Related items based on your search keywords will be listed here.

Home>For Employer > 6 Langkah Membangun Kembali Skills Karyawan Pasca Pandemi
For Employer

6 Langkah Membangun Kembali Skills Karyawan Pasca Pandemi

Karina

August 29 • 6 min read

Dinamika pemulihan ekonomi saat ini bukan hanya tentang remote working atau peran otomatisasi dan AI (Artificial Intelligence). Pandemi virus covid – 19 ini telah membuat permasalah ini semakin kompleks. Selain karyawan yang harus beradaptasi dengan kondisi yang berubah dengan cepat, perusahaan juga harus belajar bagaimana menyesuaikan karyawan dengan peran dan aktivitas baru. Ini tentang bagaimana para pemimpin dan perusahaan dapat melatih kembali dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja untuk memberikan model bisnis baru di era pasca pandemi.

Untuk menghadapi tantangan ini, perusahaan harus menyusun strategi talenta yang mengembangkan kemampuan digital dan kognitif karyawan, keterampilan sosial dan emosional mereka, serta kemampuan beradaptasi dan ketahanan mereka. Sekarang saatnya bagi perusahaan untuk mengalokasikan lebih banyak anggaran mereka untuk melakukan pelatihan karyawan. Dengan mengembangkan strategi ini juga diharapkan akan memperkuat perusahaan dari guncangan lain di masa depan.

Di bawah ini, terdapat 6 langkah yang dapat dilakukan para pemimpin atau perusahaan untuk memastikan bahwa karyawan mereka telah dilengkapi dengan skill penting dalam rangka pemulihan operasional perusahaan (dilansir dari McKinsey) :

1. Identifikasi dengan cepat skills yang dibutuhkan untuk proses pemulihan

Ketika perusahaan memutuskan strategi yang akan digunakan untuk memulai pemulihan, ingat untuk memetakan kumpulan keterampilan/skills mana yang akan mempengaruhi berhasil atau tidaknya strategi tersebut. Perusahaan harus dengan cepat mengidentifikasi skills ini lalu tentukan jumlah dan jenis orang yang dibutuhkan.

Misalnya, jika perusahaan Anda beralih dari penjualan offline ke online, maka Anda harus mengoptimalkan skills serta orang di bidang IT.

2. Bangun skills karyawan yang penting untuk model bisnis baru Anda

Mulailah meningkatkan skills penting karyawan yang akan mendorong pemulihan model bisnis Anda. Pertama, Anda dapat membangun kumpulan skills apa yang akan berguna untuk karyawan lalu fokuskan atau kelompokkan menjadi beberapa jenis.

Misalnya, keterampilan digital, keterampilan kognitif, keterampilan sosial dan emosional, serta kemampuan beradaptasi dan ketahanan.

3. Lakukan pelatihan yang berkelanjutan dan disesuaikan

Saat perusahaan bersiap untuk membayangkan kembali dan meningkatkan model bisnis mereka, penting untuk lebih mendalami perencanaan karyawan yang strategis. Perusahaan butuh pandangan detail dan bukan hanya pada apa yang terjadi saat ini tapi juga pandangan  dalam 12 hingga 18 bulan ke depan.

Karena model bisnis berkembang dengan cepat untuk mengakomodasi lingkungan yang berubah dengan cepat, kuncinya adalah mengulangi perencanaan karyawan strategis untuk menentukan skills yang tepat untuk dikembangkan di waktu yang tepat.

4. Mulai, uji dan ulangi

Dalam sebuah survei, ditemukan bahwa sebagian besar perusahaan yang telah melakukan training karyawan ulang dengan sukses mereka lebih mampu mengatasi kesenjangan skills yang disebabkan oleh teknologi atau adanya model bisnis baru.  Intinya adalah bahwa memulai program pelatihan ulang membuat organisasi lebih siap menghadapi potensi gangguan peran di masa depan dan lebih baik daripada menunggu.

5. Bertindak seperti perusahaan kecil untuk hasil yang “besar”

Sebuah survei global menunjukkan program pelatihan ulang di perusahaan kecil (kurang dari 1.000 karyawan) seringkali lebih berhasil daripada di perusahaan besar. Hal ini terjadi karena kemungkinan perusahaan kecil lebih berhasil dalam mengikuti prinsip – prinsip yang gesit serta membuat langkah berani lebih cepat karena ukuran mereka yang “kecil itu tadi. Jika gagal pun, efeknya mungkin lebih sedikit.

Pada saat yang sama, perusahaan yang lebih kecil cenderung memiliki pandangan yang lebih jelas tentang kekurangan skills mereka, sehingga mereka lebih baik dalam memprioritaskan kesenjangan yang perlu mereka atasi dan dalam memilih kandidat yang tepat untuk pelatihan ulang. Itu tidak berarti perusahaan yang lebih besar tidak bisa gesit dalam hal pelatihan ulang, hanya saja itu bisa lebih sulit bagi mereka.

6. Lindungi anggaran untuk training

Jangan memotong anggaran pelatihan karyawan. Karena itu hanya akan menghambat investasi karyawan di masa depan. Gunakan anggaran pelatihan Anda untuk menjadikan pengembangan keterampilan sebagai strategis utama untuk beradaptasi dengan new normal berikutnya. Yang perlu Anda lakukan adalah fokus pada ekosistem pembelajaran Anda, menjadikannya lebih digital dan membuatnya lebih mudah diakses oleh karyawan Anda.

Untuk memastikan bahwa perusahaan berkembang atau pulih setelah krisis, Anda dapat menerapkan  enam langkah di atas untuk membangun keterampilan karyawan. Tiga langkah pertama akan membantu menentukan strategi Anda dan tiga yang terakhir akan membantu Anda menjalankannya.

CTA

Share Via:

About The Writer

Hello, my name is Karina and I work as a freelance contributor at Kalibrr. I enjoy reading self-improvement books and working out. More about Karina

Comments (0) Post Comment

No comment available yet!