{"id":9019,"date":"2020-10-22T07:24:28","date_gmt":"2020-10-22T07:24:28","guid":{"rendered":"https:\/\/keblog.demoapp.xyz\/?p=9019"},"modified":"2022-10-19T03:45:22","modified_gmt":"2022-10-19T03:45:22","slug":"employer-branding-lewat-instagram-bisa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/employer-branding-lewat-instagram-bisa","title":{"rendered":"Employer Branding Lewat Instagram? Bisa!"},"content":{"rendered":"<p>Instagram merupakan sebuah media sosial tanpa pungutan biaya yang berfungsi untuk berbagi foto dan momen berbentuk gambar yang sampai sekarang kegunaannya tidak hanya sekadar berbagi foto dan momen, tetapi juga video. Pertama kali dikenalkan pada tahun 2010 dengan spesialisasi di berbagi foto dan video, para pengguna Instagram dapat meng-<em>upload<\/em>, mengedit, menyimpan, dan mem-<em>posting<\/em>\u00a0foto atau video tersebut.<\/p>\n<p>Lebih daripada itu, Instagram juga menyematkan fitur\u00a0<em>like<\/em>\u00a0(menyukai), komentar, dan\u00a0<em>follow<\/em>\u00a0(mengikuti) untuk para penggunanya agar mereka dapat berinteraksi lebih baik lagi. Pengguna yang sudah menyukai sebuah postingan, atau memberi komentar, atau mengikuti akun lainnya, dapat menemukan konten pengguna tersebut dalam\u00a0<em>feed<\/em>\u00a0mereka, atau menemukan konten serupa dalam kolom\u00a0<em>explore<\/em>\u00a0yang ada di Instagram. Tidak sampai di situ, Instagram juga memberikan fitur\u00a0<em>direct message<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>story mode<\/em>\u00a0yang bisa memuat video dan foto sepanjang 15 detik dan ditampilkan selama 24 jam di\u00a0<em>feed<\/em>.<\/p>\n<p>Kelebihan-kelebihan Instagram ini tidak dimiliki oleh media sosial pesaing lainnya yang juga\u00a0<em>booming<\/em>\u00a0di tengah masyarakat, seperti Twitter dan Facebook. Menurut survei yang dilakukan oleh Statista pada 2018,\u00a0<a href=\"https:\/\/id.oberlo.com\/blog\/instagram-stats-every-marketer-should-know#1_How_Many_People_Use_Instagram\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">pengguna Instagram telah mencapai angka 1 miliar pengguna<\/a>\u00a0dengan 500 juta pengguna aktif,\u00a0<a href=\"https:\/\/www.talention.com\/blog\/employer-branding-on-instagram-in-4-easy-steps\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">90 persen di antara mereka masih berusia di bawah 35 tahun<\/a>. Indonesia sendiri memegang peringkat ke-4 dengan angka pengguna aktif sebanyak<a href=\"https:\/\/napoleoncat.com\/stats\/instagram-users-in-indonesia\/2019\/02#:~:text=There%20were%2062%20060%20000,group%20(24%20000%20000).\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">\u00a062 juta<\/a>.<\/p>\n<p>Banyaknya pengguna ini menjadi salah satu alasan mengapa instagram menjadi platform yang paling menjanjikan dan menjadi salah satu yang terbaik untuk melakukan bisnis dan\u00a0<em>branding<\/em>, termasuk\u00a0<em>employer branding<\/em>. Jika pendekatan yang dilakukan oleh perusahaan benar, maka Instagram dapat menjadi platform employer branding efektif untuk menarik talent-talent baru yang berkualitas dan menjaga retensi antara pekerja dengan perusahaan.<\/p>\n<p>Namun, bagaimana cara melakukan employer branding perusahaan di Instagram dengan tepat dan efektif hanya lewat foto dan video? Kalibrr akan memberikan cara mudah employer branding lewat Instagram agar Anda bisa langsung mempraktekkannya!<\/p>\n<p>1. Jujur dalam Setiap <em>Posting<\/em>-an<\/p>\n<p><em>Posting<\/em>\u00a0foto atau video para pekerja dan lingkungan kerja sejujur mungkin. Tidak perlu merapikan atau mendesain lingkungan kerja se-ciamik mungkin demi konten. Berikan\u00a0<em>insight<\/em>\u00a0kepada publik bahwa lingkungan kerja perusahaan memiliki kesan positif tanpa harus berlebihan.<img class=\"kg-image\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/YBun4XS-3RCZv4FYZQKfB-I5XTtOEa5_GYquoUMYEdKA8hDAHztiMKGxVcJ9SQhJzZZxkb1of7O6yidS7QewqoM2BVhgClIFwpqjFT9VRmiYT1Y_Aq5tnj-tGHZH8PZ7dJZy8LNs\" alt=\"\" \/><\/p>\n<p>2. Bagikan \u201c<em>Behind the Scene<\/em>\u201d Kegiatan Pekerja<\/p>\n<p>Bagikan konten tentang pekerjaan para pekerja, bagaimana mereka melakukan rapat, sekadar berbincang ringan di tengah jam makan siang, atau ketika perusahaan mengadakan acara untuk pekerja. Konten-konten seperti ini yang nantinya dapat menarik minat\u00a0<em>talent<\/em>\u00a0untuk bekerja di perusahaan.<\/p>\n<p>3.<em>\u00a0Engage<\/em>\u00a0dengan Pekerja<\/p>\n<p><em>Repost<\/em>\u00a0adalah kunci untuk terus\u00a0<em>engage<\/em>\u00a0dengan pekerja. Bagikan konten-konten hasil\u00a0<em>repost<\/em>\u00a0yang sebelumnya di-<em>posting<\/em>\u00a0oleh pekerja. Ingatkan kepada para pekerja untuk jangan lupa tagging akun\u00a0<em>employer branding<\/em>\u00a0perusahaan jika akan mem-<em>posting<\/em>\u00a0konten yang berhubungan dengan perusahaan.<\/p>\n<p>4. Pisahkan Akun<\/p>\n<p>Jika perusahaan sudah memiliki akun Instagram, ada baiknya Anda memisahkan akun tersebut dari akun employer branding. Hal ini bertujuan untuk memperjelas tujuan dari masing-masing akun dan memisahkan isi konten. Seperti contoh akun Instagram\u00a0<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/starbucksindonesia\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">@starbucksindonesia<\/a>\u00a0dan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/karirstarbucksindonesia\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">@karirstarbucksindonesia<\/a>\u00a0atau\u00a0<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/gojekindonesia\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">@gojekindonesia<\/a>\u00a0dan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/lifeatgojek\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">@lifeatgojek<\/a>.<\/p>\n<p>5. Promosi<\/p>\n<p>Jangkauan\u00a0<em>employer branding<\/em>\u00a0perusahaan akan lebih luas dengan promosi lewat fitur\u00a0<em>business account<\/em>\u00a0Instagram. Buatlah segmentasi sasaran dari\u00a0<em>employer branding<\/em>\u00a0juga sebelum melakukan promosi agar tidak salah sasaran.<\/p>\n<p>6. Konsisten dan Menarik<\/p>\n<p>Buatlah konten yang konsisten dari waktu ke waktu. Jangan biarkan akun<em>\u00a0employer branding<\/em>\u00a0terlalu lama kosong atau tidak ada\u00a0<em>posting<\/em>-an terbaru dalam waktu yang lama. Konten juga harus menarik, bisa dari sisi\u00a0<em>caption<\/em>\u00a0atau foto dan video.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.kalibrr.com\/contactus\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-9022 size-full\" src=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/employer-branding-lewat-instagram-bisa-1.png\" alt=\"\" width=\"1474\" height=\"350\" srcset=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/employer-branding-lewat-instagram-bisa-1.png 1474w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/employer-branding-lewat-instagram-bisa-1-300x71.png 300w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/employer-branding-lewat-instagram-bisa-1-1024x243.png 1024w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/employer-branding-lewat-instagram-bisa-1-768x182.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1474px) 100vw, 1474px\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Instagram merupakan sebuah media sosial tanpa pungutan biaya yang berfungsi untuk berbagi foto dan momen berbentuk gambar yang sampai sekarang kegunaannya tidak hanya sekadar berbagi foto dan momen, tetapi juga video. Pertama kali dikenalkan pada tahun 2010 dengan spesialisasi di berbagi foto dan video, para pengguna Instagram dapat meng-upload, mengedit, menyimpan, dan mem-posting\u00a0foto atau video [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":9020,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9019"}],"collection":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9019"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9019\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9020"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9019"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9019"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9019"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}