{"id":9871,"date":"2019-10-18T16:18:39","date_gmt":"2019-10-18T16:18:39","guid":{"rendered":"https:\/\/keblog.demoapp.xyz\/?p=9871"},"modified":"2022-10-19T03:56:16","modified_gmt":"2022-10-19T03:56:16","slug":"duet-maut-recruiter-dan-user-bagaimana-dan-mulai-darimana-sih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/duet-maut-recruiter-dan-user-bagaimana-dan-mulai-darimana-sih","title":{"rendered":"Duet Maut Recruiter dan User, Bagaimana dan Mulai Darimana Sih?"},"content":{"rendered":"<p class=\"text-align-justify\">Banyak yang setuju bahwa sebagian besar iklan lowongan dibagikan oleh <em>recruiter <\/em>yang memang dibayar untuk melakukan pekerjaan \u2018mencari jodoh\u2019 sesuai dengan posisi yang dibutuhkan di suatu perusahaan. Namun, apakah benar proses \u2018menemukan jodoh\u2019 ini adalah tanggung jawab penuh <em>recruiter <\/em>sejak awal? Jawabannya adalah tidak.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Peran <em>user<\/em> yang merupakan atasan langsung dari kandidat yang sedang dicarinya, idealnya dimulai sejak awal proses rekrutmen. Fakta bahwa kemampuan teknis adalah salah satu aspek terbesar dalam menentukan kesesuaian kandidat dengan kualifikasi pekerjaan yang dibutuhkan merupakan alasan yang menguatkan pentingnya peran <em>user <\/em>sejak awal proses rekrutmen.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Berdasarkan data dari proses seleksi di salah satu perusahaan swasta di Indonesia pada tahun 2018, sebesar 71% kandidat gagal pada proses<em> interview user.<\/em> Tentu saja besarnya kandidat yang gagal ini membawa berbagai dampak buruk dalam hal biaya, waktu, dan tenaga.\u00a0 Jika dilihat dari sudut pandang perusahaan, proses seleksi yang berulang-ulang untuk memenuhi posisi tertentu akan berdampak pada <em>recruitment cost<\/em> yang semakin tinggi,<em> lost time<\/em> karena proses seleksi yang tidak \u2018menghasilkan\u2019, waktu pemenuhan semakin lama yang pada akhirnya berdampak pada <em>workload<\/em> dan aktivitas operasional, serta effort yang dikeluarkan semakin besar untuk proses <em>screening<\/em> hingga seleksi tertulis.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Belum lagi jika ada kandidat yang dipertimbangkan, dan kandidat pembanding belum juga ditemukan dalam waktu yang lama. Tentu saja akan ada risiko kandidat telah menemukan pekerjaan lain selama \u2018masa tunggu\u2019 tersebut. Lalu kapan rekrutmen dapat bertransformasi dari cost center menjadi <em>profit center<\/em> jika masalah ini terus berulang? Lantas, apakah masih relevan jika peran <em>user <\/em>baru dimulai ketika proses <em>interview user<\/em>? Jika tidak demikian, kenapa <em>interview user<\/em> tidak dilakukan sejak awal proses? Jawabannya adalah tentu akan sulit untuk mewujudkan ini, mengingat banyaknya aktivitas operasional yang menjadi tanggung jawab utama para <em>user<\/em>.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\"><em>Well<\/em>, tapi masih bisa seorang <em>recruiter <\/em>berduet dengan <em>user <\/em>sejak awal proses rekrutmen tanpa harus membebani <em>user<\/em>. Bahkan dengan terlibatnya <em>user <\/em>sejak awal proses, ada beberapa <em>benefit <\/em>yang dapat ditawarkan kepada perusahaan. Seperti apa sih <em>benefit<\/em>-nya? Mau tahu caranya?<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Berikut 4 <em>shortcut <\/em>untuk<em> bring on hiring manager earlie<\/em>r dalam \u2018duet\u2019 proses rekrutmen:<\/p>\n<ol>\n<li dir=\"ltr\">\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_26 counter-hierarchy\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">TOPICS<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/duet-maut-recruiter-dan-user-bagaimana-dan-mulai-darimana-sih\/#Provoke_their_mind_to_define_realistic_expectations_from_the_very_beginning\" title=\"Provoke their mind to define realistic expectations from the very beginning.\">Provoke their mind to define realistic expectations from the very beginning.<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/duet-maut-recruiter-dan-user-bagaimana-dan-mulai-darimana-sih\/#Ajak_user_sebagai_employer_brand_ambassador_untuk_jualan_bersama\" title=\"Ajak user sebagai employer brand ambassador untuk \u2018jualan\u2019 bersama.\">Ajak user sebagai employer brand ambassador untuk \u2018jualan\u2019 bersama.<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/duet-maut-recruiter-dan-user-bagaimana-dan-mulai-darimana-sih\/#Menjembatani_interaksi_kandidat_dengan_user_untuk_meningkatkan_employer_branding_employee_engagement\" title=\"Menjembatani interaksi kandidat dengan user untuk meningkatkan employer branding &amp; employee engagement.\">Menjembatani interaksi kandidat dengan user untuk meningkatkan employer branding &amp; employee engagement.<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/duet-maut-recruiter-dan-user-bagaimana-dan-mulai-darimana-sih\/#Convert_pertanyaan_pamungkas_user_di_awal_proses_dengan_online_technical_test\" title=\"Convert pertanyaan pamungkas user di awal proses dengan online technical test\">Convert pertanyaan pamungkas user di awal proses dengan online technical test<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3 class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Provoke_their_mind_to_define_realistic_expectations_from_the_very_beginning\"><\/span><strong><em>Provoke their mind to define realistic expectations from the very beginning.<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Sadar atau tidak, seringkali kegagalan pada interview user dikarenakan ekspektasi yang tidak realistis sejak awal. Oleh karena itu, peran <em>user <\/em>sebaiknya sudah dimulai sejak pertama kali menyampaikan kebutuhan karyawannya. Penting untuk rekruter melakukan verifikasi pada <em>user<\/em> terkait kualifikasi yang dicari sebelum memulai proses rekrutmen untuk menghindari \u2018ketidakpuasan\u2019 yang semu dan berulang. Dengan adanya verifikasi pada <em>user<\/em>, akan terbentuk kesepakatan dan <em>alignment<\/em> antara <em>recruiter<\/em> dan <em>user<\/em> terkait kualifikasi kandidat yang dibutuhkan. Seberapa \u2018masuk akal\u2019 ekspektasi <em>user<\/em>. Seberapa relevan kualifikasi yang dicari oleh <em>user <\/em>dengan jenis pekerjaannya.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Untuk menentukan seberapa relevan dan \u2018masuk akal\u2019 kualifikasinya, tentu diperlukan standarisasi yang jelas. Standarisasi tersebut dapat dibentuk dengan mengajak user untuk berpartisipasi dalam melakukan <em>job analysis<\/em> dan menentukan kompetensi yang dibutuhkan untuk setiap uraian pekerjaan pada posisi tersebut. Jika \u2018pikiran\u2019 <em>user<\/em> sudah didefinisikan sejak awal, bukankah lebih mudah untuk menemukan kandidat yang relevan dan memperbesar kemungkinan untuk lolos proses <em>interview<\/em>?<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li dir=\"ltr\">\n<h3 class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ajak_user_sebagai_employer_brand_ambassador_untuk_jualan_bersama\"><\/span><strong>Ajak <em>user <\/em>sebagai <em>employer brand ambassador <\/em>untuk \u2018jualan\u2019 bersama.<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Seringkali kita melihat <em>comment <\/em>di LinkedIn yang berisi \u201cWah, pengen deh kerja bareng Bapak\/Ibu\u201d. <em>The point is, personal brand user<\/em> sebenarnya merupakan salah satu poin untuk <em>attract<\/em> kandidat yang potensial loh. Hal ini dikarenakan adanya kecenderungan orang untuk tertarik bekerja sama dengan sosok yang memiliki kesan positif dan dikenalnya. Oleh karena itu, peran <em>user <\/em>dapat dimulai dengan pembentukan personal <em>brand<\/em>-nya sendiri, baik dalam media sosial, maupun <em>social network <\/em>yang bersifat <em>offline<\/em>.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li dir=\"ltr\">\n<h3 class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menjembatani_interaksi_kandidat_dengan_user_untuk_meningkatkan_employer_branding_employee_engagement\"><\/span><strong>Menjembatani interaksi kandidat dengan <em>user <\/em>untuk meningkatkan <em>employer branding &amp; employee engagement.<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\" wp-image-9876 aligncenter\" src=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Menjembatani-interaksi-kandidat-dengan-user-untuk-meningkatkan-employer-branding-_-employee-engagement_0-300x200.jpeg\" alt=\"Menjembatani interaksi kandidat dengan user untuk meningkatkan employer branding _ employee engagement_0\" width=\"491\" height=\"327\" srcset=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Menjembatani-interaksi-kandidat-dengan-user-untuk-meningkatkan-employer-branding-_-employee-engagement_0-300x200.jpeg 300w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Menjembatani-interaksi-kandidat-dengan-user-untuk-meningkatkan-employer-branding-_-employee-engagement_0-768x512.jpeg 768w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Menjembatani-interaksi-kandidat-dengan-user-untuk-meningkatkan-employer-branding-_-employee-engagement_0.jpeg 942w\" sizes=\"(max-width: 491px) 100vw, 491px\" \/><\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kalibrr Indonesia, sebesar 83% responden yang memiliki pengalaman positif akan membagikan pengalaman tersebut ke koneksi personal dan profesionalnya. Salah satu cara untuk menarik minat dan membangun pengalaman positif kandidat adalah dengan membangun interaksi antara kandidat dengan <em>user <\/em>sedini mungkin. Dengan adanya <em>hands on approach<\/em> dari <em>user<\/em>, kandidat tentu akan merasakan apresiasi dari pihak perusahaan. Oleh karena itu, <em>user <\/em>pun berperan dalam melakukan <em>employer branding<\/em> melalui interaksinya dengan kandidat. Selain <em>employer branding, employee engagement<\/em> pun dapat dimulai sejak tahap ini.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\"><em>First impressions matter, right?<\/em><\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Jika kandidat lolos, maka <em>employee engagement<\/em> yang terbangun pada tahap ini akan menjadi <em>benefit<\/em> bagi kinerja karyawan tersebut kelak. Jika kandidat tidak lolos, maka<em> employer branding <\/em>yang terbangun pada tahap ini akan menjadi <em>benefit <\/em>bagi <em>brand image<\/em> perusahaan. Jika sulit untuk menghadirkan<em> user in person<\/em>, memanfaatkan teknologi <em>recruitment platform<\/em> adalah <em>shortcut <\/em>yang patut untuk dicoba. Dengan menggunakan <em>recruitment platform<\/em>, <em>user <\/em>dapat dihadirkan secara <em>online <\/em>dengan fitur <em>chat <\/em>yang memungkinkan kandidat untuk berinteraksi dengan <em>user<\/em> setelah mendapatkan undangan proses seleksi.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Selain fitur <em>chat<\/em>, sapaan dari <em>user<\/em> berupa video pun boleh diunggah pada <em>career site<\/em> perusahaan.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li dir=\"ltr\">\n<h3 class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Convert_pertanyaan_pamungkas_user_di_awal_proses_dengan_online_technical_test\"><\/span><strong>Convert pertanyaan pamungkas <em>user <\/em>di awal proses dengan <em>online technical test<\/em><\/strong><img loading=\"lazy\" class=\" wp-image-9874 aligncenter\" src=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Convert-pertanyaan-pamungkas-user-di-awal-proses-dengan-online-technical-test_1-300x200.jpeg\" alt=\"Convert pertanyaan pamungkas user di awal proses dengan online technical test_1\" width=\"437\" height=\"291\" srcset=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Convert-pertanyaan-pamungkas-user-di-awal-proses-dengan-online-technical-test_1-300x200.jpeg 300w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Convert-pertanyaan-pamungkas-user-di-awal-proses-dengan-online-technical-test_1-768x512.jpeg 768w, https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Convert-pertanyaan-pamungkas-user-di-awal-proses-dengan-online-technical-test_1.jpeg 942w\" sizes=\"(max-width: 437px) 100vw, 437px\" \/><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Melakukan <em>convert<\/em> pertanyaan teknis oleh user ke dalam bentuk tulisan yang dapat dikerjakan kandidat secara <em>online<\/em> adalah salah satu cara jitu yang bisa digunakan untuk memangkas proses seleksi yang \u2018tidak perlu\u2019. Ajak <em>user<\/em> untuk mengomunikasikan pertanyaan penting apa saja yang memiliki bobot terbesar untuk menentukan kesesuaian kandidat. Jika ketidaksesuaian terjadi berulang kali, ajak <em>user <\/em>untuk mengomunikasikan alasan ketidaksesuaian kandidat-kandidat yang telah di-<em>interview<\/em> sebelumnya.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Jika kendalanya adalah kurangnya kemampuan teknis, berikan pertanyaan-pertanyaan pamungkas yang biasa diberikan oleh <em>user<\/em> sejak awal. Dengan demikian, kandidat yang tidak memiliki kompetensi dasar yang dibutuhkan, tidak perlu menghabiskan waktu untuk melanjutkan ke proses berikutnya. Bukankah lebih baik jika membawa penilaian <em>user<\/em> sejak awal?<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\"><em>No more wasting time<\/em> untuk serangkaian tes dan <em>interview<\/em> yang tidak perlu, baik untuk<em> user, recruiter<\/em>, maupun kandidat.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Jika diperhatikan, duet antara <em>recruiter <\/em>dan <em>user<\/em> dapat dilakukan sejak awal proses rekrutmen dengan memanfaatkan <em>Crowdsourced Recruitment<\/em> sebagai langkah untuk beradaptasi dengan tantangan <em>Recruitment 4.0.<\/em> <em>Crowdsourced Recruitment <\/em>adalah istilah umum untuk menggambarkan perusahaan yang melakukan sourcing kandidat melalui komunitas untuk mendapatkan pekerja dari publik (<em>crowd<\/em>) dengan mendayagunakan <em>online platform<\/em> berbasis web maupun aplikasi.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Semua <em>shortcut <\/em>yang disebutkan di atas, telah terdapat dalam fitur-fitur yang ada di <em>platform <\/em>Kalibrr. Menggunakan <em>platform <\/em>Kalibrr, <em>user<\/em> dapat ikut langsung jualan dan berinteraksi langsung dengan kandidat dengan cara mengundang kandidat untuk melamar kerja ke perusahaan. Recruiter dan <em>user<\/em> dapat menggunakan fitur ini sepuasnya tanpa ada batasan. User juga bisa <em>chat<\/em> langsung dengan kandidat potensial dan membangun <em>engagement<\/em> sejak dini untuk lebih memikat mereka bergabung dengan perusahaan.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\">Selain itu di Kalibrr juga menyediakan beragam<em> online test<\/em> yang dapat dipilih sesuai dengan <em>job competency<\/em> yang dibutuhkan. <em>Online test<\/em> ini hasil kerja sama dengan institusi terkemuka lho, jadi bisa dipastikan hasilnya sangat akurat untuk menilai kompetensi kandidat. Duet maut <em>recruiter <\/em>dan <em>user<\/em> hasilnya pasti akan lebih optimal jika didukung oleh teknologi yang disediakan oleh Kalibrr.<\/p>\n<p class=\"text-align-justify\" dir=\"ltr\"><em>Hence, bring on hiring manager earlier <\/em>tidak selalu harus membebani <em>user <\/em>untuk menginvestasikan waktu dan <em>effort,\u00a0<\/em>kok. <em>If you can\u2019t bring them in person, bring their mind instead.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak yang setuju bahwa sebagian besar iklan lowongan dibagikan oleh recruiter yang memang dibayar untuk melakukan pekerjaan \u2018mencari jodoh\u2019 sesuai dengan posisi yang dibutuhkan di suatu perusahaan. Namun, apakah benar proses \u2018menemukan jodoh\u2019 ini adalah tanggung jawab penuh recruiter sejak awal? Jawabannya adalah tidak. Peran user yang merupakan atasan langsung dari kandidat yang sedang dicarinya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":9872,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9871"}],"collection":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9871"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9871\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9872"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9871"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9871"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9871"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}