src=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/mau-kandidat-terima-tawaran-kerja-dalam-sekali-offer-pelajari-hal-hal-berikut-2-300x71.jpg\" alt=\"mau-kandidat-terima-tawaran-kerja-dalam-sekali-offer-pelajari-hal-hal-berikut\" width=\"300\" height=\"71\" srcset=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/mau-kandidat-terima-tawaran-kerja-dalam-sekali-offer-pelajari-hal-hal-berikut-2-300x71.jpg 300w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/mau-kandidat-terima-tawaran-kerja-dalam-sekali-offer-pelajari-hal-hal-berikut-2-1024x243.jpg 1024w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/mau-kandidat-terima-tawaran-kerja-dalam-sekali-offer-pelajari-hal-hal-berikut-2-768x182.jpg 768w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/mau-kandidat-terima-tawaran-kerja-dalam-sekali-offer-pelajari-hal-hal-berikut-2.jpg 1474w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Proses wawancara kerja nggak bisa dipungkiri masih menjadi hal yang krusial saat mencari kerja. Dalam proses ini, seperti yang kita ketahui, adalah sebuah proses bagi calon rekruter untuk \u00a0mengenal kita lebih dekat, mulai dari soal karakter hingga kecakapan kita saat bekerja. Dan bicara soal wawancara kerja, biasanya ada satu pertanyaan yang cukup menjebak, yaitu pertanyaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":8345,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[18],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8344"}],"collection":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8344"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8344\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8345"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8344"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8344"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8344"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}