{"id":9997,"date":"2019-11-15T07:49:25","date_gmt":"2019-11-15T07:49:25","guid":{"rendered":"https:\/\/keblog.demoapp.xyz\/?p=9997"},"modified":"2023-11-01T10:01:40","modified_gmt":"2023-11-01T03:01:40","slug":"antara-recruitment-data-dan-gut-feeling","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/antara-recruitment-data-dan-gut-feeling","title":{"rendered":"Antara Recruitment, Data, dan \u2018Gut Feeling\u2019"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400;\">Siapa yang tidak mengenal revolusi industri 4.0? Segala upaya terkait<em> Information Technology<\/em> (IT) selalu menjadi tantangan untuk bisa memenangkan <em>war <\/em>di era 4.0 ini. <em>Information Technology<\/em> menciptakan teknologi yang bisa menciptakan, merekam, mentransaksikan data dan kemudian disimpan dalam database.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dengan adanya teknologi, banyak proses manual yang dapat dilakukan secara digital agar lebih mempermudah proses. Namun, seberapa banyak yang mengenal <em>Data Technology<\/em> (DT)? Data Technology atau teknologi data adalah sebuah sistem teknologi untuk pengolahan data yang terekam menjadi sesuatu yang bermanfaat, seperti insight tentang kinerja rekrutmen. Jadi, IT saja tidak lagi cukup jika tidak dilengkapi dengan DT. Dengan kata lain, data yang dulunya hanya tersimpan di database, kini mulai digunakan sebagai \u2018pamungkas\u2019 untuk mengevaluasi dan menganalisa trend, dan menjadi acuan untuk menentukan strategi ke depannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_26 counter-hierarchy\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">TOPICS<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class=\"ez-toc-list ez-toc-list-level-1\"><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/antara-recruitment-data-dan-gut-feeling\/#Lalu_apa_hubungannya_dengan_rekrutmen\" title=\"Lalu, apa hubungannya dengan rekrutmen?\">Lalu, apa hubungannya dengan rekrutmen?<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/antara-recruitment-data-dan-gut-feeling\/#1_Mengurangi_hiring_cost\" title=\"1. Mengurangi hiring cost\">1. Mengurangi hiring cost<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/antara-recruitment-data-dan-gut-feeling\/#2_Meningkatkan_kualitas_recruitment\" title=\"2. Meningkatkan kualitas recruitment\">2. Meningkatkan kualitas recruitment<\/a><\/li><li class=\"ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2\"><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/antara-recruitment-data-dan-gut-feeling\/#3_Meningkatkan_hiring_forecast_dan_time_to_hire\" title=\"3. Meningkatkan hiring forecast dan time to hire\">3. Meningkatkan hiring forecast dan time to hire<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 style=\"font-weight: 400;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lalu_apa_hubungannya_dengan_rekrutmen\"><\/span><b><strong>Lalu, apa hubungannya dengan rekrutmen?<\/strong><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Pernahkah Anda mengambil keputusan dalam <em>hiring <\/em>dengan menggunakan \u2018<em>gut feeling<\/em>\u2019? Atau memilih <em>tools sourcing &amp; selection<\/em> kandidat <em>based on gut feeling<\/em>, lalu ternyata tidak efektif dalam menjaring <em>top talent<\/em>? Well, tentu saja hal tersebut berakibat pada <em>wasted costs<\/em>, waktu pemenuhan yang lebih lama, dan kualitas kandidat yang diperoleh bukan?\u00a0Belum lagi jika kandidat yang diterima atas dasar <em>gut feeling instead of competency<\/em>, yang justru menjadi penyebab penurunan produktivitas perusahaan dan berdampak secara finansial. Seperti yang tertulis dalam Kalibrr: \u201c<em>Ubah Data Jadi Insight<\/em>\u201d, kerugian rata-rata yang disebabkan oleh setiap perekrutan yang buruk adalah sekitar $14.900.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>That\u2019s why<\/em>, jika dulu teknologi job portal sudah cukup untuk mengakomodir seluruh kebutuhan rekrutmen, berbeda halnya dengan saat ini yang justru berorientasi pada data. <em>Like chicken and egg<\/em>, data tidak lagi hanya sebagai \u2018<em>ending<\/em>\u2019, <em>but as a \u2018starting point\u2019 for a better ending instead.<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, <em>data driven recruitment<\/em> menjadi salah satu jawaban untuk menghindari seluruh <em>recruitment risk<\/em> dari <em>gut feeling<\/em> tersebut. <em>Data driven recruitment<\/em> adalah pendekatan dalam proses rekrutmen yang berorientasi pada data, untuk mendapatkan informasi yang bermanfaat dalam menentukan strategi rekrutmen yang lebih efektif. Dengan kata lain, data tersebut digunakan untuk mengevaluasi \u2018masa lalu\u2019, untuk menyempurnakan \u2018masa depan\u2019.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Lalu, apa saja sih real benefit dari <em>data driven recruitment<\/em>? Bagaimana cara mengaplikasikannya dan menentukan strategi kedepannya? <em>Here we go<\/em>!<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Mengurangi_hiring_cost\"><\/span><b><strong>1. Mengurangi <em>hiring cost<\/em><\/strong><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Data dalam Kalibrr: \u201c<em>Ubah Data Jadi Insight<\/em>\u201d juga menuliskan bahwa <em>data driven<\/em> meningkatkan efisiensi dan pengurangan biaya hingga 300%, jika menggunakan data yang diolah dengan baik.<b><strong>\u00a0<\/strong><\/b>Seringkali keputusan untuk mengalokasikan dana pada <em>tools <\/em>yang digunakan didasari oleh <em>what seems popular<\/em>atau <em>what seems good<\/em>. Akibatnya, alokasi dana tidak tepat sasaran dan berdampak pada <em>return of investment<\/em> yang \u2018minimalis\u2019 atau negatif.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Nah, untuk mengatasi hal tersebut, ada baiknya mulai untuk mengumpulkan data terkait <em>sourcing channel<\/em> dari setiap kandidat yang diterima.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian, akan lebih mudah untuk memetakan dan mengidentifikasi sumber yang paling efektif untuk menghasilkan <em>top talent<\/em> pada setiap posisi yang dibutuhkan. Misalnya, jika sebagian besar kandidat yang lolos seleksi adalah kandidat dari <em>job portal<\/em> tertentu, atau sosial media tertentu, maka alokasi dana dapat difokuskan pada <em>channel <\/em>tersebut.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Jika alokasi dana dialokasikan pada <em>channel <\/em>yang tepat, maka tidak ada lagi dana yang terbuang percuma, serta bermanfaat untuk memperkecil <em>cost per hire<\/em> dalam proses rekrutmen.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"font-weight: 400;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Meningkatkan_kualitas_recruitment\"><\/span><b><strong>2. Meningkatkan kualitas <em>recruitment<\/em><\/strong><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sudah menyediakan banyak kandidat, namun tidak lolos ketika <em>interview <\/em>dengan <em>user<\/em>? <em>Well, probably there\u2019s something wrong with the entire recruitment process<\/em>. Di sini lah data \u2018lagi-lagi\u2019 dibutuhkan. Adanya data terkait alasan <em>rejection<\/em> setiap kandidat yang pernah diproses, akan mempermudah untuk menemukan <em>loophole<\/em>, dan menentukan <em>\u2018what to do\u2019, and \u2018which part we need to touch\u2019<\/em>.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, jika data yang dihasilkan menyatakan sebagian besar kandidat tidak lolos <em>interview <\/em>karena kemampuan teknis, maka pengadaan tes kompetensi adalah jawabannya. Jika tes kompetensi sudah dilakukan, bukankah perlu dievaluasi kembali jika tidak berhasil memberikan gambaran kemampuan kandidat sesuai ekspektasi?<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dengan menggunakan data seperti contoh di atas, akan lebih mudah untuk menetapkan pendekatan yang tepat dalam meningkatkan kualitas proses seleksi. Sehingga proses seleksi mampu memberikan gambaran yang representatif sesuai dengan kualitas kandidat yang dibutuhkan perusahaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Meningkatkan_hiring_forecast_dan_time_to_hire\"><\/span><b><strong>3. Meningkatkan <em>hiring forecast<\/em> dan <em>time to hire<\/em><\/strong><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Tujuan utama dari <em>hiring forecast<\/em> adalah untuk memungkinkan <em>recruiter<\/em> menjadi lebih proaktif daripada reaktif. Dengan adanya gambaran <em>hiring needs<\/em>, maka akan mempermudah <em>recruiter<\/em> untuk mempersiapkan kandidat tepat ketika dibutuhkan. <em>Hiring forecast<\/em> dapat dimulai dengan menganalisa data <em>turnover<\/em> karyawan, atau data posisi dan kualifikasi kandidat yang paling sering dibutuhkan. Hal tersebut bertujuan agar dapat mempersiapkan database kandidat yang relevan, sehingga dapat mempersingkat <em>time to hire.<\/em><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, apabila data <em>turnover<\/em> menunjukkan besarnya jumlah karyawan pada posisi A yang keluar pada akhir tahun, maka tim rekrutmen dapat mempersiapkan kandidat untuk posisi tersebut ketika mendekati akhir tahun. Dengan demikian, kandidat dapat diproses tepat ketika posisi tersebut dibutuhkan, dan tidak lagi membutuhkan waktu yang panjang untuk <em>sourcing<\/em> kandidat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Nah tapi, bukankah proses menyajikan data ini akan sangat <em>time-consuming<\/em> ya? Well, di sinilah peran <em>data technology<\/em>. <em>Here\u2019s how to meet the painless data analysis<\/em>!<\/p>\n<ul style=\"font-weight: 400;\">\n<li><em><b><strong>E-Recruitment<\/strong><\/b><\/em>. Gunakan <em>E-Recruitment <\/em>untuk membantu menganalisa <em>loophole <\/em>pada setiap proses. Dengan adanya data yang terekam pada setiap aktivitas rekrutmen di<em> E-Recruitment<\/em>, maka akan mempermudah untuk menganalisa <em>trend <\/em>dari data yang sudah terekam tanpa perlu diinput secara manual.<\/li>\n<li><b><strong><em>Reporting software<\/em><\/strong><\/b>. Untuk mempermudah proses analisa, <em>reporting software<\/em> dapat digunakan untuk memvisualisasikan data yang dimiliki, ke dalam bentuk grafik yang dinamis sesuai dengan variabel yang ingin dianalisa. Dengan demikian, data akan tervisualisasi secara <em>real time<\/em>, tanpa perlu membuat <em>chart <\/em>atau melakukan update data secara manual pada setiap <em>chart<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Disinilah teknologi Kalibrr mampu memberikan jawaban bagi rekruter untuk meningkatkan proses rekrutmennya. Dengan kelengkapan fitur <em>data analytics <\/em>dan <em>visual performance dashboard<\/em> yang terintegrasi dengan <em>E-Recruitment<\/em>, Kalibrr memberikan kemudahan bagi rekruter dalam membuat keputusan berdasar data yang sudah terolah secara <em>automatic <\/em>dan <em>real time<\/em>. Hasilnya, banyak pelanggan Kalibrr yang dapat menurunkan <em>time to hire<\/em> dan <em>cost to hire<\/em> mereka secara signifikan<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>Thus, stop making the decision based on \u2018gut feeling\u2019! Remember, data-driven recruitment is one of the best ways for recruiters to prove their value to their company.\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Jadi, sudah siap untuk berhenti \u2018bermain hati\u2019?<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa yang tidak mengenal revolusi industri 4.0? Segala upaya terkait Information Technology (IT) selalu menjadi tantangan untuk bisa memenangkan war di era 4.0 ini. Information Technology menciptakan teknologi yang bisa menciptakan, merekam, mentransaksikan data dan kemudian disimpan dalam database. Dengan adanya teknologi, banyak proses manual yang dapat dilakukan secara digital agar lebih mempermudah proses. Namun, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":10011,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9997"}],"collection":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9997"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9997\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9997"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9997"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/neo-blog.kalibrr.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9997"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}