Related items based on your search keywords will be listed here.

Home>For Jobseeker > Seberapa Penting Perencanaan Keuangan untuk Jobseeker?
For Jobseeker

Seberapa Penting Perencanaan Keuangan untuk Jobseeker?

Karina

November 05 • 8 min read

Perencanaan keuangan atau financial planning adalah salah satu keahlian yang wajib dimiliki semua orang, terutama saat pandemi Covid-19 ketika perekonomian cukup terdampak.

Banyak sekali bisnis yang mengalami pergolakan, bahkan tak sedikit yang harus menutup usaha dan merumahkan para pekerja karena tidak memiliki persiapan. Beberapa perusahaan pun ikut menutup lowongan besar-besaran, sehingga menutup peluang untuk mencari kerja.

Imbasnya, banyak yang kesulitan mencari pekerjaan dan terpaksa mengandalkan dana yang ada untuk bertahan hidup. Sementara itu, tak semuanya memiliki tabungan maupun dana darurat yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama masa mencari pekerjaan tersebut.

Di sinilah pentingnya fungsi perencanaan keuangan pada para pencari kerja atau job seeker. Perencanaan keuangan bagi para jobseeker atau siapapun yang sedang terdampak pandemi Covid-19 bisa dilakukan dalam beberapa cara.

Perencana keuangan sekaligus Financial Educator Lifepal, Aulia Akbar CFP®, AEPP® dalam sesi Instagram Live bersama Kalibrr menjelaskan apa saja langkah-langkah yang dapat dilakukan para jobseeker dalam merencanakan keuangan di tengah pandemi Covid-19.

1. Tips Perencanaan Keuangan bagi JobseekerMemanfaatkan Dana Darurat

Sejatinya, dana darurat wajib dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum datangnya musibah yang tidak terduga.

Bagi para jobseeker yang sedang dalam masa pencari pekerjaan, dana darurat bisa digunakan sebagai sumber pendapatan sementara.

Dana darurat dapat dipersiapkan dengan alokasi dari pendapatan dan sebaiknya hanya digunakan saat darurat saja.

2. Menjual Aset

Bagaimana jika dana darurat habis atau tidak memiliki dana darurat, sementara masih belum mendapatkan pekerjaan juga?

“Kalau memang sudah mepet banget banyak pengeluaran yang harus ditalangi, mau nggak mau harus jual aset,” ungkap Akbar.

Aset yang dimaksud bisa berupa reksadana atau emas, maupun aset jangka panjang lainnya. Aset ini dapat dijual sementara untuk bertahan hidup hingga memperoleh pendapatan tetap kembali.

Namun, Akbar menyarankan untuk menghindari berutang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Cek dahulu apa saja investasi yang dimiliki, terutama jika kondisi keuangan sudah sangat mepet.

3. Coba Jalani Pekerjaan Sampingan

Langkah lain yang tak kalah bijak untuk dijalani selama masa pandemi Covid-19 adalah melakukan pekerjaan sampingan atau side hustle.

Meski begitu, jangan mengambil side hustle yang membutuhkan modal seperti trading, karena risikonya cukup besar.

Karena itu, beberapa side hustle seperti freelance, driver ojek online, atau obligasi bagi yang memiliki tabungan lebih banyak lebih disarankan.

Hasil dari side hustle ini bisa menutup kebutuhan sementara waktu hingga mendapatkan pekerjaan baru.

4. Pertimbangkan Proteksi dari Asuransi

Bagi jobseeker yang memiliki proteksi seperti asuransi kesehatan atau asuransi jiwa, sebaiknya tidak dihilangkan. Proteksi dari asuransi penting jika terjadi risiko yang tidak terduga yang bisa berakibat kita mengeluarkan uang lebih banyak.

Membayar premi asuransi tentunya juga sebaiknya sudah dimasukkan ke dalam rincian pengeluaran. Kurangi pengeluaran untuk kebutuhan tersier, misalnya biaya untuk hiburan atau lifestyle.

Namun, sebaiknya ditinjau dulu, misalnya memiliki asuransi jiwa unit link, kamu bisa memanfaatkan manfaat cuti premi ketika sedang kesulitan biaya.

“Kalau sedang menipis, lebih baik fokus ke kebutuhan pokok dulu. Sandang pangan papan didahulukan, jangan sampai mendahulukan (yang lain) tapi kita sendiri jadi nggak bisa makan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Akbar memaparkan, minimal jobseeker yang berkeluarga setidaknya memiliki asuransi jiwa agar melindungi keluarga ketika ada risiko yang membuat pendapatan terhenti, seperti meninggal dunia.

Yang paling dasar adalah memiliki asuransi kesehatan atau paling tidak BPJS Kesehatan. Kini sudah banyak sekali asuransi kesehatan yang dengan premi terjangkau, bahkan Anda bisa temukan mulai Rp50 ribuan per bulannya hanya di Lifepal!

Langkah Lainnya Selain Menyusun Perencanaan Keuangan

Dalam kesempatan sama, Deviana Kurniawati, Client Success Consultant dari Kalibrr Indonesia memaparkan, selain perencanaan keuangan, ada beberapa langkah yang bisa dipersiapkan selama menjadi jobseeker. Seperti meningkatkan skill atau kemampuan.

Dengan meningkatkan skill, kesempatan untuk melamar atau dilirik recruiter akan lebih luas.

“Lihat tren industrinya atau apa yang company itu sedang cari. Grab that chance, naikkan skill supaya bisa di-hire di situ. Kirim CV ke semua portal yang ada, kita nggak bisa pilih-pilih dan menurutku nggak rugi untuk prepare di banyak portal,” kata Deviana.

Selain itu, langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah mempelajari tools online seperti Zoom, Microsoft Teams, Google Meet, dan sebagainya.

Menurut Deviana, tools atau alat-alat tersebut sangat berguna di masa pandemi, apalagi ketika sudah kembali berkecimpung di dunia pekerjaan.

Mulai dari Mana untuk Belajar Perencanaan Keuangan?

Bagi Anda yang ingin mencoba perencanaan keuangan, Akbar menyarankan untuk memulainya dengan mengecek kesehatan keuangan terlebih dahulu.

Untuk membantu Anda melakukannya, Lifepal menyediakan kalkulator survei kesehatan keuangan di lifepal.co.id/cek-keuangan/.

Setelah itu, catat semua pengeluaran, mulai pengeluaran pokok hingga pengeluaran lifestyle, baru alokasikan. Di masa pandemi, Anda bisa memotong pengeluaran lifestyle untuk menjaga jumlah pengeluaran.

“Jadi kita bisa lihat, kita bisa survive berapa bulan sebelum akhirnya kita nanti dapat kerja baru,” ungkap Akbar.

Kalau ingin berinvestasi, sebaiknya nanti dulu jika kebutuhan harian Anda belum tercukupi. Investasi bisa dilakukan dengan menyisihkan minimal 10 persen penghasilan, namun dengan pertimbangan jika ada suatu risiko terjadi, keuangan kita tetap aman, ya!

Langkah terakhir yang bisa dilakukan adalah, tidak melupakan pentingnya memiliki cash atau uang tunai sebagai bagian dari perencanaan keuangan.

Cash is a Kingeven di masa pandemi atau bukan. Cash adalah darah, kita jaga baik-baik. Kita sudah punya penghasilan, miliki proteksi, dan baru investasi. Ketika nanti ada musibah datang kita sudah siap sama semuanya,” tandasnya.

Masa pandemi jadi masa yang krusial bagi para pencari kerja atau job seeker dalam mempertahankan keuangan. Dengan perencanaan keuangan, tentu Anda bisa terhindari risiko finansial yang buruk dan merugikan.

CTA-contact-us

Sumber artikel

Artikel ini ditulis oleh Aulia Akbar, CFP®, AEPP®, Financial Educator dan Perencana Keuangan Lifepal.co.id, sebagai bagian dari kolaborasi dengan Lifepal.co.id.

Share Via:

About The Writer

Hello, my name is Karina and I work as a freelance contributor at Kalibrr. I enjoy reading self-improvement books and working out. More about Karina

Comments (0) Post Comment

No comment available yet!