{"id":8371,"date":"2021-01-13T17:04:39","date_gmt":"2021-01-13T17:04:39","guid":{"rendered":"https:\/\/keblog.demoapp.xyz\/?p=8371"},"modified":"2022-10-19T03:56:02","modified_gmt":"2022-10-19T03:56:02","slug":"bangun-internal-branding-untuk-pekerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/bangun-internal-branding-untuk-pekerja","title":{"rendered":"Bangun Internal Branding untuk Pekerja"},"content":{"rendered":"<p>Sebagai HR, pasti seringkali mendengar istilah \u201c<em>employer branding<\/em>\u00a0eksternal\u201d untuk meningkatkan\u00a0<em>awareness<\/em>\u00a0kandidat akan perusahaan. Selain untuk meningkatkan awareness kandidat,\u00a0<em>employer branding<\/em>\u00a0juga berguna untuk membangun reputasi perusahaan dan membuka kesempatan bagi perusahaan untuk merekrut\u00a0<em>talent-talent<\/em>\u00a0terbaiknya. Tidak sampai di situ,\u00a0<em>employer branding<\/em>\u00a0juga membawa keuntungan bagi perusahaan dari segi pengurangan biaya perekrutan.<\/p>\n<p>Selain employer branding eksternal, ternyata\u00a0<em>employer branding<\/em>\u00a0internal atau internal\u00a0<em>branding<\/em>\u00a0pun tidak kalah penting dari\u00a0<em>employer branding<\/em>\u00a0eksternal. Padahal, pekerja yang sudah menjadi bagian dari perusahaan juga penting untuk diperhatikan.<\/p>\n<p>Dalam penelitian yang dipublikasi dalam Harvard Business Review, dikatakan, jika perusahaan memiliki\u00a0<em>employer branding<\/em>\u00a0internal yang buruk, maka hal tersebut akan mempengaruhi biaya pengeluaran perusahaan sebesar 10 persen lebih besar dibanding perusahaan yang menerapkan\u00a0<em>employer branding<\/em>\u00a0internal dengan baik. Selain itu,\u00a0<em>employer branding<\/em>\u00a0internal yang buruk juga bisa mempersulit perusahaan dalam mendapatkan kandidat berkualitas yang baru.<\/p>\n<p>Internal<em>\u00a0branding<\/em>\u00a0yang baik juga dapat mengurangi angka\u00a0<em>turnover<\/em>\u00a0sebesar 28 persen. Lalu, pekerja yang merasa bahwa perusahaannya telah menerapkan<em>\u00a0<\/em>internal<em>\u00a0branding<\/em>\u00a0\u00a0yang baik dapat dan meningkatkan reputasi perusahaan sebanyak 95 persen.<\/p>\n<p>Studi yang dilakukan Glassdoor pun menyebut bahwa internal\u00a0<em>branding<\/em>\u00a0yang baik juga dapat menjadikan pekerjanya sebagai\u00a0<em>brand ambassador\u00a0<\/em>dan sebanyak 49 persen dari pekerja menyatakan bersedia untuk merekomendasikan perusahaannya ke kandidat berkualitas lain yang sedang mencari kerja.<\/p>\n<p>Lantas, bagaimana cara membangun internal\u00a0<em>branding<\/em>\u00a0yang baik dan berkesan bagi pekerja?<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_26 counter-hierarchy\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">TOPICS<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/bangun-internal-branding-untuk-pekerja\/#1_Temukan_nilai_visi_dan_misi_dari_perusahaan\" title=\"1. Temukan nilai visi dan misi dari perusahaan\">1. Temukan nilai visi dan misi dari perusahaan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/bangun-internal-branding-untuk-pekerja\/#2_Ikutsertakan_pekerja\" title=\"2. Ikutsertakan pekerja\">2. Ikutsertakan pekerja<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/bangun-internal-branding-untuk-pekerja\/#3_Beri_identitas_pada_pekerja\" title=\"3. Beri identitas pada pekerja\">3. Beri identitas pada pekerja<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/bangun-internal-branding-untuk-pekerja\/#4_Investasikan_personalized_employee_experience\" title=\"4. Investasikan\u00a0personalized employee experience\">4. Investasikan\u00a0personalized employee experience<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/bangun-internal-branding-untuk-pekerja\/#5_Adopsi_penggunaan_software_untuk_pekerja\" title=\"5. Adopsi penggunaan\u00a0software\u00a0untuk pekerja\">5. Adopsi penggunaan\u00a0software\u00a0untuk pekerja<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Temukan_nilai_visi_dan_misi_dari_perusahaan\"><\/span>1. Temukan nilai visi dan misi dari perusahaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tanpa adanya nilai dan misi yang dimiliki perusahaan, maka sulit bagi pekerja untuk mengidentifikasi tujuan mereka dalam bekerja, pun dalam menjalankan kerja timnya. Nantinya, nilai visi dan misi dari perusahaan bisa mengubah mindset yang dimiliki pekerja, dari yang hanya sekadar \u201cbekerja karena harus mencari uang\u201d menjadi \u201cbekerja karena ingin berkontribusi lebih besar dan baik kepada perusahaan\u201d. Pekerja pun menjadi memiliki tujuan yang ingin digapai, tidak sekadar karena uang atau gaji serta manfaat yang beri perusahaan.<\/p>\n<p>Pekerja yang memiliki motivasi bekerja untuk berkontribusi memiliki angka turnover rate yang lebih rendah dibanding pekerja yang memiliki motivasi hanya untuk mencari uang.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Ikutsertakan_pekerja\"><\/span>2. Ikutsertakan pekerja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Internal\u00a0<em>branding<\/em>\u00a0adalah tentang pekerja itu sendiri. Maka libatkan pekerja dalam employer branding yang akan dirumuskan oleh HR.<\/p>\n<p>Mulai dari mencari\u00a0<em>feedback<\/em>\u00a0yang berarti dari pekerja, biarkan mereka menuangkan persepsi mereka atas perusahaan serta kekurangan yang harus diperbaiki dari perusahaan. Buat sebuah survei atau forum diskusi terbuka antar pekerja atau sesi\u00a0<em>Q&amp;A<\/em>\u00a0antar pekerja, HR, dan manajemen, agar pekerja merasa menjadi bagian yang dianggap dan bermakna bagi perusahaan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Beri_identitas_pada_pekerja\"><\/span>3. Beri identitas pada pekerja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jika HR sudah berhasil membangun\u00a0<em>employer branding<\/em>\u00a0eksternal hingga berhasil \u201c<em>nempel<\/em>\u201d di benak kandidat atau para\u00a0<em>jobseeker<\/em>, maka HR juga harus merumuskan internal<em>\u00a0branding<\/em>\u00a0yang juga\u00a0<em>catchy<\/em>\u00a0dan bisa \u201c<em>nempel<\/em>\u201d di benak pekerja.<\/p>\n<p>Isi dari internal<em>\u00a0branding<\/em>\u00a0harus bisa diterjemahkan juga ke dalam kegiatan sehari-hari pekerja. HR juga harus membuat isi dan nilai dari\u00a0<em>employer branding<\/em>\u00a0eksternal dan internal<em>\u00a0branding<\/em>\u00a0sejalan dan seirama. Pastikan juga, isi dari internal<em>\u00a0branding<\/em>\u00a0bisa memberi pekerja\u00a0<em>sense of ownership<\/em>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Investasikan_personalized_employee_experience\"><\/span>4. Investasikan\u00a0<em>personalized employee experience<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalam penerapan internal\u00a0<em>branding<\/em>, penting untuk menginvestasikan pengalaman kerja pekerja alias\u00a0<em>employee experience<\/em>\u00a0dan melakukan personalisasi.<\/p>\n<p>Jangan perlakukan pekerja hanya sebagai angka, seperti berapa banyak pekerja yang ada dan berapa penghasilan yang mereka dapatkan. Jangan perlakukan pekerja sebagai robot yang selalu siap sedia kapanpun manajemen membutuhkan. Tapi, perlakukan pekerja sebagai seorang individu yang memiliki kemampuan serta aset perusahaan yang paling berharga.<\/p>\n<p>Cari tahu tujuan bekerja mereka, ketertarikan mereka. Dengan perlakuan yang baik dari perusahaan, maka pekerja pun bisa memperlakukan\u00a0<em>customer<\/em>\u00a0atau klien perusahaan dengan baik juga.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Adopsi_penggunaan_software_untuk_pekerja\"><\/span>5. Adopsi penggunaan\u00a0<em>software<\/em>\u00a0untuk pekerja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Agar internal\u00a0<em>branding<\/em>\u00a0bisa berjalan dengan sukses, HR bisa mencoba menggunakan\u00a0<em>software<\/em>\u00a0yang bisa mengkoneksi seluruh pekerja dengan informasi terbaru mengenai perusahaan.<\/p>\n<p><em>Software<\/em>\u00a0di sini bisa berbentuk media sosial atau\u00a0<em>newsletter<\/em>\u00a0untuk pekerja. Dari\u00a0<em>software<\/em>\u00a0ini, pekerja pun bisa lebih merasa terkoneksi dengan perusahaan dan mendapat informasi yang tepat dari perusahaan.<\/p>\n<p>Internal<em>\u00a0branding<\/em>\u00a0akan selalu ada selama masih adanya pekerja. Jika perusahaan sudah memiliki program\u00a0<em>employer branding<\/em>\u00a0namun hanya dikhususkan untuk eksternal, maka awal tahun ini merupakan waktu yang tepat untuk mulai mencoba sesuatu yang baru, semisal meluaskan kembali konsep\u00a0<em>employer branding<\/em>\u00a0eksternal sekaligus internal<em>\u00a0branding<\/em> juga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-8083\" src=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/mau-kandidat-terima-tawaran-kerja-dalam-sekali-offer-pelajari-hal-hal-berikut-2-300x71.jpg\" alt=\"mau-kandidat-terima-tawaran-kerja-dalam-sekali-offer-pelajari-hal-hal-berikut\" width=\"300\" height=\"71\" srcset=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/mau-kandidat-terima-tawaran-kerja-dalam-sekali-offer-pelajari-hal-hal-berikut-2-300x71.jpg 300w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/mau-kandidat-terima-tawaran-kerja-dalam-sekali-offer-pelajari-hal-hal-berikut-2-1024x243.jpg 1024w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/mau-kandidat-terima-tawaran-kerja-dalam-sekali-offer-pelajari-hal-hal-berikut-2-768x182.jpg 768w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/mau-kandidat-terima-tawaran-kerja-dalam-sekali-offer-pelajari-hal-hal-berikut-2.jpg 1474w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artikel ini dlansir dari\u00a0<a href=\"https:\/\/everyonesocial.com\/blog\/internal-brand\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Everyone Social<\/a>,\u00a0<a href=\"https:\/\/www.interact-intranet.com\/blog\/5-ways-build-internal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Interact Intranet<\/a>, dan\u00a0<a href=\"https:\/\/blog.enplug.com\/internal-branding\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Enplug<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai HR, pasti seringkali mendengar istilah \u201cemployer branding\u00a0eksternal\u201d untuk meningkatkan\u00a0awareness\u00a0kandidat akan perusahaan. Selain untuk meningkatkan awareness kandidat,\u00a0employer branding\u00a0juga berguna untuk membangun reputasi perusahaan dan membuka kesempatan bagi perusahaan untuk merekrut\u00a0talent-talent\u00a0terbaiknya. Tidak sampai di situ,\u00a0employer branding\u00a0juga membawa keuntungan bagi perusahaan dari segi pengurangan biaya perekrutan. Selain employer branding eksternal, ternyata\u00a0employer branding\u00a0internal atau internal\u00a0branding\u00a0pun tidak kalah penting [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":8373,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8371"}],"collection":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8371"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8371\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8373"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8371"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8371"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8371"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}