Related items based on your search keywords will be listed here.

Home>For Employer > 6 Metrics untuk Mengukur Kesuksesan Recruitment Marketing
For Employer

6 Metrics untuk Mengukur Kesuksesan Recruitment Marketing

Karina

February 06 • 12 min read

metrics-untuk-mengukur-kesuksesan-recruitment-marketing

Metrik-metrik tradisional seperti cost dan time to hire merupakan beberapa indikator penting dalam proses recruitment, yang dapat membantu mengidentifikasikan tingkat efektivitas dari recruitment marketing. Tetapi dalam kenyataannya, kedua metrik tersebut belum mampu “menceritakan keseluruhan” cerita yang terjadi dalam seluruh proses recruitment marketing ketika proses itu berlangsung.

Jika dilihat lebih dalam, metrik recruitment marketing ternyata sangat berbeda dengan metrik-metrik recruitment lainnya. Bahkan, mereka sebenarnya lebih cenderung memiliki kemiripan yang lebih banyak dengan metrik yang biasa digunakan oleh para marketer untuk melacak dan menganalisis aktivitas yang mereka lakukan selama proses pemasaran berlangsung.

Berikut ini adalah beberapa metrik yang dapat mengukur kesuksesan dari recruitment marketing, yaitu:

Baca Juga: 5 Strategi Recruitment Marketing yang Efektif

Yang paling utama dan terpenting, recruitment marketing dirancang untuk membantu perusahaan Anda dalam membangun pipeline kandidat yang nantinya dapat digunakan untuk melacak atau memantau siklus rekrutmen yang dapat diselaraskan dengan hasil perekrutan yang telah dilakukan. Hal ini membuktikan bahwa metrik pipeline generation ini adalah salah satu metrik recruitment marketing yang penting.

Mungkin Anda sudah memiliki inisiatif untuk membangun pipeline kandidat Anda, seperti contohnya dari upaya membuat events, campus recruiting, sourcing, ads, dan lainnya. Tetapi pertanyaannya adalah, apakah Anda tahu berapa banyak kandidat yang ditemukan dan hired dari setiap kampanye tersebut? Apakah Anda tahu berapa banyak kandidat yang telah terdaftar di pipeline bulan ini dibandingkan dengan bulan lalu dan sumber apa yang paling efektif untuk menambah kandidat di pipeline?

Karena metrik ini sangat penting, Anda harus setidaknya mengetahui jawaban-jawaban dari pertanyaan seperti yang diajukan di atas. Jika Anda merasa kesulitan dan tidak bisa menjawab pertanyaan sederhana seperti ini, maka Anda perlu memikirkan kembali cara Anda menjalankan program recruitment marketing, agar Anda dapat mengetahui seberapa berhasil program ini dijalankan.

Ketika Anda membangun saluran pipeline, kualitas kandidat yang terdaftar di pipeline harus bisa melebihi kuantitas. Memiliki pipeline dengan kuantitas yang banyak dan ramai memang akan membuat Anda terlihat berhasil, karena bisa menarik kandidat sebanyak itu untuk mengisi pipeline Anda. Tetapi, kalau dengan jumlah kandidat yang banyak namun kualitasnya rendah, hal tersebut akan percuma. Mengapa demikian? Karena Anda tetap tidak akan bisa merekrut ketika kandidat yang ada tidak dapat memenuhi kebutuhan perusahaan Anda.

Anda harus mampu mengukur tingkat kualitas dan relevansi pipeline Anda, karena jika tidak, akan sulit bagi Anda untuk menilai kesuksesan dari recruitment marketing yang sedang dilakukan.

Pertanyaan-pertanyaan ini mungkin akan muncul untuk ketika Anda ingin mengukur kualitas dari pipeline yang Anda bangun, seperti; Bagaimana saluran pipeline cocok dengan target kandidat Anda? Sumber apa yang paling efektif untuk membuat pipeline yang relevan? Apakah kandidat yang terdaftar memiliki keterampilan dan pengalaman yang tepat? Apakah kandidat tersebut juga tertarik untuk engage dengan semua messages yang telah disampaikan oleh perusahaan Anda?

Idealnya,  jika pipeline kandidat Anda memiliki kualitas yang baik tentunya Anda akan lebih mudah menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti diatas. Dengan memastikan kualitas dari pipeline yang telah Anda bangun, recruitment marketing yang dijalankan juga akan berjalan sesuai dengan target yang di-set sejak awal.

metrics-untuk-mengukur-kesuksesan-recruitment-marketing

Pipeline Anda adalah jumlah kandidat terdaftar dalam saluran pipe, yang relatif terhadap jumlah lowongan pekerjaan yang Anda tawarkan. Bagaimana cara kerjanya?

Misalnya, katakanlah tingkat konversi rata-rata Anda dari leads atau kandidat sampai hired adalah 1%, dan untuk setiap 100 leads yang ada di dalam pipeline, berarti Anda dapat hired 1 kandidat. Ini artinya, jika Anda benar-benar memiliki 100 kandidat atau leads di dalam pipeline Anda, maka dapat dipastikan bahwa Anda akan mampu hired setidaknya 1 orang untuk setiap lowongan yang tersedia.

Dengan kemungkinan yang dapat dikatakan sangat kecil tersebut, Anda diharapkan untuk tidak melakukan kesalahan sekecil apa pun itu, karena ketika tawaran yang Anda berikan mendapatkan penolakan, maka Anda akan kehilangan kandidat potensial yang sudah Anda targetkan di awal.

Idealnya, perusahaan harus mampu meng-cover setidaknya 3 kandidat untuk setiap posisi lowong yang tersedia. Ini penting untuk membantu perusahaan sendiri meminimalisir kegagalan merekrut ketika kandidat menolak proses offering.

Memahami cakupan pipeline coverages memungkinkan para manajer untuk mengetahui seberapa besar kemungkinan mereka dalam mencapai target yang sudah ditentukan perusahaan di awal, dan membantu mereka dalam menginvestasikan SDM secara lebih efektif.

Anda mungkin tidak terlalu merasakan adanya kesulitan yang dihadapi dalam proses mengisi pipeline dengan kandidat-kandidat yang memiliki potensi luar biasa, tetapi pertanyaannya, bagaimana kandidat tersebut dapat dikonversi menjadi pelamar untuk posisi lowong yang Anda sediakan?

Tingkat konversi adalah salah satu indikator kualitas yang hebat untuk menggali komposisi pipeline Anda. Tingkat konversi yang tinggi menunjukkan beberapa hal, seperti; Pertama, kandidat-kandidat yang ditambahkan ke pipeline adalah kandidat yang benar-benar tertarik pada perusahaan Anda. Kedua, upaya Anda untuk nurture atau merawat kandidat tentang bagaimana manfaat bekerja di perusahaan Anda jelas berhasil!

metrics-untuk-mengukur-kesuksesan-recruitment-marketing

Sudah bukan merupakan hal yang baru bahwa kandidat biasanya memiliki interaksi sebanyak delapan kali dengan suatu perusahaan sebelum memutuskan untuk melamar di perusahaan tersebut. Interaksi yang dimaksud disini bukan hanya interaksi linier saja, tetapi juga interaksi yang bisa terjadi melalui e-mail, mengikuti aktivitas media sosial perusahaan, hingga memperhatikan testimoni dari karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut.

Idealnya, Anda harus memiliki cara untuk mengukur pengaruh yang telah sampai untuk para kandidat yang tentunya memiliki pengalaman berbeda dalam menerima influence dari perusahaan Anda sendiri. Katakanlah seorang kandidat akhirnya memutuskan untuk melamar pada perusahaan Anda, tetapi apakah alasan yang membuat ia akhirnya yakin untuk melakukan hal tersebut?

Jika ditarik garis mundur ke belakang, bisa jadi alasan kandidat tersebut mendaftar adalah karena ia tertarik ketika membaca e-mail nurture yang Anda lakukan secara rutin, atau karena interaksi yang perusahaan Anda lakukan di media sosial, atau juga dari testimonial karyawan. Hal inilah yang perlu Anda ketahui, salah satu caranya dengan mendata dari mana kandidat Anda mengetahui informasi terkait perusahaan Anda serta lowongan yang dilamar kandidat tesebut, sehingga Anda tahu bagaimana cara yang paling efektif untuk mempengaruhi para kandidat hingga memiliki respon positif untuk perusahaan Anda.

Untuk dapat mengetahui apakah metode recruitment marketing yang Anda lakukan sudah secara efektif dilakukan, Anda harus dapat melacak seberapa jauh keterlibatan (engagement) yang terjalin dan melihat seberapa besar efeknya pada pipeline Anda.

Ini akan menunjukkan kepada Anda kandidat mana yang harus diprioritaskan, dan untuk memahami harus seberapa sering frekuensi Anda dalam menghubungi kandidat-kandidat yang sudah terdaftar di pipeline Anda. Salah satu hal yang sangat penting untuk para kandidat adalah experiences atau pengalaman, dan baik atau buruknya experiences biasanya terjadi pada saat perusahaan engage atau menjalin hubungan dengan para kandidat.

Jadi, perlu Anda pastikan untuk engage dengan para kandidat yang terdaftar di pipeline Anda dengan baik dan anggap mereka seperti customer yang perlu dilayani dengan baik. Dengan begitu, experiences kandidat akan positif dan mempermudah Anda untuk mensukseskan recruitment marketing yang sedang dilakukan.

Itulah tadi penjelasan tentang beberapa metrik yang dapat membantu mengukur kesuksesan recruitment marketing di perusahaan Anda. Jangan lupa untuk selalu mengukur keberhasilan dari hal apapun yang Anda lakukan, agar Anda tahu mana yang harus dipertahankan dan mana yang harus lebih ditingkatkan lagi kedepannya.

Jika Anda masih memiliki kesulitan dalam bidang rekrutmen, seperti kesulitan dalam menemukan top talent dan lainnya, Kalibrr hadir dengan fitur-fitur menarik yang dapat membantu proses rekrutmen Anda jadi lebih efektif dan efisien lagi.  Kandidat yang terdaftar di Kalibrr juga merupakan kandidat dengan profile yang mumpuni, dan pastinya memudahkan Anda untuk menemukan kandidat yang sesuai dengan kualifikasi dari perusahaan Anda. Tunggu apalagi? Mari bergabung dengan Kalibrr sekarang!

metrics-untuk-mengukur-kesuksesan-recruitment-marketing

 

Share Via:

About The Writer

Hello, my name is Karina and I work as a freelance contributor at Kalibrr. I enjoy reading self-improvement books and working out. More about Karina

Comments (0) Post Comment

No comment available yet!