{"id":8402,"date":"2020-12-23T18:44:30","date_gmt":"2020-12-23T18:44:30","guid":{"rendered":"https:\/\/keblog.demoapp.xyz\/?p=8402"},"modified":"2022-10-19T03:56:04","modified_gmt":"2022-10-19T03:56:04","slug":"langkah-penting-sebagai-awal-penyusunan-strategic-workforce-planning","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/langkah-penting-sebagai-awal-penyusunan-strategic-workforce-planning","title":{"rendered":"6 Langkah Penting Sebagai Awal Penyusunan Strategic Workforce Planning"},"content":{"rendered":"<p>Sebelum memulai perjalanan, baik perjalanan untuk berwisata atau untuk bertugas, setiap orang pasti telah menyusun rencana untuk dilakukan setibanya di tempat tujuan. Bahkan, terkadang untuk makan siang saja, orang sudah mulai memikirkan setibanya di kantor tempatnya bekerja.<\/p>\n<p>Sama seperti manusia yang butuh susunan rencana untuk melewati hari-harinya, dalam merekrut kandidat pun, HR membutuhkan susunan rencana yang tertata dan pastinya dapat diterapkan demi kemaslahatan perusahaan dan masa depan perusahaan. Untuk itulah,\u00a0<em>strategic workforce planning<\/em>\u00a0hadir untuk membantu HR dalam menyusun rencana perekrutan kandidat untuk waktu di masa depan.<\/p>\n<p>Banyak hal yang harus disiapkan serta dipertimbangkan dalam menyusun\u00a0<em>strategic workforce planning<\/em>, seperti berapa banyak pekerja yang telah perusahaan miliki sekarang, posisi jabatan apa yang masih kosong dan butuh untuk segara diisi, keterampilan apa yang dibutuhkan untuk perusahaan di masa depan, hingga siapa kandidat yang paling tepat untuk mengisi kekosongan posisi tersebut.<\/p>\n<p>\u201cHanya setengah dari seluruh HR yang kami wawancara dan percaya diri akan kapabilitas dan fungsi dari perencanaan\u00a0<em>strategic workforce planning<\/em>\u00a0yang dibuatnya. Padahal, membangun kapabilitas dan fungsi perencanaan strategi ketenagakerjaan penting bagi HR<a href=\"https:\/\/www.gartner.com\/smarterwithgartner\/3-steps-to-more-strategic-workforce-planning\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">,<\/a>\u201d\u00a0<a href=\"https:\/\/www.gartner.com\/smarterwithgartner\/3-steps-to-more-strategic-workforce-planning\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ujar Emily Rose McRae, direktur dari Gartner, seperti yang dikutip dari situs Gartner<\/a>.<\/p>\n<p>Ada tiga manfaat utama yang bisa menjadi alasan penyusunan\u00a0<em>strategic workforce planning\u00a0<\/em>untuk masa depan dari HR untuk perusahaan:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Mengelola pergantian pekerja<\/strong>, semisal ketika ada pekerja yang memutuskan untuk\u00a0<em>resign<\/em>\u00a0atau pensiun, HR tidak perlu kesulitan untuk menemukan pengganti dan mengisi kekosongan keterampilan yang ditinggalkan pekerja yang\u00a0<em>resign<\/em>\u00a0atau pensiun ini.<\/li>\n<li><strong>Meningkatkan produktivitas,<\/strong>\u00a0lewat\u00a0<em>strategic workforce planning<\/em>, HR dapat memperkirakan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan di masa depan dan mempersiapkan kandidatnya sedini mungkin. HR juga bisa mengelola pekerja dengan keterampilan yang ada untuk dimaksimalkan demi produktivitasnya.<\/li>\n<li><strong>HR memiliki strategi perekrutan jangka panjang<\/strong>,\u00a0<em>strategic workforce planning<\/em>\u00a0membantu HR untuk mengantisipasi kejadian tidak terduga yang melibatkan pekerja di masa depan, semisal pekerja yang\u00a0<em>resign<\/em>, pensiun atau bahkan meninggal. Dengan mengimplementasikan\u00a0<em>strategic workforce planning<\/em>, HR dapat segera mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan dengan kandidat baru dengan keterampilan yang sama baiknya atau bahkan lebih baik dari pekerja sebelumnya.<\/li>\n<\/ol>\n<figure class=\"kg-card kg-image-card\"><img class=\"kg-image\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/m-TLcoX9gPdjbH0o6gdluNMw_IIhlGRiq61ULYAGGH4C2tbTq-owIzATl9PMsGB9g9cyuhNb2QhyGezsMnS5L-n0s2Aa4ILjYU1iXv2vCJnVLJ4AwA_PasOECvatCPvBLo-UoTYC\" alt=\"\" \/><\/figure>\n<p>Terdapat langkah-langkah yang bisa menjadi patokan bagi HR dalam membangun kesuksesan\u00a0<em>strategic workforce planning<\/em>\u00a0serta kapabilitas dan fungsinya agar bermanfaat bagi perusahaan:<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_26 counter-hierarchy\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">TOPICS<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/langkah-penting-sebagai-awal-penyusunan-strategic-workforce-planning\/#1_Pertimbangkan_tujuan_jangka_panjang_perusahaan\" title=\"1. Pertimbangkan tujuan jangka panjang perusahaan\">1. Pertimbangkan tujuan jangka panjang perusahaan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/langkah-penting-sebagai-awal-penyusunan-strategic-workforce-planning\/#2_Analisis_keterampilan_pekerja_yang_ada_sekarang\" title=\"2. Analisis keterampilan pekerja yang ada sekarang\">2. Analisis keterampilan pekerja yang ada sekarang<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/langkah-penting-sebagai-awal-penyusunan-strategic-workforce-planning\/#3_Cari_keterampilan_yang_akan_diperlukan_di_masa_depan\" title=\"3. Cari keterampilan yang akan diperlukan di masa depan\">3. Cari keterampilan yang akan diperlukan di masa depan<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/langkah-penting-sebagai-awal-penyusunan-strategic-workforce-planning\/#4_Persiapkan_perencanaan_yang_fleksibel\" title=\"4. Persiapkan perencanaan yang fleksibel\">4. Persiapkan perencanaan yang fleksibel<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/langkah-penting-sebagai-awal-penyusunan-strategic-workforce-planning\/#5_Jangan_sungkan_untuk_melibatkan_stakeholder_dan_eksternal\" title=\"5. Jangan sungkan untuk melibatkan\u00a0stakeholder\u00a0dan eksternal\">5. Jangan sungkan untuk melibatkan\u00a0stakeholder\u00a0dan eksternal<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/langkah-penting-sebagai-awal-penyusunan-strategic-workforce-planning\/#6_Monitor_dan_adaptasi\" title=\"6. Monitor dan adaptasi\">6. Monitor dan adaptasi<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pertimbangkan_tujuan_jangka_panjang_perusahaan\"><\/span>1. Pertimbangkan tujuan jangka panjang perusahaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Salah satu tujuan dari\u00a0<em>strategic workforce planning<\/em>\u00a0adalah tentang bagaimana pekerja memiliki kemampuan untuk menyampaikan\u00a0<em>business goals<\/em>\u00a0dari perusahaan. Maka dari itu, HR harus paham akan tujuan jangka pendek dan panjang dari perusahaan sebelum menyusun\u00a0<em>strategic workforce planning<\/em>.<\/p>\n<p>Itulah sebabnya HR harus mendiskusikan penyusunan\u00a0<em>strategic workforce planning\u00a0<\/em>bersama divisi lain agar strategi perencanaan ini dapat berhasil dijalankan. Hal ini penting dilakukan agar tujuan dari\u00a0<em>strategic workforce planning<\/em>\u00a0bisa sejalan tujuan perusahaan beserta divisi yang ada di dalamnya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Analisis_keterampilan_pekerja_yang_ada_sekarang\"><\/span>2. Analisis keterampilan pekerja yang ada sekarang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><em>Strategic workforce<\/em>\u00a0<em>planning<\/em>\u00a0dimulai dari pekerja yang sudah menjadi bagian dari perusahan sekarang. HR harus menganalisa keterampilan pekerja yang ada dengan dua poin berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Kualitas pekerja<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kualitas pekerja dinilai dari performanya saat ini dan potensinya untuk masa depan. Jawab pertanyaan seperti: siapa pekerja dengan performa terbaik di bidangnya? Apakah pekerja memiliki \u00a0potensi yang baik di bidangnya untuk sekarang dan nanti? Jawaban dari kedua pertanyaan ini bisa membantu HR untuk mengembangkan kualitas pekerja sesuai dengan bidang, potensi, serta performanya.<\/p>\n<ul>\n<li>Kuantitas pekerja<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kuantitas pekerja dinilai dari banyaknya pekerja yang ada di perusahaan dan sesuai dengan bidangnya, termasuk pekerja\u00a0<em>onboarding<\/em>,\u00a0<em>employee turnover<\/em>, dan promosi jabatan internal.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Cari_keterampilan_yang_akan_diperlukan_di_masa_depan\"><\/span>3. Cari keterampilan yang akan diperlukan di masa depan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Setelah melakukan analisa tentang pekerja yang dimiliki sekarang, HR baru dapat memetakan pekerja dengan keterampilan apa yang akan dibutuhkan di masa depan dan apakah perusahaan sudah memiliki pekerja dengan keterampilan tersebut.<\/p>\n<p>HR juga harus pertimbangkan kemungkinan memaksimalkan pekerja yang ada sekarang dengan\u00a0<em>reskilling<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>upskilling<\/em>. Jika HR memutuskan untuk merekrut kandidat baru, pertimbangkan faktor keterampilan digital dan kemampuan kandidat dalam mengikuti perkembangan teknologi untuk mengisi keterampilan yang dibutuhkan di masa depan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Persiapkan_perencanaan_yang_fleksibel\"><\/span>4. Persiapkan perencanaan yang fleksibel<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Beberapa waktu belakangan ini, banyak kejadian yang terjadi secara tiba-tiba dan membutuhkan\u00a0<em>pivot<\/em>\u00a0dari perusahaan segera.\u00a0<em>Strategic workforce planning<\/em>\u00a0pun diharapkan bisa fleksibel mengikuti kondisi yang tidak menentu seperti sekarang.<\/p>\n<p>Lewat perancangan\u00a0<em>strategi workforce planning<\/em>, HR diharapkan bisa mengantisipasi kejadian-kejadian yang sifatnya\u00a0<em>urgent<\/em>\u00a0dan tiba-tiba dengan solusi yang dapat segera dilakukan di lapangan, seperti mengatasi kekosongan keterampilan pekerja yang\u00a0<em>resign<\/em>,\u00a0<em>rolling<\/em>\u00a0pekerja di divisi tertentu, ekonomi yang mendadak lesu dan sebagainya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Jangan_sungkan_untuk_melibatkan_stakeholder_dan_eksternal\"><\/span>5. Jangan sungkan untuk melibatkan\u00a0<em>stakeholder<\/em>\u00a0dan eksternal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Perancangan strategic workforce planning bukan perancangan yang mudah. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan ketika HR ingin membuat perancangan yang nantinya bisa diterapkan dengan baik di lapangan.<\/p>\n<p>Itulah sebabnya, HR harus melibatkan beberapa\u00a0<em>stakeholders<\/em>, seperti manajemen dan konsultan yang bisa membantu HR dalam merancang dan memberi dukungan dalam prosesnya. Nantinya, konsultan bisa memberi saran dan\u00a0<em>tips<\/em>\u00a0yang bisa berguna bagi HR untuk memulai serta menerapkan\u00a0<em>strategic workforce planning<\/em>\u00a0ini di perusahaan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Monitor_dan_adaptasi\"><\/span>6. Monitor dan adaptasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Setelah penyusunan\u00a0<em>strategic workforce planning<\/em>\u00a0sudah dilakukan dan siap untuk diimplementasikan, bukan berarti pekerjaan selesai sampai di sini.<\/p>\n<p>Di era yang membutuhkan kecepatan dan inovasi, teknologi, pekerja, dan\u00a0<em>customer<\/em>\u00a0bergerak harus bergerak dalam ritme yang cepat agar tidak tertinggal. Untuk merespon pergerakan ini,\u00a0<em>strategic workforce<\/em>\u00a0harus dapat beradaptasi sesuai dengan keadaan yang ada. Itulah sebab mengapa HR harus selalu memonitor strategi ini agar bisa selalu siap untuk bertransformasi bersama dengan bisnis perusahaan yang tengah berjalan.<\/p>\n<p>Poin terpenting dari enam langkah penyusunan\u00a0<em>strategic workforce planning<\/em>\u00a0adalah poin nomor lima, yaitu jangan sungkan untuk bertanya kepada\u00a0<em>stakeholder<\/em>\u00a0lain. Seperti menyewa konsultan untuk mempermudah HR dalam perancangan\u00a0<em>strategic workforce planning<\/em>.<\/p>\n<p>Kalibrr bisa membantu Anda dalam menyusun\u00a0<em>strategic workforce planning<\/em>\u00a0dengan saran dan tips yang sesuai dengan kondisi dan harapan perusahaan. Selain penyusunan s<em>trategic workforce planning<\/em>\u00a0untuk masa sekarang, Kalibrr juga bisa membantu Anda dalam menyusun\u00a0<em>strategic workforce planning<\/em>\u00a0untuk tahun yang akan mendatang.<\/p>\n<p>Ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai Kalibrr? Anda bisa klik\u00a0<em>banner<\/em>\u00a0di bawah ini atau\u00a0klik link berikut ini\u00a0untuk informasi lebih lanjut tentang Kalibrr.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone  wp-image-8390\" src=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/CTA-contact-us-300x70.jpeg\" alt=\"CTA-contact-us\" width=\"810\" height=\"189\" \/><\/p>\n<p>Artikel dilansir dari\u00a0<a href=\"https:\/\/harver.com\/blog\/strategic-workforce-planning\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Harver<\/a>,\u00a0<a href=\"https:\/\/www.analyticsinhr.com\/blog\/strategic-workforce-planning\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Analytics in HR<\/a>, dan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.gartner.com\/smarterwithgartner\/3-steps-to-more-strategic-workforce-planning\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gartner<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebelum memulai perjalanan, baik perjalanan untuk berwisata atau untuk bertugas, setiap orang pasti telah menyusun rencana untuk dilakukan setibanya di tempat tujuan. Bahkan, terkadang untuk makan siang saja, orang sudah mulai memikirkan setibanya di kantor tempatnya bekerja. Sama seperti manusia yang butuh susunan rencana untuk melewati hari-harinya, dalam merekrut kandidat pun, HR membutuhkan susunan rencana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":8403,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8402"}],"collection":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8402"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8402\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8403"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8402"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8402"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8402"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}